
"Kamu boleh pergi sekarang" Ucap Kairo, Sekertaris Wahyu pun sedikit menunduk memberikan hormat sebelum pergi meninggalkan Kairo disana.
Kairo kembali melihat berkas itu lagi, dengan sedikit menyunggingkan senyuman manis dibibirnya.
Keesokan harinya, setelah sekian lama, seperti biasa Kairo akan beraktivitas seperti sedia kala.
Yaitu pergi kekantor, untuk mengurus beberapa proyek yang sempat dia tinggalkan beberapa hari yang lalu.
"Sayang, kamu hati-hati dirumah ya. Jangan khawatirkan masalah kantormu, aku akan mengurus semuanya" Ucap Kairo sebelum berangkat kekantor, sembari mencium pucuk rambut Alira.
Alira hanya tersenyum manis, dengan berdiri untuk mengantar Kairo sampai ke depan rumah.
"Usss, Ussss, jangan kemana-mana!! Ingat harus tetap beristirahat, jangan mengantar ku kedepan, tetaplah disini! Aku tidak ingin kamu dan anakku nanti akan kecapekan" Kairo kembali menyuruh Alira untuk duduk di sofa panjang yang ada di kamarnya.
Seulas senyuman manis muncul dibibir Alira, dengan kepala yang tergeleng-geleng.
"Aku berangkat ya, ingat makan yang banyak biar anak kita sehat!" Ucap Kairo lagi mengingatkan, semenjak Alira hamil, Kairo menjadi lebih cerewet dari sebelumnya, bahkan melebihi seorang wanita yang sedang hamil.
Alira mencium pucuk tangan Kairo, sebelum Kairo berangkat ke Kantor.
Kairo sudah masuk kedalam mobil miliknya, seperti biasa Kairo akan menyetir mobil itu sendiri, karena dirinya begitu kurang suka jika ada sopir bersamanya.
Sesampainya di kantor, Kairo kembali terperangah oleh sosok seseorang yang berdiri didepan kantornya, seperti menunggu seseorang.
Ya, dia adalah Tika.
__ADS_1
"Darimana dia tau ini kantorku?" Ucap Kairo didalam hatinya. Namun, tanpa rasa ingin tau, Kairo berjalan saja menuju kantornya yang sudah ada Tika didepan nya.
Tika nampak tersenyum senang melihat kedatangan Kairo.
Seorang pria dengan pakaian rapi berjaz silver yang begitu tampan, dengan bibir yang tipis serta poster tubuh yang menggoda. Itulah yang Tika lihat saat ini.
"Hai" Sapa Tika.
"Iya, ada apa Tika? Apa ada masalah?" Tanya Kairo dengan gayanya yang santai.
"Gak, aku cuma ingin melamar pekerjaan disini" Balasnya.
"Pekerjaan? Disini tidak menerima karyawan lagi" Balas Kairo.
Nampak Tika menunjukan wajah kecewanya, disertai sedikit murung.
"Aku ingin bekerja untuk membantu ibu dan membantu perekonomian ibu, aku sudah tidak tau lagi harus mencari pekerjaan kemana, tolonglah aku Kairo! Aku benar-benar membutuhkan pekerjaan, ibu adalah seorang wanita yang tidak memiliki suami, semenjak dia sakit tidak ada lagi yang dapat kami harapkan selain mencari pekerjaan" Jawab Tika dengan sedikit menyeka air matanya yang tumpah.
Kairo nampak merasa iba, dengan tatapan penuh rasa kasihan kepada Tika.
"Baiklah, aku bisa menerima mu bekerja disini. Kalau boleh tau, kamu tamatan apa" Tanya Kairo.
Tika menyunggingkan senyuman, "Tamatan SMA" Ucapnya dengan girang.
"Besok kamu sudah boleh bekerja, namun di bagian OB ya? Gak apa-apa kan?"
__ADS_1
Nampak Tika tidak terlalu senang akan pekerjaan yang dia dapatkan dari kantor Kairo, sebenarnya ia malah berharap lebih dari pada sekedar OB disana.
"Baiklah, apapun itu aku menerimanya" Balas Tika dengan rasa penuh keterpaksaan.
"Kalau begitu, saya masuk dulu ya. Masih banyak pekerjaan didalam" Ucap Kairo berpamitan.
Tika hanya mengangguk seraya melihat kepergian Kairo yang semakin menjauh.
Tatapan yang begitu dalam dari mata Tika, entah apa yang dia rencanakan, hanya dialah yang tau.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
__ADS_1
jangan lupa vote, like dan komen ya.
🌺 Selamat membaca🌺