Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Keraguan


__ADS_3

Secepat kilat Kairo segera menoleh ke arah suara itu.


"Alira?" Lirih Kairo dengan mata yang tidak berkedip.


Kairo perlahan berdiri. Namun tatapan matanya seakan tidak berpaling lagi dari wanita itu.


Seketika kristal beningnya meleleh begitu saja.


"Alira aku sangat merindukan mu!"


Tanpa menunggu, Kairo langsung meraih wajah wanita itu yang dia sebut dengan Alira. Lalu memeluknya dengan erat tanpa ingin melepaskan nya lagi.


Wanita itu tertegun. Dirinya hanya bisa mematung merasakan tubuhnya yang di peluk oleh pria asing yang tidak ia kenal sama sekali.


"Alira. Selama bertahun-tahun aku selalu merindukanmu. Aku kesepian, dan aku sangat menderita tanpa dirimu. Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi" Ucap Kairo yang sudah menangis dan masih memeluk wanita itu.


"Maaf. Anda siapa?"


Mendengar perkataan wanita itu. Kairo sedikit terdiam, bola matanya yang merah seakan bertanya-tanya.


Kairo langsung melepaskan pelukannya, "Kau tidak mengenali ku?" Tanya Kairo memastikan.


"Maaf. Aku tidak mengenali anda. Aku baru saja datang dari desa dan mencari pekerjaan di kota. Tapi sekarang aku tersesat, karena seseorang sudah mencuri tas pakaianku. Dan alamat rumah paman ku ada di sana" Ungkap wanita itu dengan begitu polosnya.


Kairo sedikit diam, menatap wajah wanita itu dengan sangat dalam. Ia baru tersadar, bahwa beberapa tahun yang lalu ia sudah mengubur istrinya yang sudah meninggal.


"Wanita ini sangat mirip dengan Alira. Apa Alira punya kembaran? Tapi rasanya tidak mungkin, karena Alira tidak pernah bercerita apapun. Lalu siapa wanita ini?" Batin Kairo yang terus menatap wanita itu dengan penuh tanya.


"Ahh maaf. Aku terlalu terbawa emosi. Wajahmu sangat mirip dengan almarhum istriku yang sudah meninggal. Jadi aku pikir kau adalah istriku. Sekali lagi aku minta maaf. Kalau boleh tau siapa namamu?" Tanya Kairo.

__ADS_1


"Oh begitu. Anda pasti sangat mencintai beliau. Saya turut berduka atas kehilangan anda. Perkenalkan nama saya Tasya" Ucap Wanita itu sopan.


"Nama saya Kairo. Dan ini Keisha anak saya" Balas Kairo.


"Hai Keisha. Kami lucu banget" Sapa Tasya gemas.


"Terimakasih" Balas Keisha.


"Oh ya. Kalau boleh tau kamu cari pekerjaan apa? Kebetulan saya lagi mencari seseorang untuk mengasuh anak saya di rumah. Kasihan Keisha sendirian dan tidak ada teman. Apa kamu bersedia?" Tawar Kairo.


Tasya terlihat begitu ragu, antara mau dan juga takut. Sebagai seorang wanita, ia tidak boleh mempercayai sembarang orang. Apalagi baru kenal.


"Apa dia orang jahat? Aku takut jika aku mempercayainya dan dia malah menjual ku seperti yang ada di film-film itu" Batin Tasya ragu.


Kairo nampak menatap Tasya, "Kenapa? Kamu takut?" Tanya Kairo yang memang mengerti akan apa yang Tasya pikirkan.


"Tidak. Hanya saja,,,,,,,"


Tasya menatap wajah Keisha yang nampak begitu menggemaskan baginya. Entah kenapa, Tasya merasa ia sangat bahagia melihat wajah Keisha.


"Baiklah. Saya mau" Ucap Tasya kemudian.


"Ayo. Saya bawa kamu kerumah saya" Ajak Kairo.


"Pa? Tante Tasya mau tinggal bersama kita?" Tanya Keisha.


"Iya sayang. Yuk kita ajak tante kerumah kita!"


"Asyik. Keisha ada teman dong" Ucap Kesha kegirangan.

__ADS_1


Tasya hanya tersenyum melihat tingkah Keisha.


Mereka semua pun pergi menuju parkiran mobil.


"Pa. Aku mau duduk di belakang ya bersama tante Tasya" Pinta Keisha.


"Iya sayang. Yuk naik"


Kairo pun membuka pintu mobil belakangnya. Mempersilahkan Tasya dan Keisha untuk masuk.


Tasya melihat mobil mewah yang Kairo miliki. Tasya merasa sedikit tidak enak hati, karena berpikir yang tidak-tidak tentang Kairo.


"Ternyata dia memang orang kaya. Setidaknya aku sedikit lega karena aku pikir, Kairo adalah orang jahat yang ingin menjual ku kepada Bandit atau semacamnya" Batin Tasya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2