Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Penangkapan 6


__ADS_3

"Maafkan aku Kairo, sebenarnya aku menyesal menikah denganmu" Balas Alira, Hardi tersenyum puas disana kala mendengar perkataan Alira.


"Sudah-sudah, Kairo kamu sudah mendengar bukan. Alira lebih memilih aku dari pada kamu" Ucap Hardi dengan gayanya yang sombong.


Kairo menjadi lunglai, kakinya terasa berat dan bibirnya menjadi kelu. Wajah keputusannya begitu terlihat di wajah Kairo.


Sementara itu, Reihan hanya tersenyum tipis melihat aksi yang Kairo lakukan. "Sungguh pria yang sangat dramatis, Akting Kairo memang patut di acungkan jempol. Aku jadi mengingat masa lalu ku, kala dulu Kairo berpura-pura menjadi kekasih Aliya istriku demi untuk membuatku cemburu" Batin Reihan tertawa geli.


"Sayang" Ucap Kairo dengan begitu lirih, suara serak-serak basah nya seakan menunjukan bahwa dirinya adalah laki-laki yang lemah dan tidak berdaya tanpa Alira.


"Kemarilah sayang" Sekali lagi Hardi membujuk Alira untuk lebih dekat.


Alira mulai berjalan lebih dekat, Hardi mulai merasa begitu senang. Usahanya untuk mendapatkan Alira tidaklah sia-sia.


"Kairo sekarang" Teriak Alira.


Kairo dengan cepat memutarkan tubuhnya kebelakang dengan sigap menangkap lengan Hardi.


Hardi mulai gelagapan, dan berusaha untuk menghindar dari Kairo.


Namun usaha Hardi untuk menghindar sudah sia-sia, Kairo yang begitu cekatan dalam bergerak kini sudah memborgol tangan Hardi dari belakang dan berhasil membekukan Hardi.


"Lepaskan aku" Teriak Hardi dengan terus memberontak.

__ADS_1


"Alira sayang tolonglah aku sayang" Pinta Hardi kepada Alira dengan wajah memelas.


"Maafkan aku Hardi, kamu pantas dihukum atas segala kesalahan yang telah kamu perbuat" Balas Alira


"Aku tidak melakukan kesalahan apapun" Balas Hardi.


"Tidak Hardi, biar aku perjelas kan lebih jelas kepadamu" Ucap Alira dengan sedikit menggantungkan kalimatnya.


"Dua puluh tahun yang lalu bukankah kamu sudah memiliki seorang istri, dan istrimu sedang mengandung seorang bayi waktu itu. Kami sudah menemukan dimana dia berada saat ini. Dan 5 tahun yang lalu, istrimu itu meninggal dengan mengidap penyakit kanker dan meninggalkan seorang putri"


"Lalu dimana putriku" Hardi langsung memotong perkataan Alira.


"Putrimu bernama Tiara, dulu dia adalah anak yang baik namun karena obsesinya yang terlalu besar kepada Kairo sehingga membuat dia lupa diri dan memilih jalan yang salah. Dan lebih mengejutkan lagi, putri mu itu bekerja dengan ayahnya sendiri yaitu kamu Hardi"


"Tenang dulu Hardi, aku belum selesai berbicara. Tiara merubah wajahnya dan juga identitas aslinya, dia adalah Melisa" Balas Alira.


"Apa? Melisa? Anakku?" Ucap Hardi dengan wajah bingungnya.


"Benar Hardi, Melisa adalah anak mu" Ucap Reihan membenarkan.


"Melisa anakku, anak yang kucari selama ini. Tetapi aku sendiri yang telah membunuh anakku dengan tanganku sendiri tanpa aku sadari" Hardi tergeletak tidak berdaya, tubuhnya seakan lemas tiada daya.


Wajahnya dipenuhi air mata penyesalan yang tidak termaafkan oleh dirinya sendiri. Tangannya adalah saksi bisu dari kekejaman serta kesalahan yang telah ia perbuat. Bahkan tubuhnya yang kotor telah menodai kesucian anaknya sendiri. Apakah kesalahan itu akan termaafkan.

__ADS_1


"Anakku" Hardi menangis terisak disana. Putus asa dan rasa bersalah yang teramat dalam, itulah yang ia rasakan.


"Lihatlah ini, bukankah wajah Melisa yang asli begitu mirip dengan ibunya" Alira memberikan sebuah foto Melisa yang asli.


Hardi menatap Foto itu dengan seksama, ia semakin merasa bersalah, ternyata memang benar Melisa atau biasa disebut Tiara begitu mirip dengan almarhum istrinya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2