Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Makan Malam


__ADS_3

Setelah selesai bersiap-siap, Kairo dan Alira pergi menuju rumah Aliya dan Reihan dengan menggunakan mobil sport milik mereka.


Sesampainya didepan sebuah rumah mewah bernuansa modern. Dua orang pengawal berlari kecil menghampiri mobil Kairo dan membukakan pintu mobil untuk mereka.


Alira dan Kairo keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah dengan bergandengan tangan.


Terlihat sangat romantis, dan serasi.


"Hei, kak" Seru Aliya. Aliya yang sedang menata makanan di meja makan menghentikan kegiatannya dan datang menghampiri Alira, kakaknya.


"Hei, Aliya. Dimana keponakan ku" Tanya Alira. Selalu saja seperti itu, Alira tidak akan melewatkan kesempatan untuk melihat kedua keponakannya.


"Ada dikamar kak, sama Bik Ina. Ayo kak duduk dulu, nanti aku panggilkan Reihan" Ucap Aliya, dan Alira hanya mengangguk sembari tersenyum manis.


Alira dan Kairo duduk disebuah bangku diruang keluarga. Sementara Aliya pergi untuk memanggil Reihan di kamar utama.


Krekkkk


Suara pintu dibuka, Reihan yang sedang membaca buku diatas kasur seketika menoleh ke arah pintu.


Aliya berjalan mendekati Reihan dengan senyuman manisnya, "Mas, Kak Alira sama Kairo sudah ada dibawah. Yuk kita kebawah dan makan malam bersama" Ucap Aliya, yang sudah duduk disamping Reihan dengan menggelayut mesra di bahu Reihan.


"Iya istriku sayang, yuk" Reihan beranjak dari duduknya dan berlalu pergi, dengan menggandeng tangan Aliya.


Reihan dan Aliya menuruni anak tangga dengan sangat mesra, tidak lupa canda dan tawa mengiringi langkah mereka.


Diruang keluarga,

__ADS_1


"Kairo, apa kabar" Reihan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Kairo berdiri dari duduknya dan membalas jabatan tangan Reihan, "Tentu saja aku baik-baik saja" Balas Kairo dengan senyuman manisnya.


"Mari kita makan dulu" Ajak Reihan, Kairo dan Alira serta Aliya pergi menuju meja makan.


Mereka duduk dengan saling berhadapan, Reihan dan Kairo duduk bersampingan, tentunya dengan sudah berhadapan dengan pasangan masing-masing ya.


"Silahkan dimakan, Alira makanlah. Jangan malu-malu, anggap saja rumah sendiri" Reihan mempersilahkan mereka untuk makan.


"Terimakasih" Alira hanya tersenyum senang, dan mengambil makanan untuk dirinya dan juga Kairo.


Begitupun dengan Aliya, yang juga menyiapkan makanan untuk Reihan.


Mereka semua makan, dengan saling berbincang-bincang mengenai banyak hal. Mulai dari masalah perusahaan, hingga keseharian pengantin baru tentunya. Serta tidak lupa, Reihan sedikit menggoda kedua pengantin baru itu.


"Bagiamana Kairo, apa kamu sudah mencetak gol dimalam pertama" Tanya Reihan, Kairo hanya meringis dengan sedikit tersenyum tipis.


"Mas, kamu ini bicara apa sih" Aliya selalu bisa membaca ekpresi dan tingkah Kairo.


"Ya sudah, silahkan dilanjutkan makannya" Ucap Reihan lagi.


Kairo dan Alira tidak terlalu bicara banyak hal mengenai keseharian mereka, karena memang akhir-akhir ini mereka selalu saja mendapat masalah dan saling berjauhan.


Setelah selesai makan, mereka semua pergi menuju ruang keluarga.


Kairo dan Reihan duduk disofa panjang ruangan itu sembari berbincang-bincang, sementara Aliya dan Alira menonton film kesukaan mereka sewaktu masih tinggal bersama dulu.

__ADS_1


"Hei, kenapa tadi kau tidak menjawab pertanyaan ku. Apa jangan-jangan kamu belum menyentuh istri mu" Tanya Reihan lagi, yang memang sangat penasaran.


"Sepertinya memang begitu, aku sama sekali belum menyentuhnya" Jawab Kairo dengan malas dan tidak bersemangat.


"Kenapa?" Jiwa keingintahuan Reihan semakin meronta-ronta.


"Setelah pernikahan, tepatnya dimalam pertama ku. Seorang wanita mengaku-ngaku didepan Alira bahwa dirinya sudah aku nodai, dan itu sangat membuatku kesal" Gerutu Kairo menceritakan semuanya dengan wajah kesalnya.


"Lalu?"


"Jelas Alira marah padaku, dia meninggalkan aku dihotel dan tidak ingin bicara padaku" Jelas Kairo lagi


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2