Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Penangkapan 2


__ADS_3

Karena daerah yang mereka datangi merupakan daerah yang jauh dari pusat keramaian, maka mereka bisa lebih leluasa dalam bergerak tanpa menghebohkan orang-orang sekitar.


Kairo mengayunkan tangannya, serta menunjuk kearah samping kanannya dengan memberi kode huruf V pada kedua jarinya.


Anak buahnya mengangguk dan langsung mengerti dengan arahan Kairo. 50 orang membagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok kearah kiri dan satu kelompok lagi kearah kanan. Mereka berpencar menjadi dua bagian yang mengepung dari sisi depan gerbang.


Dengan gerakan cepat, mereka kini sudah pada posisi masing-masing.


"Akhhh" Kairo yang bersembunyi dibalik dinding sisi kiri dengan cekatan ia menarik salah satu anak buah Hardi yang berjaga didepan tanpa di ketahui oleh yang lainnya.


Satu orang anak buah Hardi kini sudah tidak sadarkan diri. Dengan langkah seribu, Kairo masuk kedalam melalui gerbang depan dengan langkah yang sengaja ia percepat.


Setelah menyelesaikan satu orang lagi yang ada didalam, Kairo memberi kode kepada anak buahnya untuk masuk.


Sebuah rumah yang ukurannya seperti gedung, nampak sepi dan tidak banyak penjaga disana.


Kairo melihat satu persatu penjaga yang ada disana. Ia merasa curiga, kenapa gedung ini nampak begitu sepi? Begitulah pertanyaan yang muncul dibenaknya.


"Cek, 125. Ganti" Kairo memegang sebuah alat yang terpasang di daun telinganya.


"Iya tuan. Ganti" Sebuah suara terdengar dari alat itu, yang merupakan salah satu pemimpin yang bernama Haikal.


"Apa kalian sudah ada di posisi" Tanya Kairo melalui alat itu.


"Sudah tuan, semua aman terkendali" Balas Haikal.

__ADS_1


"Baik, sekarang kita serbu secara bersamaan" Perintah Kairo.


"Baik tuan"


Mereka semua pun sudah mengepung rumah itu, yang ditempati oleh Hardi dengan menutup semua sudut sisi setiap penjuru rumah agar tidak ada yang kabur.


Sebuah senjata pun sudah siap ditangan masing-masing dari mereka.


"Serbu" Kairo memencet sebuah tombol peringatan yang terpasang ditangan nya, dan itu akan menimbulkan sedikit getaran ditangan masing-masing anak buahnya, sebagai tanda bahwa waktu penyerbuan sudah tiba.


Semua anggota Kairo pun keluar dari persembunyian mereka, dengan menodongkan senjata mereka kearah lawan.


"Ada musuh" Seorang musuh berteriak kala menyadari keberadaan anak buah Kairo.


Duududurrrrr Duududurrrr Duududurrrrr


Pertempuran senjata pun dimulai, dengan penuh kewaspadaan dan kemampuan yang tidak diragukan lagi. Kairo berjalan menyusuri lorong serta menembak siapapun yang menghadangnya.


Tidak lupa juga perlindungan dari anak buahnya yang siap mengikuti dari belakang.


King Kairo, seorang detektif handal. Serta penembak jitu yang tidak terkalahkan.


Satu persatu anak buah dari Hardi berkurang dan tumbang ditempat.


Kairo masih berjalan dengan santainya, dengan kewaspadaan yang masih terjaga. Ia berjalan masuk kedalam rumah dan menuju aula depan mencari sosok Hardi yang sejak tadi tidak keluar dari sarangnya.

__ADS_1


Kairo Kini menaiki anak tangga, menyusuri setiap ruangan dengan tetap menjaga kewaspadaannya bila sewaktu-waktu ada yang menyerangnya dari belakang.


Sesampainya diatas, Kairo mendapati sebuah ruangan yang sedikit terbuka. Tanpa mengurangi rasa penasaran nya, Kairo berjalan menuju pintu itu dengan langkah yang pelan serta senjata yang ia pegang tepat didepan dadanya.


Beberapa anak buahnya mengikuti langkah Kairo.


Kairo menendang pintu itu dengan kasar, serta senjatanya yang ia arahkan tepat didepannya.


Matanya membulat, dengan tatapan yang sulit di artikan.


Sebuah suara tepukan sukses membuat Kairo tersadar dari keterkejutannya, dan mengalihkan pandangannya menuju arah suara.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya.


🌺 Selamat membaca🌺


__ADS_2