
"Dia,,,,,," Kairo bergumam, namun tatapan matanya memang menampakan keterkejutan akan wajah wanita itu.
"Ada apa tuan, apa tuan mengenalinya?" Tanya Haikal yang berada didekatnya.
"Dia adalah buronan polisi, yang kabur dua bulan yang lalu. Namanya Sarah" Balas Kairo.
"Apa kalian menemukan tempat persembunyian nya?" Tanya Kairo kembali.
"Tau tuan"
"Angela, hubungi polisi! Kita berangkat kesana, sebaiknya kita tangkap wanita murahan itu secepatnya" Ucap Kairo dengan geram.
Angela hanya mengangguk, dengan saling bertatapan dengan Haikal. Bagaimana tidak? Ini pertama kalinya mereka mendengar Kairo berkata kasar tentang seorang wanita.
Mereka semua pun berangkat menuju tempat persembunyian Sarah. Ya, itulah namanya. Sarah adalah seorang wanita yang dulu sempat menjebak Reihan, karena kelicikannya yang mengharuskan dirinya masuk kedalam penjara.
Namun selama dua bulan terakhir, Sarah sudah kabur dari penjara. Dan dia merupakan buronan yang dicari oleh polisi. Awalnya Kairo tidak terlalu peduli, tetapi dia tidak menyangka ternyata Sarah masih dendam kepadanya. Dan Kairo merupakan salah satu seseorang yang mengungkap kebusukan Sarah.
Tidak berapa lama didalam perjalanan, Kairo beserta anak buahnya sudah sampai di lokasi. Beberapa buah mobil polisi juga ada yang sudah berdatangan.
Nampak sebuah mobil hitam masih terparkir di depan rumah itu, itu tandanya bahwa Sarah masih berada didalam rumah.
Kairo memberi kode kepada anak buahnya, dengan ayunan tangan kedepan. Mereka semua berpencar dengan sedikit mengendap-endap, mengepung itulah yang mereka lakukan.
Polisi disana juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Kairo menendang pintu depan dengan kasar, sehingga pintu itu langsung terbuka. Pintu yang hanya menggunakan kunci biasa, sangat mudah bagi Kairo untuk membukanya.
Seketika, dua orang wanita terperanjat disana. Kala mendengar pintu didobrak dengan kasar, terlebih lagi mereka lebih terkejut kala mendapati Kairo sudah berada didepan pintu.
Ada kekecewaan yang terpancar dimata Kairo, saat melihat ternyata Tika juga bekerja sama dengan Sarah.
Dua wanita itu tidak lain adalah Tika dan juga Sarah. Mereka berdua berlari menuju pintu belakang, namun aksi kaburnya terhalang, karena sudah ada polisi dan anak buah Kairo yang menghadang disana.
"Cih, kurang ajar" Sarah mendecah kesal.
Sarah maju mendekati Kairo dengan mengeluarkan sebuah pistol, yang ia arahkan kepada Kairo.
Suara tembakan pun terdengar disana, Sarah benar-benar sudah gila, senekat itukah dia mendendam.
Untung saja kemampuan Kairo dalam bersenjata hingga menghindari tembakan lawan sudah tidak diragukan lagi kehebatannya, sehingga ia dengan mudah menghindari tembakan Sarah yang hanya terbilang baru memegang senjata dan tidak terlatih.
Kairo yang melihat itu mulai curiga, apa yang Sarah rencanakan kali ini.
"Menyerah lah Sarah, kamu tidak akan bisa kabur lagi" Ucap Kairo tegas.
"Tidak akan pernah Kairo" Balas Sarah.
Sarah berlari menuju Tika, dengan mengalungkan tangannya dileher Tika dengan menodongkan pistol nya kearah kepala Tika.
Tika begitu terkejut, "Sarah apa yang kau lakukan?" Tanya Tika gemetar.
__ADS_1
"Diam kamu, jika kamu bergerak aku akan membunuhmu" Balas Sarah, masih fokus memperhatikan langkah Kairo.
"Tetap di tempat Kairo, jika tidak akan aku bunuh Tika" Ancam Saran lagi.
"Ternyata kamu tidak berubah Sarah, bukankah dia temanmu, kenapa aku harus takut akan ancaman mu, siapa tau kalian bekerja sama lagi untuk mengelabui ku lagi" Ucap Kairo disana.
"Dia bukanlah temanku, dia hanyalah budak yang aku manfaatkan" Balas Sarah dengan tertawa puas disana.
Tika benar-benar tidak menyangka, ternyata Sarah begitu liciknya. Dan di baru sadar sekarang.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...