Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Bayi Keisha


__ADS_3

"Penderitaan baru saja dimulai!" Ucapnya dengan seringai membunuhnya.


Dikediaman Kairo.


Nampak semua keluarga berkumpul disana. Termasuk Aliya dan Reihan juga menginap disana.


Kairo berjalan dengan gontai menuju lantai atas. Wajahnya begitu pucat dan sendu, bahkan tidak terlihat seperti seorang Kairo yang pernah mereka kenal. Seorang Kairo yang penuh dengan canda tawa. Seorang Kairo yang selalu ceria. Semua itu seakan mati bersama Alira yang sudah meninggal.


"Aliya jangan!" Sergah Reihan kepada istrinya yang ingin menghampiri Kairo.


"Biarkanlah dia sendiri dulu. Kairo butuh waktu untuk menerima semua ini" Lanjut Reihan memberikan pengertian kepada Aliya.


Aliya dengan wajah sedihnya menatap Kairo dengan penuh kekhawatiran.


"Aku takut jika dia bunuh diri mas!" Tegas Aliya.


"Jangan Khawatir. Kairo tidak seperti itu. Dia bukanlah pria yang lemah! Percayalah! Biarkan dia sendiri dulu" Balas Reihan.


Aliya dengan pasrah mengurungkan niatnya. Dan berbalik badan menuju dapur untuk melihat persiapan makanan untuk disajikan malam ini.


********


Tiga Hari kemudian.


Kairo nampak masih mengurung dirinya didalam kamar. Tidak ada siapapun yang diperbolehkan masuk kesana.


Bahkan Kairo lupa. Masih ada Bayi kecil yang harus dia rawat dan Jaga.


Ya. Bayi Keisha selamat dan masih dalam perawatan dokter. Beruntung sang Ibu melindungi bayi nya dengan sekuat tenaga, sehingga Keisha bisa selamat dari kecelakaan maut itu.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Kairo boleh aku masuk?" Teriak Aliya dari luar.


Hening.


Tidak ada jawaban disana.


"Kairo? Jika kamu tidak ingin membukanya maka aku akan membukanya sendiri" Tegas Aliya.


"Pergilah Aliya! Aku tidak ingin diganggu" Terdengar samar Kairo menyahut dari dalam.


Aliya sedikit menghela nafas lega, "Ternyata dia masih hidup" Gumam Aliya.


Aliya mengambil kunci serap didalam kocek celananya. Lalu membuka pintu itu dengan perlahan.


Suasana kamar begitu gelap dan berantakan. Entah apa yang Kairo lakukan, namun menurut asumsi Aliya Kairo baru saja habis mengamuk. Sehingga barang-barang nya berceceran dimana-mana.


Aliya mendekati Kairo dan mulai duduk disana.


"Kairo!" Seru Aliya lembut. Nampak Kairo tidak menggubris nya dan terus diam.


"Dulu,,,,Sewaktu kami masih kecil. Kak Alira pernah berkata. Jadilah wanita yang kuat, jangan tunjukan air matamu kepada semua orang. Karena itu akan membuat musuh mu atau seseorang yang membencimu akan merasa menang akan penderitaan mu" Ucap Aliya.


"Apa kamu akan seperti ini terus?" Tanya Aliya kembali kepada Kairo. Nampak Kairo masih diam tidak berniat untuk menjawab.


"Ingatlah satu hal Kairo. Bayimu masih hidup. Dia adalah satu-satunya harta berharga yang kak Alira titipkan untukmu. Sadarlah! Bayi mu menunggu kehadiran ayahnya saat ini" Ucap Aliya lagi dengan sedikit menggoyang tubuh Kairo. Agar cepat sadar.


Kairo mengangkat wajahnya, tatapannya dan Aliya saling bertemu.

__ADS_1


Aliya tersenyum, "Bangunlah. Ayo kita jemput anakmu!" Ucap Aliya.


Kairo beranjak dari duduknya. Aliya menyisir rambut Kairo sebelum mereka keluar.


Nampak Reihan dan juga keluarga yang lainnya sudah menunggu diluar pintu kamar Kairo.


Kairo masih belum sepenuhnya bangun dari keterpurukannya. Namun ucapan Aliya telah menyadarkan dirinya dengan bahwa tanggung jawabnya sebagai ayah dan buah hasil cinta kasihnya bersama Alira masih ada di dunia ini.


Mobil pun melaju meninggalkan rumah Kairo.


Aliya, Reihan, Kairo dan mama Rosa sudah ada didalam mobil untuk menjemput sang Bayi Keisha kerumah sakit.


Sebelum itu, Dokter sudah memberitahu tentang keadaan Keisha kepada Reihan dan Aliya. Namun mereka ingin! dengan adanya Keisha akan membuat Kairo kembali seperti dulu dan semangat dalam menjalani kehidupan nya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2