Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Kematian Tiara 1


__ADS_3

Tidak beberapa lama, Sekertaris Wahyu pun kembali datang ke ruangan kerja Kairo.


"Tuan" Seru Sekertaris Wahyu, dengan sedikit melirik wajah Kairo yang terlihat sangat marah.


"Kumpulkan semua pengawal, dan penjagaan semakin diperketat. Aku akan pergi keluar. Ingat, jaga Alira dan jangan sampai dia terluka walau seujung kuku pun" Ucap Kairo penuh penekanan.


"Baik tuan"


Sekertaris Wahyu hanya bisa mengiyakan dan melaksanakan tugas yang diberikan tanpa bertanya apapun. Melihat dari ekspresi wajah Kairo yang khawatir, tentu ini adalah masalah yang serius, jadi ia mengurungkan niatnya untuk bertanya. Walaupun ia sendiri merasa sangat penasaran.


Di halaman rumahnya, semua pengawal sudah berkumpul sesuai arahan Kairo.


Kairo berdiri tepat didepan para pengawalnya, serta melipat kedua tangannya didepan dadanya dengan wajah yang serius.


Para pengawal hanya diam dengan tubuh yang tegap serta pandangan lurus kedepan, tanpa berani berbicara ataupun hanya sekedar bergerak.


"Mulai hari ini hingga seterusnya, kalian akan ditugaskan untuk menjaga rumah ini dengan keamanan yang ketat. Misi utama kalian adalah untuk menjaga nona Alira, jangan biarkan siapapun masuk kerumah ini jika aku sedang pergi. Dan jangan biarkan siapapun keluar dari rumah ini, termasuk Alira ataupun pembantu dirumah ini. Ingat, jangan sampai Alira terluka sedikit pun jika tidak maka nyawa kalian sebagai gantinya. Kalian mengerti" Ucap Kairo dengan lantang penuh penekanan.


"Baik tuan" Jawab para pengawal itu serempak.


"Baiklah, untuk masalah tugas kalian selanjutnya akan diarahkan oleh sekertaris Wahyu" Sambung Kairo lagi.


"Siap tuan" Sekali lagi mereka menjawab dengan serempak.

__ADS_1


Kairo memberi kode kepada sekertaris Wahyu, dengan sedikit melirik Sekertaris Wahyu untuk memberikan tuga selanjutnya kepada pengawalnya.


"Pastikan rumah ini aman, jika Alira bertanya katakan padanya bahwa aku sedang pergi keluar" Ucap Kairo, dan Sekertaris Wahyu hanya mengangguk mengiyakan dengan sedikit memberi hormat kepada Kairo.


Kairo pun berlalu pergi dari sana dengan menggunakan mobil sport miliknya.


Sesampainya di sebuah markas miliknya, Kairo sedikit mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam menuju ruangan medis khusus di markas itu.


Ruang medis itu serta dokter hebat disana memang sengaja Kairo siapkan, guna bila sewaktu-waktu rekan kerjanya mengalami cidera atau terluka untuk menghindari musuh yang sedang berhadapan dengannya.


Didalam ruang medis, Kairo sudah berada didalam ruangan itu dengan tatapan tajamnya mengarah kepada para pengawalnya serta detektif yang bertugas disana.


Para detektif dan pengawal disana hanya menunduk takut akan kemarahan Kairo.


"Apa kalian tau, satu kesalahan saja, bisa membuat istriku celaka" Sambung Kairo lagi dengan aura yang masih membara serta suaranya menggelegar.


Semua orang bergidik ngeri melihat kemarahan Kairo, dan tidak berani menatap Kairo sehingga mereka hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Maaf tuan, ini semua karena kecerobohan saya. Saya pikir dia tidak akan melakukan hal sebodoh ini" Ucap Angela.


Dari banyaknya detektif serta pengawal disana, hanya Angela yang paling menonjol dan berani dalam berbicara.


"Apa maksudmu?" Tanya Kairo

__ADS_1


"Menurut pemeriksaan dokter, kemungkinan Tiara bunuh diri, karena dokter menemukan racun yang tertanam di bibirnya. Bila sewaktu-waktu ia dalam hal yang mendesak, maka ia akan membunuh dirinya tanpa dicurai. Kami juga sudah memeriksa rekaman cctv, dan didalam rekaman itu tidak ada hal yang mencurigakan, dan semuanya beraktivitas dengan tugas masing-masing. Semua ini adalah kesalahan saya tuan, saya yang telah lalai menjaga Tiara" Jelas Angela dengan tegas.


Meredam kemarahan Kairo mungkin bukanlah solusinya, namun dengan keberanian yang Angela miliki dia harus mengakui kesalahannya serta berani mengambil resiko. Apapun itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2