Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Mengantar Kairo


__ADS_3

Ya, Kairo merupakan sahabat Aliya sejak Aliya menjadi korban kekerasan Reihan dahulu. Dan ia tau betul, bahwa Aliya juga menderita karena ibu tirinya sejak itu. Dan selalu merindukan ibu kandungnya yang ia tau bahwa ibu nya sudah meninggal.


"Buk, ini kamar ibu sekarang ya" Aliya menunjukan sebuah kamar dengan luas yang begitu besar untuk ibunya.


Mata buk Wati berkaca-kaca, menatap kamar yang sekarang ia tempati.


"Nak, kamarnya besar sekali. Apa tidak kebesaran untuk ibu?" Tanya buk Wati.


"Gak kok buk. Ibu istirahat aja dulu ya. Aliya mau ke kamar anak-anak dulu. Nanti kalo ibu butuh sesuatu panggil aja bik Inah ya Bu! Atau panggil aja suster" Ucap Aliya.


Buk Wati mengangguk mengiyakan, dan berbaring ditempat tidur nya dengan dibantu oleh Aliya.


Diruang keluarga,


Nampak Reihan dan Kairo masih duduk disana sembari berbincang-bincang.


"Kairo, apa kamu sudah mendengar mengenai preman yang ingin membunuh mu tempo hari" Tanya Reihan dengan serius.


Kairo menanggapi dengan wajah yang serius pula, "Belum, aku juga belum sempat memerintahkan Haikal dan Angela untuk menyelidiki mereka" Balas Kairo.


"Kalau begitu, bagaimana kalau besok kita ke kantor polisi dan mengintrogasi mereka secara langsung" Ucap Reihan memberi usulan.


"Boleh juga, aku juga ingin tau motif mereka yang sebenarnya dan siapa dalang dari ini semua" Balas Kairo mengiyakan.


"Aku pergi dulu ya. Alira pasti menunggu ku dirumah. Besok hubungi saja aku" Ucap Kairo lagi. Dengan tergesa-gesa.


"Kairo tunggu" Teriakan Reihan berhasil membuat Kairo menghentikan langkahnya.


"Aku akan mengantarmu" Ucap Reihan kemudian.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa sendiri" Tolak Kairo.


"Kamu baru saja keluar dari rumah sakit, bagaimana jika preman itu kembali lagi menyerangmu? Sebaiknya aku mengantar mu, agar kau selamat sampai tujuan" Ucap Reihan memaksa.


"Baiklah, terserah kamu saja" Balas Kairo pasrah.


"Sebentar ya, aku menemui Aliya dulu"


Kairo mengangguk.


Sementara itu, Reihan menuju lantai atas dengan sedikit berlari kecil untuk menemui istrinya.


Setelah beberapa saat, Reihan kembali dengan baju yang sudah ia ganti.


Mereka berdua pun pergi dengan dua buah mobil yang ditemani beberapa orang pengawal dibelakangnya.


"Gak mampir?" Tanya Kairo yang sudah berada diluar mobil.


"Gak deh, aku langsung pulang ya. Kamu jaga kesehatan, dan jangan pergi kemana-mana dulu sebelum kasus preman itu selesai dipecahkan" Saran Reihan.


"Kamu khawatir sama aku?" Tanya Kairo dengan sedikit senyuman tipisnya.


"Hanya sedikit" Balas Reihan malu. Sebenarnya, Reihan sangat jarang menunjukan perhatian nya dengan kata-kata, walaupun itu kepada Kairo. Namun kali ini ia harus mengingatkan Kairo, karena tidak ingin terjadi hal yang buruk lagi kepada Kairo.


"Baiklah, thank ya" Balas Kairo.


Mobil Reihan pun kembali melaju, meninggalkan rumah mewah yang dihuni oleh adik sepupunya itu.


Ditengah perjalanan,

__ADS_1


Reihan melihat sebuah gerobak pinggir jalan yang menjual martabak.


Ia menepikan mobilnya, dan berniat untuk membelikan Aliya martabak, karena Aliya begitu menyukai martabak.


Setelah membayar martabaknya, Reihan tidak sengaja melihat sesosok perempuan yang hendak dilecehkan dipinggiran jalan yang gelap diujung sana.


Awalnya Reihan tidak mau peduli, namun hatinya mendorong dirinya untuk menolong wanita itu.


Bruuakkkkkk


Sebuah tendangan Reihan layangkan kepada seorang pria yang hendak memperkosa wanita itu, sehingga pria itu tersungkur dengan kasar kedepan.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2