Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Tes DNA


__ADS_3

"Begini saja, bagaimana jika kita melakukan tes DNA. Jika ibu terbukti adalah ibunya Aliya, maka kami akan mempertimbangkan kembali nanti" Ucap Kairo menengahi.


Mereka semua pun menyetujui saran dari Kairo.


"Aliya, boleh aku memelukmu" Pinta Buk Wati dengan wajah memelas.


Aliya menoleh kepada Reihan, nampak Reihan mengangguk pelan, lalu Aliya kembali menatap buk Wati. Sebenarnya dia senang, jika ibunya ternyata masih hidup. Namun dia tidak bisa mempercayai seseorang begitu saja tanpa adanya bukti.


Aliya mendekati buk Wati dan memeluk tubuh buk Wati, buk Wati begitu senang, sehingga dia menitikkan air mata kebahagiaan. Sudah puluhan tahun ia berpisah dengan anaknya. Tanda lahir, dan juga nama ayah Aliya sudah meyakinkan dia bahwa Aliya adalah anaknya.


Acara kunjungan pun menjadi berantakan, mereka yang awalnya datang berkabung ke rumah buk Wati, kini berubah canggung. Suasana disana menjadi dingin.


Buk Wati nampak menatap Aliya dengan tatapan rindu yang menggebu. Dia ingat betul, anak yang dulu masih berumur 4 tahun yang ia tinggalkan seorang diri.


Tidak beberapa lama, semua persiapan sudah siap, beberapa mobil pun sudah siap didepan rumah buk Wati.


Mereka pun berangkat dengan mobil yang berbeda. Termasuk buk Wati. Bukan tidak ingin, namun sepertinya Aliya nampak syok mendengar pengakuan Buk Wati yang mengatakan bahwa Aliya adalah anak kandungnya.


Mobil mereka semakin membelah jalan raya yang semakin ramai, menuju rumah sakit ternama yang merupakan rumah sakit milik keluarga Anggara.


Tidak berapa lama, dengan kecepatan tinggi, kini mereka sudah sampai dirumah sakit. Mereka saling memarkirkan mobilnya dengan rapi.


Beberapa Dokter datang menyambut kedatangan Reihan beserta keluarga.

__ADS_1


"Tuan," Seru salah satu Dokter disana dengan sedikit membungkuk memberi hormat.


Buk Wati menatap kagum kepada Reihan, ternyata suami Aliya bukanlah orang sembarang. Begitulah pikir buk Wati.


"Silahkan tuan" Seorang Dokter kembali mempersilahkan Reihan untuk masuk kedalam terlebih dahulu, sebelum melakukan pemeriksaan. Dokter-dokter itu memang sudah tau apa yang harus mereka lakukan, karena Kairo sudah lebih dulu memberitahu perihal kedatangan mereka kesana.


Reihan dan Kairo sengaja memilih rumah sakit keluarga Anggara, karena mereka tidak ingin adanya penipuan tentang memanipulasi data nantinya.


Walaupun buk Wati nampak seperti orang baik, mereka tidak akan semudah itu percaya. Karena mereka seringkali kecewa karena terlalu percaya dengan seseorang.


"Tuan, ruangan periksa sudah siap. Nyonya Aliya dan buk Wati dipersilahkan masuk" Ucap Dokter itu lagi.


Aliya dan buk Wati pun akhirnya masuk secara bersamaan, namun dengan penanganan Dokter yang berbeda. Kali ini, mereka melakukan tes DNA dengan menggunakan Darah.


Sebelum dilakukan tes di ruang laboratorium, Aliya dan buk Wati dipersilahkan untuk keluar dan menunggu diluar terlebih dahulu.


"Sayang, apa tanganmu sakit" Reihan dengan sangat perhatian memegang tangan Aliya yang diambil darahnya.


"Gak apa-apa kok, aku baik-baik saja" Balas Aliya.


Tidak berapa lama, seorang Dokter keluar dari dalam ruangan.


"Tuan, kami sudah mengambil sampel nona Aliya dan juga Buk Wati. Mungkin ini memerlukan waktu 2 hari untuk mengetahui hasilnya, nanti akan saya kabari lagi jika hasilnya sudah keluar" Jelas Dokter itu.

__ADS_1


"Baik Dokter, lakukan yang terbaik. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun mengenai hal ini" Tegas Reihan.


"Baik tuan" Balas Dokter itu lagi.


Kami pun berlalu pergi dari sana, dan beberapa pengawalnya mengantar buk Wati kerumahnya.


Sementara itu, Reihan, Aliya, Alira dan Kairo kembali kerumah Reihan untuk membahas masalah ini disana.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2