Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
menguak kasus kematian Tiara


__ADS_3

Meredam kemarahan Kairo mungkin bukanlah solusinya, namun dengan keberanian yang Angela miliki dia harus mengakui kesalahannya serta berani mengambil resiko. Apapun itu.


Kairo sedikit diam sembari meredam kemarahannya agar bisa berpikir dengan jernih, dengan tatapan yang masih tajam. Mengambil keputusan disaat marah bukanlah solusinya. Begitulah pikir Kairo.


"Antarkan rekaman cctv, serta hasil medis dari Tiara" Perintah Kairo.


"Dan kamu Angela, serahkan jenazah Tiara kepada keluarganya. Beri mereka uang 1M, pastikan mereka tidak mengusut masalah ini ke pihak berwajib, jelaskan kepada mereka bahwa Tiara mengalami kecelakaan" Sambung Kairo lagi dengan masih menatap tajam kepada Angela.


"Baik tuan" Angela mengangguk mengiyakan, serta berlalu pergi dari sana dengan di ikuti beberapa pengawal disana.


Kairo juga pergi ke ruang kerjanya, dengan diikuti Detektif Haikal dibelakang nya.


Sesampainya diruang kerja, Haikal menyerahkan apa yang diminta oleh Kairo tadi.


Yaitu, sebuah rekaman cctv serta hasil pemeriksaan Jenazah Tiara.


Kairo mengambil berkas medis Tiara, dan membaca hasilnya.


Dan benar, disana dokter mengatakan bahwa Tiara mengalami keracunan oleh racun mematikan yang tertanam di bibirnya.


Dengan wajah datarnya, Kairo sekarang beralih mengambil laptop nya dan memasangkan sebuah benda pipih dan kecil kepada laptop nya yang berisikan rekaman cctv itu.


Haikal hanya berdiri, dan memperhatikan saja apa yang dilakukan Kairo.


Kairo membuka rekaman cctv itu, yang dimulai dari selama ia pergi dari markasnya tadi siang.


Kairo melihat dari awal hingga habis, hal mencurigakan apa yang dapat terlihat dari rekaman itu.


Jika dilihat secara keseluruhan, memang benar tidak ada yang mencurigakan dari sana.

__ADS_1


Aktivitas para pengawalnya dan juga semua detektif yang bertugas disana tidak ada yang mencurigakan.


Namun tidak dengan Kairo, Kairo adalah detektif yang mungkin tidak dapat mereka kelabui begitu saja.


Matanya terfokus kepada satu orang pengawal yang terlihat mencurigakan, yang selalu memakai topi. Karena setau Kairo, semua pengawal tidak diijinkan memakai topi di markas miliknya. Karena nantinya wajah dari mereka yang memakai topi itu akan tertutup dan sulit tertangkap oleh kamera cctv yang berada diatas sudut setiap ruangan yang ada.


"Haikal" Seru Kairo yang masih fokus memandangi laptop.


Haikal mendekat, "Iya tuan" Jawabnya.


"Ambilkan aku salinan kehadiran semua pengawal serta detektif di markas ini. Jangan lupa juga, berikan aku dari tugas yang dikerjakan setiap pengawal hari ini" Titah Kairo, Haikal mengangguk dan berlalu pergi mengambil salinan kehadiran para pegawai yang bekerja disana dari sistem yang mereka miliki.


Tidak beberapa lama, Haikal pun datang dengan membawa secarik kertas ditangannya dan memberikannya kepada Kairo.


"Ini tuan" Ucap Haikal.


Kairo mengambil kertas itu dan membacanya serta melihat siapa saja yang bertugas hari ini disana.


Sekali lagi, Haikal pergi untuk memanggil nama-nama yang Kairo inginkan.


Kairo memang tidak terlalu hapal akan nama-nama para pengawalnya, karena yang bertugas merekrut para pengawal itu serta membagi tugas mereka adalah Haikal. Ditambah lagi para pengawal yang ada disana cukup banyak, belum lagi yang ada dirumah utama miliknya, tentu saja Kairo tidak mengingatnya dengan baik.


5 menit kemudian,


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Dua orang yang Kairo Panggil, ditambah Haikal masuk kedalam ruangan Kairo.


Kairo menatap wajah dua orang itu, dengan sangat teliti.


"Dimana satu orangnya lagi" Tanya Kairo dengan tatapan penuh tanya.


"Maaf tuan, Jaka tidak ada disini" Ucap Haikal.


"Dia menghilang?" Tanya Kairo lagi


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2