Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Cara menghadapi calon pelakor


__ADS_3

Kairo menautkan kedua alisnya, "Kartu nama? Aku tidak memberikannya padamu waktu itu" Balas Kairo


"Benar, kau tidak memberikannya padaku. Tapi kamu meninggalkan ini" Tika memberikan sebuah dompet kepada Kairo.


"Jadi kamu yang,,,," Belum sempat Kairo menjawab, kata-kata nya sudah dipotong.


"Jadi, dompet ini ketinggalan dirumah sakit. Maaf ya aku membukanya dengan lancang, aku hanya ingin mencari alamat rumah mu dan mengembalikan dompet ini. Cuman, sudah beberapa hari ini aku tidak pernah di ijinkan masuk kesini atau bertemu denganmu" Ucap Tika yang sudah memotong ucapan Kairo.


"Ohh begitu, terimakasih ya sudah mau mengembalikannya. Aku pikir, aku tidak akan menemukan dompet ini lagi. Ini adalah dompet yang sangat beharga untukku, karena ini peninggalan dari almarhumah ibu angkat ku" Balas Kairo dengan perasaan begitu senang.


"Sepertinya kamu begitu menyayanginya" Balas Tika dengan wajah kagumnya.


"Hmm, iya. Ohh ya, silahkan duduk dulu"


"Bik, buatkan air minum untuk Tika" Titah Kairo kepada pelayannya.


Tika duduk disebuah bangku panjang, dengan berhadapan dengan Kairo.


Sebuah senyuman manis selalu Tika berikan kepada Kairo, dan Kairo hanya tersenyum tipis.


"Kamu tinggal sendiri disini?" Tanya Tika.


"Tidak, dia tinggal berdua denganku" Balas seseorang yang baru datang kesana. Dia adalah Alira.


Tika nampak tertegun, pasalnya Alira datang secara tiba-tiba.


Kairo menoleh ke arah suara, "Sayang, kenapa keluar" Kairo menghampiri Alira dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


Tika nampak menatap tidak suka, wajahnya berubah menjadi cemberut kala melihat Kairo begitu mengkhawatirkan wanita yang tidak ia kenal itu.


"Aku begitu gerah didalam kamar, sayang dia siapa?" Tanya Alira dengan gayanya yang manja.


"Aaa, dia" Ucapan Kairo terpotong.


"Saya temannya Kairo" Balas Tika memotong ucapan Kairo.


"Teman? Aku tidak tau jika kamu mempunyai teman perempuan sayang" Tanya Alira.


"Apa teman sekolahmu?" Sambung Alira lagi.


Dengan gayanya yang elegan, Alira duduk di sebuah kursi depan Tika dengan membawa Kairo juga duduk disana.


"Sayang, dia itu wanita yang aku tolong beberapa minggu yang lalu. Dia mengembalikan dompet aku yang ketinggalan dirumah sakit" Jelas Kairo.


Tika nampak hanya tersenyum kecut, namun Alira masih menatap Tika dengan mata yang tajam.


"Sayang, apa kamu tidak ingin memperkenalkan aku kepada Tika?" Tanya Alira yang sudah menggelayut manja di lengan Kairo.


"Iya, iya. Tika kenalin ini Alira istri saya" Ucap Kairo.


Seketika Tika menganga tidak menyangka, "Ternyata dia adalah istrinya, aku pikir tadi dia hanya pacarnya. Dan aku bisa saja untuk membuat Kairo berpaling dari nya. Tapi aku lihat-lihat, Kairo begitu menyayangi wanita itu" Batin Tika.


"Tika?" Seru Kairo kesekian kalinya, seketika Tika terperanjat.


"Apa kau baik-baik saja" Tanya Kairo lagi.

__ADS_1


"Ahh, aku baik-baik saja" Balasnya dengan wajah yang sudah memerah karena malu.


"Kalau begitu aku kembali ke rumah dulu, karena ibu pasti menungguku disana" Ucap Tika berpamitan dengan gerak yang terburu-buru.


"Ahh, Baiklah. Salam untuk ibumu ya" Balas Kairo ramah.


"Permisi" Ucap Tika, dan Kairo hanya sedikit mengangguk dengan sedikit tersenyum tipis.


Alira hanya tersenyum licik, melihat kepergian Tika dengan bersilang tangan didada. Alira tau betul bagaimana cara menghadapi seorang wanita yang kecentilan dengan suaminya.


"Dia pikir, aku akan berdiam diri melihat dirinya mendekati suamiku" Batin Alira.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2