Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Cara Alira


__ADS_3

Tika hanya mengangguk seraya melihat kepergian Kairo yang semakin menjauh.


Tatapan yang begitu dalam dari mata Tika, entah apa yang dia rencanakan, hanya dialah yang tau.


,,,,,,,********


Kring


Kring


Seseorang menelpon dari balik mobil hitam yang ada didepan kantor Kairo.


"Halo"


"Halo nona, wanita itu menemui tuan Kairo lagi. Namun kali ini wanita itu menemui tuan di kantornya" Seorang pengawal, atau sebut saja seorang yang Alira percayai, yang Alira tugaskan untuk memantau dan mengikuti aktivitas Kairo selama diluar tanpa sepengetahuan Kairo.


Amarah itu mulai bergemuruh, dan senyum itu kembali hilang tanpa arah.


"Baiklah, cari tahu dimana rumah wanita itu dan gali informasi tentangnya" Titah Alira dengan suara yang tegas.


"Baik nona" Balas pengawal nya itu.


Disebuah kamar dengan nuansa klasik kesukaan Alira, Alira nampak masih duduk disebuah bangku dengan menghadap cermin dimeja riasnya.


Wajah dingin yang begitu mencekam, seakan sudah siap menerkam siapa saja.


Ia nampak mengepalkan geram sebelah tangannya, "Awas saja jika wanita itu menginginkan lebih kepada Kairo, dia tidak tau berhadapan dengan siapa saat ini" Ucap Alira geram.


Sore harinya, nampak mobil Kairo sudah berada di halaman rumah. Itu tandanya bahwa Kairo sudah pulang bekerja.

__ADS_1


Kairo nampak menautkan kedua alisnya, menatap sebuah rumah yang sekarang ini singgahi. Rumah yang nampak berbeda, dengan semua pengawalnya yang nampak tidak terlihat disana.


Biasanya, setiap dirinya datang, akan ada pengawal yang menyambutnya. Namun kali ini tidak satupun pengawal yang bergerak dari tempatnya untuk menghampiri mobil Kairo.


"Ada apa dengan kalian, kalian ingin dipecat" Ucap Kairo kepada kedua pengawalnya yang berjaga didepan pintu.


"Maaf tuan, ini perintah nona Alira" Jawab salah satu pengawalnya dengan gelagapan.


Kairo sedikit mengernyitkan dahi, "Alira, apalagi yang dia rencanakan kali ini" Ucap Kairo dengan sudah berjalan masuk kedalam rumah untuk menghampiri Alira.


Kairo langsung menuju kamar, karena pasti Alira ada disana.


Kairo membuka pintu itu dengan sedikit kasar, namun langkahnya x ini tiba-tiba saja berhenti disaat matanya memandang sesuatu yang tidak biasa.


Alira berjalan dengan gayanya yang menggoda mendaki Kairo.


Lebih tepatnya, Kairo terpana akan sesuatu yang Alira pakai sehingga menambah penampilan Alira yang terlihat menggoda. Yaitu baju tidur transparan yang menampakan seluruh tubuhnya dengan begitu indahnya.


"Sayang, kenapa kau begitu agresif seperti ini?" Tanya Kairo dengan senyuman manisnya.


"Apa kau tidak ingin?" Tanya Alira.


"Tentu saja aku ingin, sangat ingin melahap nya sekarang" Ucap Kairo sedikit berbisik di telinga Alira, yang membuat Alira sedikit terkekeh kecil.


"Jika wanita lain dan bukan aku yang seperti ini didepan mu, apa kamu juga akan tergoda olehnya?" Tanya Alira dengan manja.


"Tentu saja tidak sayang, aku hanya ingin kamu" Jawab Kairo.


"Benarkah? Aku tidak percaya itu" Jawab Alira.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita lakukan sekarang, aku sudah tidak tahan" Ucap Kairo.


"Tidak semudah itu" Alira melepaskan rangkulannya dan berlari menjauh dari Kairo.


Kairo memegang tangan Alira dan menarik nya, sehingga Alira berbalik dan terpental di pelukan Kairo.


"Hanya kamu wanita yang bisa menggodaku, dan hanya kamu wanita yang bisa membuatku kecanduan akan belaian mu" Ucap Kairo yang sudah memeluk tubuh Alira.


Alira tersenyum senang, dan mereka pun larut didalam sentuhan yang memabukkan.


Malam yang panjang pun kembali dimulai.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2