Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Suasana Genting 2


__ADS_3

Dengan tubuh yang masih di regang oleh para preman itu, sangat sulit bagi Alira untuk mendekati Kairo yang tergeletak di tanah.


Alira hanya menangis pilu disana, melihat ketidak berdayaan suaminya.


Para preman itu tertawa puas disana, melihat penderitaan dua orang kekasih ini yang terpisah dan tidak bisa saling melindungi.


"Kita apakan gadis ini?" Tanya salah satu preman disana, memandang mesum kepada Alira.


Alira mulai khawatir mendengar percakapan antar preman itu.


"Bagaimana ini, kemana kamu Reihan. Cepatlah datang kesini" Ucap Alira didalam hatinya.


Setelah sejenak berpikir, "Polisi, polisi" Teriak Alira dengan kencang, seketika para preman itu gelagapan dan melihat kearah teriakan Alira.


Alira sedikit tersenyum licik, dengan cepat ia menendang bawah ************ preman itu satu persatu dan berusaha kabur dari sana.


Tidak ada jalan lain lagi selain kabur dari sana dan meminta bantuan, dari pada diam dan menyaksikan aksi yang akan diluar nalarnya.


"Hei, jangan kabur" Teriak preman itu dan berusaha mengejar Alira.


Alira yang berlari terbirit-birit, dengan sekuat tenaga ia terus melajukan langkahnya.


Namun, dalam keadaan Alira yang masih hamil sangat mudah baginya kelelahan. Tidak seperti biasa sewaktu ia belum hamil, tenaganya kini jauh lebih lemah dari perkiraan nya sebelumnya.


Preman itu nampak tertawa puas kala melihat Alira terjatuh akibat tersandung batu.


Alira yang menangis, memohon agar tidak melukainya.


Namun para preman itu tidak menggubrisnya dan terus berjalan mendekati Alira dengan tawa kepuasan yang mereka berikan.

__ADS_1


Alira terus melihat kekiri dan kekanan untuk melihat sesuatu yang dapat ia gunakan untuk menyerang para preman itu, namun tidak ia temukan sama sekali.


Alira semakin khawatir, kala preman itu semakin mendekatinya dengan wajah yang seperti ingin memangsa dirinya.


Preman itu kembali ingin meregang tubuh Alira, namun sebuah suara menghentikan mereka.


"Jangan sentuh dia" Teriak seorang laki-laki dengan lantang disana.


Preman itu menoleh kearah suara dengan tatapan tajam.


"Jangan ikut campur, jika kamu tidak ingin mati" Ancam preman itu dengan sombongnya.


Alira tersenyum menyeringai, kala melihat Reihan disana.


Reihan terkekeh kecil dengan sedikit senyuman mengejek, yang membuat preman itu menggeram.


"Kalian tidak akan selamat ditangan Reihan" Batin Alira senang.


Disisi lain, Reihan masih berkelahi dengan begitu sengit nya. Reihan yang jago bela diri, tentu tidak sulit baginya untuk menumbangkan para preman itu.


Kini preman itu sudah di borgol oleh Reihan dan akan dibawa ke pihak yang berwajib oleh para pengawalnya.


Reihan yang sudah selesai dalam urusannya, dengan segera ia menghampiri Alira dengan sedikit berlari.


Nampak Alira sudah menangis disana, Reihan yang melihat itu ia segera berjongkok dan melihat kondisi Kairo.


Kairo sangat pucat, dengan bibir yang sudah membiru, serta nadi jantung nya yang tidak beraturan.


"Cepat kita bawa kerumah sakit sebelum terlambat" Ucap Reihan, Alira mengangguk mengiyakan dan membantu Reihan membawa tubuh Kairo kedalam mobil.

__ADS_1


Reihan sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kala sudah memasuki mobil.


Tanpa berpikir panjang, Reihan bahkan melewati lampu merah dengan cepat. Bahkan polisi sudah tidak bisa lagi mencegahnya, karena yang sedang Reihan bawa saat ini adalah seorang detektif terkenal dengan kecerdasan nya. Jadi polisi pun mengijinkannya kali ini.


Reihan sudah memarkirkan mobilnya kala sudah sampai kerumah sakit.


Reihan berteriak dengan sangat keras disana memanggil para dokter dan perawat untuk bergerak cepat.


Para perawat dan Dokter gelagapan, jala mendapati bahwa Reihan Anggara yang sedang berteriak dan bergegas mengambil tindakan.


Mereka yakin, jika seorang tuan Reihan seperti ini, menandakan sesuatu yang buruk sedang terjadi kepada seseorang yang ia cintai.


Terakhir kali sewaktu Reihan membawa Aliya kerumah sakit itu, Reihan dengan begitu tidak sabaran memerintahkan para Dokter itu untuk bergerak cepat dan mengancam mereka, jika terjadi sesuatu pada Aliya maka jabatan mereka menjadi taruhannya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2