
Sopir itu kehilangan kendali. Sebuah truk tangki minyak menyalip disaat Mobil yang Alira tumpangi tengah melaju dengan cepat. Dan Akhirnya......
Bruuuakkkkkkkkk.
Mobil itu pun terpelanting lalu diikuti dengan kobaran api yang menyala disekitar mobil.
Orang-orang yang ada disekitar kejadian pun berbondong-bondong meramaikan mobil itu dan melihat bagaimana keadaan korban kecelakaan itu.
Tidak berapa lama. Sebuah mobil polisi dan mobil ambulance pun datang ditempat kejadian setelah seseorang menelponnya.
Ninuninuninung.
Beberapa mobil ambulance kembali datang setelah beberapa saat.
Riuh. Itulah yang terdengar ditelinga Alira. Alira yang sempat membuka matanya merasakan sesak di dadanya yang teramat sakit.
"Anakku!" Lirih Alira.
Beberapa orang pun mengangkat tubuh Alira beserta beberapa orang lainnya yang ada didalam kecelakaan itu. Dan membawa mereka secepat mungkin menuju rumah sakit.
Dirumah sakit.
Kairo berlari dengan sekuat tenaga menuju ruang operasi.
Nampak Mama Rosa beserta keluarga lainnya sudah menunggu lebih dulu disana.
Suasana begitu mengkhawatirkan sekarang. Wajah kecemasan terlihat begitu nyata di wajah mereka masing-masing.
"Bagaimana keadaan Alira sama anak ku ma" Ucap Kairo cepat. Bahkan deraian air matanya sudah lebih dulu meluruh di pipinya.
__ADS_1
"Belum tau nak. Dia masih ditangani oleh Dokter" Jawab Mama Rosa.
Krekkkkk.
Pintu dibuka.
Kairo dengan cepat menghampiri Dokter itu.
"Bagaimana keadaan istri saya dok" Tanya Kairo dengan antusias.
Dokter itu nampak menghela nafas berat.
"Maafkan kami tuan. Nona Alira sudah tidak bisa tertolong. Benturan dikepalanya terlalu kuat, serta jahitan bekas operasi kemarin juga terbuka sehingga membuat Nona Alira kehilangan banyak Darah" Jelas Dokter itu.
"Alira!" Teriak Mama Rosa histeris. Bahkan tangis semua orang pun mulai pecah disana. Termasuk Aliya dan juga Reihan.
Kairo berlari masuk kedalam ruangan. Nampak sosok wanita yang ia cintai itu sudah ditutupi dengan kain putih polos disana.
"Alira. Bangunlah Alira! Aku tidak mau kau tinggalkan begitu saja" Tangis Kairo pun pecah memenuhi ruangan itu.
"Kenapa kau meninggalkan aku. Kenapa" Kairo merasa tidak berdaya. Bahkan ia masih memeluk istrinya dengan tubuh yang gemetar. Bahkan jiwanya seakan pergi bersama Sang kekasih yang sudah lebih dulu pergi.
Suara tangisnya pun terdengar sangat memilukan. Tidak kuasa untuk melepaskan tubuh itu dari pelukannya.
Semua orang pun menatap Kairo dengan sendu. Rasanya baru kemarin mereka bercanda gurau bersama Alira. Namun siapa sangka? Umur tidak ada yang tau sampai kapan ia akan tetap bernafas.
"Selamat jalan kak. Semoga kamu tenang disana" Batin Aliya.
******
__ADS_1
Di pemakaman.
Alira pun dimakamkan disebuah pemakaman keluarga. Dimana ia dimakamkan bersama sang ayah tercinta.
Kairo tidak kuasa menahan tangisnya. Sesak? itulah yang ia rasakan disaat melihat sang istri sudah berada di liang lahat.
"Jika saja aku tau hari ini adalah hari terakhirku bersamamu. Maka aku tidak akan mau melepaskan pelukan ku untukmu sayang" Batin Kairo.
Matanya yang merah serta kelopak mata yang sudah membengkak. Membuat Kairo terkesan seperti seorang pria yang lemah.
Sementara itu, seseorang tersenyum licik penuh kemenangan disana. Melihat keluarga Anggara menderita bukanlah sesuatu yang biasa terlihat. Dengan membunuh salah-satu keluarga tercinta adalah cara Jitu untuk melumpuhkan seseorang.
"Penderitaan baru saja dimulai!" Ucapnya dengan seringai membunuhnya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...