
Bruuakkkkkk
Sebuah tendangan Reihan layangkan kepada seorang pria yang hendak memperkosa wanita itu, sehingga pria itu tersungkur dengan kasar kedepan.
Dua orang lagi yang sedang meregang wanita itu terdiam. Matanya tertuju kepada Reihan yang sudah menendang temannya.
"Kurang ajar" Dua pria itu melepaskan pegangannya kepada Wanita itu dan hendak menyerang Reihan.
Dua pria ingusan itu tidak tau siapa yang sedang mereka lawan saat ini. Mereka menyerang dengan sekuat tenaga. Reihan yang memang jago beladiri, tidak sulit baginya untuk melawan bocah ingusan itu yang sama sekali bukanlah lawannya.
Melihat kedua pria itu kalah, pria yang sempat Reihan tendang tadi begitu menggeram. Kepalan tangannya menunjukan bahwa ia siap untuk menghabisi Reihan saat ini juga.
Namun Reihan hanya menyunggingkan senyuman sinis, membuat pria itu semakin menggeram.
Pria itu menyerang Reihan dengan sangat brutal, bahkan ia dengan sangat licik menggunakan senjata untuk menyerang Reihan.
Pria itu seketika terdiam dengan mulut menganga, kala senjata yang ada ditangannya kini sudah beralih ke tangan Reihan.
Ya, serangan pria itu pun tidak mampu untuk menandingi kekuatan Reihan.
Reihan menunjukan senyuman menyeringainya, dan siap menyerang balik para bocah ingusan itu.
Dan benar saja, kini ketiga pria ingusan itu sudah babak belur karena serangan Reihan yang mematikan.
Ketiga pria itupun berlari terbirit-birit menjauh dari Reihan. Dan wanita yang sempat diperkosa itu berdiri mematung disana, dengan tubuh yang masih gemetar.
Wajahnya yang sembab serta pucat, membuat Reihan menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Pakailah ini, tutupi tubuhmu dan pulang sana" Ucap Reihan dingin. Reihan tidak habis pikir, wanita secantik itu harus berkeliaran ditempat seperti ini, wajar jika banyak laki-laki yang menginginkannya.
Wanita itu mengambil sebuah jaz yang Reihan lemparkan ke arahnya.
"Terimakasih" Ucap wanita itu lirih.
"Sebaiknya kamu segera pulang, tidak baik seorang wanita berkeliaran di jalan" Ucap Reihan lagi, namun wanita itu hanya diam sembari mengangguk pelan.
"Aish, sudah jam 10 lagi. Aliya pasti sudah tidur" Gerutu Reihan, Reihan sedikit berlari kecil menuju mobilnya.
Tidak lupa ia memerintahkan pengawalnya untuk mengantar gadis itu ke rumahnya dengan menggunakan mobil pengawal.
Sesampainya dirumah.
Reihan berjalan masuk kedalam rumah dengan membawa kantong kresek yang berisikan martabak yang ia beli dipinggir jalan.
"Dikamar anak-anak tuan" Jawab bik Inah sekenanya.
"Aliya belum tidur?" Tanya Reihan lagi.
"Belum tuan, sejak tadi den Alvin rewel. Kayaknya gak enak badan" Balas Bik Inah serius.
"Alvin sakit?" Ucap Reihan lagi, dengan sedikit khawatir.
"I-iy" Belum sempat bik Inah menjawab, Reihan sudah lebih dulu berlari menuju lantai atas untuk melihat kondisi anaknya.
Didalam kamar,
__ADS_1
"Al, Alvin sakit?" Tanya Reihan langsung, kala memasuki kamar.
Aliya sedikit menoleh dengan masih menggendong Alvin. "Iya, badannya sedikit panas. Tadi udah dikasih obat, tapi Alvin masih rewel juga" Jawab Aliya kemudian.
"Kok kamu gak hubungin aku" Tanya Reihan kesal.
"Ya, aku kira kamu lagi sibuk. Makanya aku gak hubungin. Lagian Alvin gak terlalu rewel kok, aku masih bisa mengurusnya" Jawab Aliya sekenanya.
Reihan hanya bisa menghela nafas panjang, "Kalau ada apa-apa, kamu harus hubungi aku cepat ya! Aku gak suka kalau kamu begini" Ucap Reihan mengingatkan.
"Iya, maaf" Balas Aliya singkat.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...