Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Kabar gembira


__ADS_3

Alira dibawa ke kamar oleh Kairo.


Aliya yang nampak begitu khawatir juga mengikuti Kairo mengantar Alira kedalam kamar.


Tidak berapa lama setelah Alira beristirahat di dalam Kamar, seorang Dokter cantik datang, yang tidak lain adalah Dokter Risa.


"Pagi semuanya" Dokter Risa sedikit menyapa semua orang yang ada disana, semua mata menatap Dokter Risa yang baru sampai.


Nampak ekspresi yang ditunjukan semua orang adalah kecemasan.


Terlebih lagi Kairo, Kairo nampak tidak berhenti untuk mengelus rambut Alira. Segurat kecemasan yang berlebihan begitu nyata di wajah Kairo.


"Risa, cobalah kamu periksa Alira. Dia selalu muntah-muntah sejak tadi, lihatlah tubuhnya menjadi lemah seperti ini" Ucap Reihan mencoba menjelaskan keadaan Alira.


"Aku periksa dulu ya, kalian boleh keluar dulu" Ucap Dokter Risa.


Aliya dan Reihan mengangguk, "Ayo Kairo" Ajak Aliya.


"Apa aku juga harus keluar, aku suaminya. Aku tidak ingin keluar" Bantah Kairo.


"Kairo, jika kamu disini kamu akan mengganggu pekerjaan Dokter Risa. Alira akan baik-baik saja, percayalah padaku" Balas Aliya dengan sedikit penekanan.


Kairo nampak tidak rela meninggalkan Alira, walaupun hanya sekejap. Namun langkahnya yang terlihat terpaksa mengikuti perkataan Aliya menunjukan bahwa ia setuju untuk keluar terlebih dahulu.


Setelah semua orang keluar, Dokter Risa mulai duduk di didekat Alira dengan meletakan tas medis yang biasa ia bawa untuk mengobati pasiennya.


"Saya periksa dulu ya" Ucap Dokter Risa dengan ramah.


Dokter Risa mengeluarkan sebuah alat Stetoskop, yang biasa para Dokter gunakan sebagai Alat yang berfungsi untuk mendengarkan suara dari dalam tubuh, salah satunya untuk mendengar suara detak jantung dan mendeteksi kelainannya.

__ADS_1


Dokter Risa mulai memeriksa diberbagai bagian tubuh Alira, seperti dada, dan perut.


Segurat senyuman manis dibibir Dokter Risa, Alira menjadi bingung dengan tatapan penuh tanya. "Kenapa dokter itu tersenyum setelah memeriksa ku?" Batin Alira.


Setelah selesai memeriksa, Dokter Risa kembali membuka tas nya dan mengambil sebuah buku.


Beberapa pertanyaan Dokter Risa ajukan pada Alira.


"Apa Nama lengkap nona?"


Dengan ragu Alira menjawab, "Alira Sania Mirza" Balas Alira.


"Nama suami King Kairo. Kapan terakhir haid?" Tanya Dokter Risa lagi.


Alira nampak mengingat-ingat, "Saya lupa Dok" Jawab Alira.


"Tidak tau kenapa saya merasa sangat mual, pusing dan akhir-akhir ini saya sering sekali tidur mungkin efek kepala saya yang sering sakit. Terkadang, disaat saya mencium aroma-aroma sesuatu yang tidak saya sukai bisa menyebabkan saya ingin muntah" Jelas Alira.


"Baik, sekarang nona pergi ke kamar mandi dan masukan urin nona kedalam wadah kecil ini" Perintah Dokter Risa.


"Tunggu, menyuruh memasukan urin kedalam ini? Sebenarnya saya sakit apa" Tanya Alira bingung.


"Begini nona, kemungkinan besar nona sedang hamil. Untuk memastikannya lagi, nona harus memasukan urin kedalam wadah ini untuk di tes lagi" Jelas Dokter Risa.


"Apa? Saya hamil Dok?" Tanya Alira dengan wajah bahagianya.


"Iya nona, sebaiknya kita tes lagi ya" Ucap Dokter Risa.


Tanpa menunggu lama, Alira langsung menuju kamar mandi untuk mengeluarkan urin nya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Alira keluar dari kamar mandi dengan membawa wadah yang sudah berisi urin.


Dokter Risa memakai sampul tangan yang terbuat dari plastik, dan mengeluarkan sebuah alat berbentuk panjang dan memasukan sebagian alat itu kedalam wadah itu dalam beberapa menit.


Setelah selesai, Dokter Risa sedikit menggoncang alat itu dan meletakan disebuah meja kecil samping tempat tidur Alira.


Tidak menunggu beberapa lama, dua buah garis merah muncul di alat itu.


"Selamat ya nona, nona positif hamil. Sebentar lagi nona akan menjadi seorang ibu" Dokter Risa memberikan selamat.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2