Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Penangkapan 3


__ADS_3

Matanya membulat, dengan tatapan yang sulit di artikan.


Sebuah suara tepukan sukses membuat Kairo tersadar dari keterkejutannya, dan mengalihkan pandangannya menuju arah suara.


"Akhirnya, kamu datang dan mengantar nyawamu sendiri kesini Kairo" Tatapan tajam membunuh mengarah pada Kairo.


Kairo tidak bergeming, tatapan tajam menyalanya seakan tidak bisa menutupi kemarahannya. Kairo begitu yakin, bahwa orang yang sedang berhadapan dengan dirinya saat ini adalah Hardi.


Sementara para anak buah Kairo yang berada diluar, yang jumlahnya hanya 18 orang setelah aksi penembakan tadi, kini mereka sudah dikepung oleh anak buahnya Hardi.


"Apa yang kamu lakukan padanya" Kairo membuka suara, terdengar getir namun masih bisa ia kontrol.


"Hahahah, ternyata kamu masih peduli kepadanya?" Hardi melirik Kairo dengan tatapan mengejek.


"Jangan banyak bicara Hardi, lepaskan wanita itu. Dia tidak tau apa-apa" Kairo masih berbicara dengan gayanya yang khas dan masih tetap tenang.


"Haha, hebat, hebat, ternyata kamu tau namaku" Hardi tertawa kecil disana.


"Berikan dulu Alira, lalu setelah itu aku akan melepaskan wanita ini" Sambung Hardi mencoba bernegosiasi dengan senyuman liciknya.


"Jangan bermimpi Hardi" Kairo menatap tajam kearah Hardi.


"Karena mimpi itulah aku ingin mewujudkannya menjadi kenyataan" Balas Hardi dengan senyuman liciknya.


"Sadarlah Hardi, Alira adalah istriku. Dirimu tidak pantas mendapatkan Alira" Balas Kairo.


"Pantas atau tidak pantas, aku tetap menginginkan Alira" Ucap Hardi tidak mau kalah.


"Begini saja, kamu berikan saja Alira kepadaku maka aku akan melepaskan mu bersama kakak dan anak buahmu yang ada diluar sana" Sambung Hardi lagi.

__ADS_1


"Jangan bermimpi Hardi, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Alira dariku" Balas Kairo.


"Jika kamu keras kepala, maka aku akan mengambilnya sendiri"


"Kamu memang pria yang tidak mempunyai hati nurani, pantas saja mendiang istri mu dahulu meninggalkan kamu dan pergi menjauh darimu. Kamu juga bahkan tidak pantas disebut sebagai ayah oleh anakmu" Ucap Kairo.


Hardi membulatkan matanya, menatap Kairo dengan tajam namun penuh tanya.


Deg


Irama jantung Hardi seakan berhenti berdetak setelah mendengar perkataan Kairo.


"Bagaimana Kairo tau bahwa aku pernah menikah? Dan apa maksud dia dengan sebutan mendiang istriku" Batin Hardi.


"Apa maksudmu?" Tanya Hardi.


"Ternyata kamu belum tau?" Ucap Kairo menggantung, membuat Hardi semakin penasaran dan ingin tahu sebenarnya apa yang Kairo bicarakan.


"Istri yang pernah kau cintai itu sudah meninggal 5 tahun yang lalu, dan anakmu juga sudah meninggal beberapa hari yang lalu dan tanganmu sendirilah yang sudah membunuhnya" Balas Kairo.


"Jangan membuat omong kosong Kairo, sejak kapan aku membunuh anak ku sendiri, Bahkan aku belum pernah bertemu dengan nya" Balas Hardi geram tidak percaya.


"Aku tidak membohongi mu, jika kamu tidak percaya lihat saja foto-foto ini. Bukankah itu foto dirimu dan juga istrimu" Ucap Kairo mencoba meyakinkan Hardi dengan menunjukan sebuah foto kenangan semasa dia bersama dengan istrinya.


Hardi melihat foto itu dari kejauhan, dengan mata yang berbinar.


"Jangan mencoba-coba mempermainkan aku Kairo" Hardi menodongkan pistolnya tepat didepan Kairo.


"Menyerah saja Hardi, sudah banyak kesalahan yang telah kamu lakukan. Apa perlu aku menyebutkan lagi kesalahan yang telah kamu perbuat. Serahkan saja dirimu kepada pihak yang berwajib" Balas Kairo dengan senyuman tipisnya. Bahkan pistol yang Hardi pegang pun tidak membuat Kairo getir atau pun takut.

__ADS_1


"Kau tau Tiara?" Tanya Kairo.


"Ehh, bukan. Sebut saja Melisa. Ya, dia Melisa. Kau kenal dia? Bukankah kau sudah membunuhnya? Hmmm, sangat disayangkan bukan" Sambung Kairo.


Hardi mengernyitkan dahinya tidak mengerti.


"Cukup Kairo, jangan membuat omong kosong lagi. Aku akan membunuhmu disini" Ucap Hardi dengan geram.


"Tunggu, tunggu, tunggu dulu" Kairo mencoba menenangkan Hardi lagi.


"Apa kamu tidak ingin mendengarkan ceritaku lebih lanjut?" Tanya Kairo sedikit dengan senyuman tipisnya.


Karena tidak mendapat jawaban dari Hardi, Kairo langsung berbicara saja.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2