
Suara yang mereka dengar seperti suara seorang wanita, apa dia bekerja sama dengan seorang wanita? Begitulah pikir Haikal dan juga Angela.
"Aku sudah berusaha, tapi sepertinya Kairo begitu kokoh dengan prinsipnya dan terus setia kepada Alira" Terdengar suara Tika menyahut.
"Pikirkan cara lain, agar Kairo berada didalam dekapanmu" Balas seseorang yang bersamanya itu.
"Aku ingin Kairo menderita ditinggalkan seseorang yang ia cintai. Dan aku begitu ingin melihat keterpurukannya" Ucapnya yang terdengar geram.
Haikal masih mendengar mereka dengan seksama, dan tentunya dia ingin tau dendam apa yang terselimut di hati wanita itu, sehingga dia ingin melihat Kairo menderita.
"Kali ini aku berikan kamu kesempatan, jika kamu gagal lagi maka aku sendiri yang akan membunuh Kairo. Dendam ku harus terbalas, bukankah kau juga memiliki dendam kepada Alira. Kenapa kau begitu berlama-lama, cari jalan pintas agar Alira tidak mempercayai Kairo lagi" Ucap wanita itu lagi kepada Tika.
Tanpa mereka sadari, ternyata Angela sudah lebih dulu mengambil foto wanita misterius itu. Walaupun hanya sedikit wajah yang terlihat, setidaknya mereka ada bukti yang akan mereka laporkan kepada Kairo.
"Baiklah, tetapi berjanjilah. Sesuai kesepakatan kita, jika aku berhasil menaklukan Kairo dan Alira menderita karena perpisahan itu, aku harap kamu melepaskan Kairo. Karena aku sudah terlanjur mencintainya" Balas Tika.
"Sepakat. Maka dari itu lakukan tugasmu segera" Balas wanita misterius itu dengan senyuman liciknya.
Setelah kepergian Tika dari gudang tua itu, Haikal dan Angela masih bersembunyi dibalik dinding luar rumah itu.
"Hemmz, setelah rencana ku berhasil menghancurkan Kairo yang sudah membuat ku dibenci oleh Reihan, aku akan kembali menghancurkan rumah tangga Aliya. Hahahahhh" Perempuan itu nampak tertawa puas disana. Dan tentu Haikal pun mendengarkan semuanya.
Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, Haikal memberikan kode kepada Angela untuk segera pergi dari sana.
Kini Haikal sudah melajukan mobilnya, membelah jalan raya yang semakin ramai.
"Apa kita akan melaporkannya sekarang?" Tanya Angela membuka suara.
__ADS_1
"Kita hubungi tuan dulu, apa dia bersedia untuk kita temui atau tidak" Balas Haikal yang masih fokus menyetir.
"Baiklah, kalau begitu aku hubungi tuan dulu" Ucap Angela dengan mengeluarkan handphone miliknya, dan Haikal hanya membalas dengan anggukan.
Tuttt
"Hallo tuan"
"Ada apa Angela" Jawab Kairo dari seberang sana.
"Kami sudah mendapatkan informasi mengenai seseorang yang menemui Tika di kantor waktu itu" Jelas Angela.
"Baik, kalian tunggu aku di markas. Sebentar lagi aku kesana" Ucap Kairo dengan tegas.
"Baik tuan"
Telepon pun dimatikan, "Tuan suruh kita kemana?" Tanya Haikal antusias, saat melihat Angela sudah mematikan telepon nya.
Mendengar itu, Haikal pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju markas.
Sesampainya disana, Angela menyiapkan segalanya untuk persiapan kedatangan Kairo.
Di ruang utama, ruangan biasa mereka untuk melakukan rapat penting.
Kairo sudah memasuki ruangan, nampak Angela dan Haikal sudah menunggu disana.
Kairo langsung menduduki bokongnya di salah satu bangku disana.
__ADS_1
"Apa yang kalian dapatkan?" Tanya Kairo dengan wajah serius.
Angela berdiri, dan maju ke depan. Disana sudah ada sebuah proyektor yang siap untuk digunakan.
Angela mulai menjelaskan semuanya kepada Kairo.
Beberapa gambar yang sempat ia potret juga ia tunjukan kepada Kairo.
"Kami sudah menemukan lokasinya tuan, dan ini gambar yang kami dapat dari wajah wanita itu" Angela menunjukan sebuah gambar wajah wanita yang bersama Tika tempo hari.
Kairo masih melihat dengan seksama penjelasan Angela. Namun seketika wajah Kairo berubah, dengan Mata yang melotot dan mulut menganga.
"Dia,,,,,," Kairo bergumam, namun tatapan matanya memang menampakan keterkejutan akan wajah wanita itu.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
__ADS_1
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...