
"Boleh. Tapi lihat jadwal saya dulu ya, apakah saya ada keluar apa nggak minggu ini" Jawab Alira. Jijah tersenyum senang, "Baik buk" Jawabnya.
*****
"Sayang. Kamu akhir-akhir ini sering pergi dan pulangnya juga larut. Kenapa?" Tanya Alira penasaran yang sedang duduk di bibir kasurnya sembari memandang suaminya yang sedang berkemas.
"Ada masalah dikantor Reihan. Beberapa karyawan pentingnya dibunuh secara tragis. Jadi mas akan memeriksa kasus ini" Jawab Kairo masih dengan kegiatannya memakaikan baju kemejanya.
"Kenapa emangnya mereka dibunuh?" Tanya Alira penasaran.
"Itu yang belum diketahui. Mas akan memeriksa kasus itu. Kamu hati-hati dirumah ya. Jangan pergi kemana-mana selagi aku gak ada" Ucap Kairo mengingatkan.
"Baik. Kamu hati-hati ya mas" Jawab Alira balik mengingatkan.
Setelah kepergian Kairo. Alira beranjak untuk melihat anaknya dikamar sebelahnya.
"Jijah? Kamu lagi ngapain?" Ucap Alira diambang pintu. Menatap Jijah dengan penuh selidik.
"N-nggak buk. Non Keisha sepertinya sakit perut, jadi aku memberikannya obat" Balas Jijah gelagapan.
"Benarkah? Tadi Keisha baik-baik saja" Balas Alira. Lalu berjalan mendekati anaknya dan melihat keadaan anaknya apakah benar yang dikatakan Jijah barusan.
"Tidak mencret kok. Kayaknya Keisha baik-baik saja" Batin Alira curiga. Alira kembali berdiri setelah memeriksa popok bayinya.
"Kamu beri obat apa Jijah?" Ucap Alira.
Jijah nampak berkeringat dingin. Hal itu membuat Alira semakin merasa aneh akan gelagat Jijah.
Alira masih menatap Jijah penuh selidik, seraya menunggu Jijah mengatakan obat apa yang ia beri kepada Keisha anaknya.
"Ini buk" Jijah memberikan sebotol sirup obat sakit perut khusus bayi.
Alira mengambil obat itu dan membaca keterangan yang ada di botol itu.
"Ya sudah. Kalau Keisha sakit lagi segera hubungi aku. Jangan memberikannya sembarangan obat" Jawab Alira setelah benar-benar memastikan bahwa itu benar-benar obat sakit perut.
__ADS_1
"Baik buk" Jawab Jijah.
Alira pergi ke ruang tengah setelah memastikan anaknya aman.
Jijah nampak menyeringai. Lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
Dengan cepat Jijah memberikan benda itu ke mulut Keisha.
15 menit kemudian.
Owekkk Owekkk Owekkk
Terdengar suara bayi menangis dengan sangat lantang.
Alira berlari gelagapan menghampiri anaknya.
"Ada apa Jijah?" Tanya Alira khawatir.
"Gak tau buk. Bayi Keisha tiba-tiba nangis begini" Jawab Jijah. Masih menggendong bayi Keisha.
"Baik buk" Jawab Jijah.
Mereka pun beranjak dan membawa sang Bayi Keisha kerumah sakit dengan menggunakan mobil dengan ditemani dua orang pengawal.
Namun sebelum itu, Alira langsung menelpon Kairo.
Tutttt
Tutttt
Terdengar suara handphone menyambung. Namun tidak kunjung diangkat oleh Kairo.
"Duhh. Kairo lagi ngapain sih" Decah Alira kesal.
"Jalan aja cepat" Titah Alira kepada pengawalnya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama. Alira dan pengawalnya beranjak menuju rumah sakit.
Bayi Keisha terus menangis. Hal itu membuat Alira semakin khawatir kepada Bayinya.
"Bawa mobilnya lebih cepat lagi!" Teriak Alira.
"Tapi buk. Kita sudah berada dengan kecepatan maksimal" Jawab Sopir itu.
"Tambah kecepatannya!" Teriak Alira tidak mau tau.
Tanpa berpikir panjang. Sopir itu langsung menambah kecepatan mobilnya.
Setelah sudah berada setengah jalan.
"Awassss" Teriak pengawal yang ada didepan.
Sopir itu kehilangan kendali. Sebuah truk tangki minyak menyalip disaat Mobil yang Alira tumpangi tengah melaju dengan cepat. Dan Akhirnya......
Bruuuakkkkkkkkk.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...