
Dari masalah yang sudah mereka hadapi, mereka sedikit belajar bahwa didalam rumah tangga, dukungan dan saling percaya adalah kunci utama dari kuatnya sebuah hubungan.
Hari ini, adalah hari dimana mereka menjalani kehidupan dengan perasaan yang tenang.
"Apa kalian yakin akan pulang hari ini" Tanya Aliya dengan khawatir.
"Iya Aliya, kakak akan pulang. Kamu jaga diri baik-baik ya, kakak akan sering-sering kok kesini" Balas Aliya sembari mengemasi semua barangnya.
"Apa kakak yakin tidak akan ada yang akan mengganggu kakak lagi" Tanya Aliya lagi memastikan.
Alira sedikit menoleh kepada Aliya, menatap wajah Aliya yang penuh dengan kekhawatiran.
Alira berdiri dan mendekati Aliya dengan memegang kedua pundak Aliya, "Aliya, kamu jangan khawatir disana akan ada Kairo yang akan menjaga kakak" Balas Alira meyakinkan Aliya.
"Baiklah kak, jika ada sesuatu yang mengganggu kakak, kakak harus segera kesini dan berbicara kepadaku" Ucap Aliya lagi.
"Iya bawel, adikku satu ini ternyata cerewet ya sekarang" Alira mencubit lembut pipi Aliya dengan gemas.
Keduanya tertawa bahagia disana.
Setelah merasa selesai berkemas, Alira dan Aliya keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum meninggalkan rumah Reihan.
Dimeja makan, Bik Ina sudah menyiapkan makanan untuk semuanya.
"Kakak tunggu disini dulu ya, aku panggilkan Reihan dan juga Kairo diruang kerjanya" Ucap Aliya, dan Alira hanya mengangguk mengiyakan.
Aliya berlalu pergi dan menuju ruang kerja milik Reihan.
Sesampainya didepan pintu ruangan Kerja Reihan, Aliya terlebih dahulu mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan.
Karena didalam ruangan itu tidak hanya Reihan, melainkan beberapa anak buah kepercayaan nya maka Aliya harus bersikap sopan disana.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Masuk" Seru Reihan dari dalam.
Aliya membuka pintu dengan perlahan dan hati-hati.
"Sayang makanan sudah siap" Ucap Aliya.
"Iya sayang, nanti aku menyusul" Balas Reihan. Aliya pun berlalu pergi dari sana menuju dapur.
Tidak berapa lama, Reihan, Kairo, dan beberapa pengawalnya menyusul keruang makan.
Sesampainya disana, beberapa pengawal itu sedikit menunduk memberikan hormat kepada Reihan sebelum meninggalkan tempatnya.
Reihan dan Kairo pun duduk di bangku masing-masing, dan mulai menyantap makanan.
Sedikit perbincangan antar keluarga mereka bicarakan, dengan sedikit canda gurau menghiasi suasana.
"Apa kalian akan pergi secepat ini?" Tanya Reihan.
"Masih ada urusan yang perlu kami,,,,,,,," Kairo menghentikan ucapannya, dengan menatap istrinya penuh khawatir.
"Ouweekk, ouwekkk" Alira terus memegang perutnya dan juga menutup mulutnya yang terasa mual.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Kairo, dengan langsung memegang perut Alira.
"Kak kamu kenapa?" Tanya Aliya khawatir.
"Gak tau, aku rasanya sangat mual. Ouweekk" Alira kembali merasa mual, dengan berlari menuju kamar mandi.
Kairo juga ikut berlari menyusul Alira sang istri.
__ADS_1
Aliya dan juga Reihan pun juga tidak mau ketinggalan dan juga mengikuti mereka dan memastikan keadaan Alira.
Tidak berapa lama, Alira keluar dari kamar mandi dengan ditopang oleh Kairo.
"Kak, wajahmu sangat pucat" Ucap Aliya khawatir.
"Sebaiknya kalian jangan dulu pergi, aku akan menelpon Dokter untuk datang kesini" Ucap Reihan.
Melihat kondisi Alira yang lemah, Kairo hanya bisa menyetujui.
"Baiklah, aku akan membawa Alira ke kamar" Balas Kairo.
Alira dibawa ke kamar oleh Kairo.
Aliya yang nampak begitu khawatir juga mengikuti Kairo mengantar Alira kedalam kamar.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...