Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Sebuah Rencana


__ADS_3

"Aku mengetahui semuanya, dan lebih parahnya lagi. Pembunuhnya adalah Hardi, dan aku mengetahuinya dari Hardi sendiri" Balas Alira


Keesokan harinya,


Pagi ini, Kairo bangun lebih awal. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, ingin rasanya cepat menyelesaikan masalah ini.


Sungguh Hardi membuatku selalu sibuk setiap harinya, tanpa memberikan jeda sedikitpun untuk ku. Begitulah hardik Kairo setiap kali mengingat nama Hardi Sanjaya.


Di meja makan, Alira melayani Kairo seperti biasanya. Setelah selesai makan seperti biasa, Kairo selalu melakukan apel pagi setiap sebelum pergi meninggalkan rumah. Guna memastikan keamanan rumah dan juga istrinya yang paling utama.


"Sayang aku pergi dulu ya, jangan keluar dari rumah" Kairo mengingatkan istrinya, sembari mencium lembut kening istrinya sebelum pergi dari rumah.


"Siap komandan" Balas Alira sembari tersenyum manis.


"Kamu ini ya" Kairo mencubit tipis hidung istrinya yang mungil, membuatnya begitu gemas. Sebelum ia benar-benar meninggalkan rumah.


Kalau bukan menyangkut keselamatan istrinya, Kairo benar-benar tidak ingin berlama-lama berada diluar rumah.


Pagi ini adalah awal baginya untuk membuka kedok Hardi, Kairo sudah tau bahwa masalah yang terjadi akhir-akhir ini karena ulah hardi.


Hal pertama yang harus ia lakukan adalah mencari keberadaan wanita yang Alira ceritakan padanya semalam. Lalu setelah itu baru ia akan memikirkan langkah selanjutnya untuk menangkap Hardi dan melumpuhkan segala organisasi yang sudah Hardi lakukan secara ilegal selama ini.


Sungguh berat, namun harus ia jalani.


Sesampainya di markas, Kairo masuk kedalam ruangan kerjanya. Ia melihat setiap gerak-gerik setiap pengawal yang ada disana. Saat ini dia belum bisa mempercayai mereka sepenuhnya.


Mengambil keputusan, tentu harus dengan pertimbangan yang benar-benar sudah matang.


"Tuan, semua orang sudah berada diruangan rapat" Ucap Angela yang baru masuk kedalam ruangan Kerja Kairo.


"Baik, pergilah dulu. Nanti saya menyusul" Balas Kairo.

__ADS_1


"Baik tuan" Angela sedikit menunduk memberikan hormat sebelum pergi meninggalkan Kairo.


Diruang rapat.


Semua orang kepercayaan Kairo sudah berkumpul disana. Tentunya orang-orang yang terpercaya dan benar-benar sudah teruji kesetiaannya.


Disana juga ada Reihan, yang datang membantu Kairo. Bagaimanapun Kairo adalah adik satu-satunya yang Reihan miliki, walaupun hanya sebatas adik angkat.


Kairo masuk kedalam ruangan, dengan membawa sedikit berkas yang akan ia bahas nantinya bersama rekan kerjanya.


"Kita mulai rapat ini" Kairo berdiri tepat didepan semua orang.


Kairo menjelaskan langkah-langkah kepada semua rekannya, yang sudah ia rancang sebelumnya.


Semua rekannya mendengarkan dengan seksama, dengan misi-misi yang sudah Kairo bagi tugasnya masing-masing.


"Baik, rapat ini selesai. Kalian boleh pergi dan menjalankan misi yang sudah saya jelaskan tadi" Ucap Kairo.


Kairo dengan senyuman manisnya.


"Bagaimana kabar mu?" Tanya Reihan.


"Seperti yang kamu lihat, aku sangat sibuk dan kelelahan akhir-akhir ini" Balas Kairo.


"Siapa sebenarnya Hardi itu" Tanya Reihan penasaran, Reihan memang belum mengetahui siapa sebenarnya Hardi itu. Karena semenjak Kairo menikah, masalah selalu saja muncul dan itu membuat Kairo sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk bercerita lebih banyak kepada Reihan atau Aliya.


"Hardi adalah kakaknya Heru" Ucap Kairo.


"Apa?" Reihan benar-benar terkejut, dan ia benar-benar tidak tau masalah Heru yang memiliki Kakak. Karena selama bersahabat dengan Heru, Heru tidak pernah bercerita tentang kakaknya.


"Aku awalnya juga terkejut, namun ternyata Alira sudah lebih dulu tau mengenai Hardi. Dan Hardi ternyata menyukai Alira, dan itu membuatku khawatir. Aku takut Hardi akan melakukan hal yang lebih dekat lagi dari ini. Itu sebabnya aku ingin kamu membantu ku" Jelas Kairo.

__ADS_1


Reihan memegang pundak Kairo dengan sebelah tangannya.


"Tenang lah, aku akan membantu mu. Jika seperti ini, sebaiknya kalian tinggal bersama kami saja dulu. Dan Alira tidak akan kesepian dirumah karena akan ada Aliya dan anak-anak yang akan menemani dia" Saran Reihan.


"Akan aku pikirkan, nanti aku akan hubungi kamu lagi" Balas Kairo.


"Baiklah, sekarang aku pergi dulu. Jangan khawatir, para anak buah ku akan membantu mu mencari wanita itu" Ucap Reihan.


"Iya, Terimakasih" Balas Kairo ramah.


Setelah mengantar Reihan sampai kedepan markas, Kairo kembali masuk kedalam setelah kepergian Reihan.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2