
Tidak menunggu beberapa lama, dua buah garis merah muncul di alat itu.
"Selamat ya nona, nona positif hamil. Sebentar lagi nona akan menjadi seorang ibu" Dokter Risa memberikan selamat.
"Alhamdulilah" Alira memuji syukur dengan mengusap kedua tangannya ke wajahnya.
"Kalau begitu, ini obat yang harus nona minum ya. Ini ada vitamin yang harus diminum dua kali sehari, pagi dan malam. Dan ini obat untuk meredakan mual yang nona rasakan, minum dua kali sehari juga. Dan yang terakhir kalsium, tiga kali sehari ya. Diminum sampai habis ya, setiap bulan harus rutin cek up ke Dokter" Ucap Dokter Risa.
"Baik dok" Balas Alira ramah.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya. Beristirahat lah yang cukup, jaga asupan makan yang bergizi cukup ya. Semoga sehat hingga lahiran tiba" Ucap Dokter Risa lagi dengan senyuman manisnya.
Dokter Risa pun berlalu pergi dari kamar Alira.
Krekkk
Pintu kamar terbuka.
Semua mata tertuju pada Dokter Risa, seakan meminta penjelasan tentang penyakit Alira.
"Selamat ya Kairo, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah" Dokter Risa langsung memberikan penjelasan dengan memberikan selamat kepada Kairo.
"Apa? Ayah? Maksud kamu Alira hamil?" Tanya Kairo memastikan bahwa pendengarannya tidak salah.
"Benar, Nona Alira sedang hamil muda. Diharapkan untuk menjaga kondisinya dengan asupan makanan yang cukup serta istirahat yang cukup" Jelas Dokter Risa.
"Kairo, sebentar lagi kamu akan punya bayi" Ucap Aliya yang juga terharu mendengar kabar bahagia ini.
"Iya aku akan menjadi seorang ayah" Kairo sedikit menetes air mata kebahagiaan.
__ADS_1
Ia langsung berlari masuk menghampiri Alira, Dokter Risa juga berpamitan kepada Reihan dan Aliya setelah Kairo masuk kedalam kamar.
Didalam kamar,
Kairo memeluk erat tubuh Alira dengan sedikit mencium kening Alira dengan lembut.
Rasa bahagia yang tidak terbendung, ia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya sekarang akan menjadi seorang ayah.
"Selamat ya kak, kakak sebentar lagi akan menjadi seorang ibu" Ucap Aliya.
"Iya Aliya, terimakasih" Balas Alira.
"Sebaiknya kakak disini saja dulu, kakak harus menjaga kesehatan dan beristirahat dengan cukup" Ucap Aliya lagi.
Alira sedikit menoleh ke arah Kairo, seakan meminta jawaban kepadanya, karena segala keputusan Kairo lah yang berhak atasnya.
"Baiklah Aliya, besok baru kami akan kembali ke rumah"
Aliya berjalan menuju dapur, menyiapkan beberapa buah-buahan segar untuk Alira kakaknya.
"Sudah cukup" Aliya meletakan beberapa buah mangga, semangka, dan juga anggur yang sudah ia kupas kulitnya.
"Bik, jus nya sudah siap apa belum" Teriak Aliya kepada Bik Ina yang sedang sibuk membuat jus alpukat yang diminta oleh Aliya.
"Sebentar lagi non" Balas Bik Ina.
Aliya sedikit menunggu dengan duduk di kursi yang ada di dapur.
"Non, ini jus nya" Bik Ina mengulurkan segelas jus Alpukat yang begitu menyegarkan.
__ADS_1
"Terimakasih ya bik" Ucap Aliya ramah dengan senyuman manisnya.
Aliya menata buah-buahan yang telah ia siapkan kedalam nampan serta segelas jus Alpukat yang ia letakan disisi kanan nampan.
"Non, biar bibik yang bawa" Ucap Bik Ina menawarkan diri untuk membantu.
"Gak usah bik, Aliya bisa sendiri kok" Tolak Aliya.
"Lagian ini gak berat kok bik" Sambung Aliya lagi meyakinkan Bik Ina.
Begitulah Bik Ina, walaupun dirinya hanya sebatas pembantu rumah tangga, namun dirinya sudah menganggap Aliya dan Reihan sebagai keluarga nya sendiri.
Begitupun dengan Aliya dan Reihan, baginya bik Ina merupakan sosok seorang ibu yang begitu sempurna.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
__ADS_1
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...