
Sebelum itu, Dokter sudah memberitahu tentang keadaan Keisha kepada Reihan dan Aliya. Namun mereka ingin! dengan adanya Keisha akan membuat Kairo kembali seperti dulu dan semangat dalam menjalani kehidupan nya.
Sesampainya dirumah sakit.
Mereka menemui Dokter terlebih dahulu sebelum menemui Keisha.
"Keadaan Bayi Keisha sekarang sudah jauh membaik. Luka-luka yang ada ditubuhnya juga sudah mengering dan akan sembuh sebentar lagi. Tidak ada hal yang serius untuk bayi Keisha dan dia sudah bisa dibawa pulang hari ini" Jelas Dokter.
Aliya tersenyum senang, begitupun dengan Reihan dan juga Buk Rosa.
Namun tidak pada Kairo. Kairo nampak masih murung dan tidak terlalu memperhatikan akan apa yang Dokter katakan barusan mengenai kondisi Keisha, anaknya.
"Boleh kamu membawanya sekarang dok?" Tanya Aliya antusias
"Tentu saja. Mari saya antar ke ruang rawat bayi" Kata Dokter itu menyetujui.
Mereka pun pergi keruang rawat bayi yang memang di khususkan dan tidak sembarang orang bisa masuk kesana selain petugas kesehatan.
Seorang perawat yang menjaga dan mengurus Keisha pun keluar. Nampak Keisha begitu tenang didalam dekapan wanita itu.
"Keisha!" Seru Aliya senang, lalu meraih Keisha dengan cepat masuk kedalam pelukannya.
Aliya mencium Keisha dengan gemas, sedikit air matanya tumpah begitu saja. Mengingat sosok kakak yang sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini.
"Kairo ini anakmu. Sadarlah Kairo, dia membutuhkan kamu!" Ucap Aliya seraya menyodorkan Keisha kedalam pelukan Kairo.
__ADS_1
Kairo yang awalnya termenung, kini matanya beralih kepada Keisha yang sudah berada didalam pelukannya.
"Kairo ini anakmu!" Kata Buk Rosa mengingatkan Kairo.
Berbagai memori kenangan pun muncul didalam pikirannya. Sosok bayinya yang amat dia sayang itu mengingatkan dia akan pesan Alira terakhir kali yang ia sampaikan kepada Kairo.
"Tetaplah kuat, dan jaga anak kita sampai akhir hayat mu"
Mata Kairo kembali sembab, ia menangis dengan pilu seraya memeluk bayinya.
"Maafkan ayah nak karena tidak bisa menjaga ibumu dengan baik. Ayah bersalah, ayah bersalah" Ucap Kairo disela tangisannya.
Semua mata menatap Kairo dengan perasaan kasihan.
Siapapun tidak akan sanggup jika berada di posisi Kairo. Kehilangan seorang istri yang sangat ia cintai dan menyisakan malaikat kecil yang akan selalu mengingatkan dia akan Alira yang sudah meninggal.
"Aku tidak sanggup Rei. Aku tidak sanggup" Ucap Kairo berulang kali dengan deraian air mata yang semakin deras.
Seketika Kairo terdiam, disaat tangan mungil Keisha menyentuh pipi Kairo seraya menatap Kairo dengan begitu polosnya.
Kairo merasa begitu luluh akan bayi yang ada didalam gendongannya itu. Seakan Keisha mengerti akan kesedihan sang ayah saat ini.
"Anak ku" Ucap Kairo dan kembali meluruhkan air matanya dan memeluk tubuh anaknya dengan erat. Seakan tidak ingin melepaskan nya kembali.
Aliya, buk Rosa dan Reihan pun juga ikut menangis melihat adegan yang menyedihkan seperti ini.
__ADS_1
Setelah semuanya semakin tenang, Reihan membawa semua keluarganya pulang. Termasuk juga Keisha, tentu dengan sudah mengurus administrasi di rumah sakit itu.
Tidak berapa lama, Mobil yang Reihan kendarai kini terparkir didepan halaman rumah Kairo.
Aliya turun dari mobil seraya menggendong Keisha setelah Reihan membukakan pintu.
"Mama!" Seru Alvin dan Aldo senang. Kala mendapati mamanya sudah pulang. Ya, kini Aldo dan Alvin sudah berumur 2 tahun lebih setelah kelahiran Keisha. Dan mereka juga sudah mulai bisa berbicara.
"Tunggu sayang mama. Mama lagi gendong dedek bayi nih. Harus baik ya! Jadi anak baik dan nurut sama mama" Ucap Aliya lembut kepada kedua anaknya yang ingin memeluk dirinya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...