
"Sudah agak baikan" Jawab Alira. Dengan hadirnya dua keponakan kembar yang lucu dihadapan nya, membuat Mood Alira semakin membaik. Apalagi ini adalah keponakan kesayangan nya Aldo dan Alvin.
Beberapa hari kemudian.
Alira sudah diijinkan pulang kerumahnya. Beserta seorang bayi perempuan yang sangat cantik didalam gendongan Kairo.
"Anak papa! Kamu lucu banget sih" Ucap Kairo gemas seraya terus menepuk pelan tubuh bayinya agar tertidur pulas.
"Sayang. Kamu lagi ngapain?" Tanya Alira yang baru kembali ke kamar bayinya seraya membawa sebotol susu formula ditangannya.
"Gak. Cuma mau lihat bayi kita aja!" Kairo berjalan mendekati Alira.
"Mas berangkat kerja dulu ya!" Sambung Kairo lagi seraya mengecup mesra kening istrinya.
"Iya hati-hati mas" Jawab Alira seraya tersenyum manis.
Kairo pun berlalu setelahnya.
"Maaf non, ada seorang wanita mencari nona. Katanya mau melamar bekerja sebagai baby sitter" Jelas Bik Inah yang baru masuk kedalam kamar bayi.
"Iya bik. Tolong jagain Keisha ya!" Bik Inah mengangguk seraya tersenyum senang.
"Iya non" Jawabnya menyetujui.
Diruang tamu.
Nampak seorang wanita dengan anggun sedang duduk di sofa panjang diruang tamu.
"Maaf ya lama menunggu. Oh ya, kenalin saya Alira. Pemilik rumah ini" Ucap Alira seraya menyapa. Alira langsung menduduki bokongnya di sofa dengan saling berhadapan dengan wanita itu.
__ADS_1
"Tidak apa buk. Saya Jijah buk" Jawabnya sopan.
"Baik. Mana CV kamu?" Wanita itu langsung menyerahkan CV beserta beberapa berkas lainnya sebagai pelengkap untuk melamar pekerjaan.
Alira pun mulai membuka berkas itu. Sebagai wanita yang berpendidikan, tentu saja Alira tau betul bagaimana mencari beby sitter yang handal untuk anaknya.
"Ohh jadi sebelumnya kamu juga kerja dirumah sakit?" Ucap Alira disela keheningan.
"Iya buk" Jawabnya.
"Kenapa lebih memilih bekerja sebagai Beby Sitter dibanding bekerja dirumah sakit?" Tanya Alira lagi.
"Bekerja menjadi beby sitter lebih menjanjikan untuk saya buk. Lagi pula saya juga menyukai anak kecil, jadi saya mencintai pekerjaan saya" Jawabnya mantap.
Setelah beberapa saat mengobrol. Akhirnya Alira membuat keputusan.
"Baik buk. Terimakasih banyak" Jawabnya sopan.
"Mulai besok kamu sudah boleh bekerja dan pindah kesini. Dan ingat! Bawa barang-barang mu juga ya!" Ucap Alira mengingatkan.
"Baik buk"
Keesokan harinya.
Jijah sudah berada didepan rumah Alira. Pagi-pagi sekali ia sudah berangkat menuju rumah Alira.
"Pagi buk" Sapa Jijah kepada Alira yang berada didapur yang sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi" Jawab Alira singkat.
__ADS_1
"Bik. Tolong antar Jijah ke kamarnya ya!" Lanjut Alira.
"Baik non" Bik Inah berlalu, lalu membawa Jijah kesebuah kamar khusus pembantu.
Walaupun sebutannya kamar pembantu. Namun desain serta besar kamar itu melebihi dari kata bagus. Bahkan dikalangan rakyat biasa, itu sudah merupakan kamar yang terbagus yang pernah mereka lihat dan dapat miliki.
"Pagi tuan!" Seru bik Inah kepada Kairo. Kairo hanya membalas dengan mengangguk pelan seraya terus berjalan menuju meja makan.
"Itu suaminya ibuk ya bik?" Tanya Jijah penasaran.
"Iya. Kamu masih gadis kan. Jangan dekat-dekat sama tuan ya! Nona Alira itu tidak menyukai jika ada seorang wanita yang ingin mendekati suaminya. Bisa-bisa celaka lah itu wanita" Bisik bibi kepada Jijah. Jijah hanya mengangguk pelan seraya mendengarkan ucapan bik Inah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...
__ADS_1