
"Maaf sebelumnya tuan, kami tidak memberitahumu masalah penyelidikan ini. Ini atas dasar kemauan kami sendiri untuk menyelidiki kasus preman yang menyerang tuan tempo hari. Jadi saya harap tuan tidak keberatan dengan ini" Ucap Haikal sebelum memulai percakapan mengenai preman dan informasi yang mereka dapatkan.
"Menurut informasi yang kami dapat kan, Preman itu memang di bayar oleh mertua tuan yang tidak lain adalah nyonya Rosa untuk menghalangi jalan tuan. Namun ternyata, nyonya tidak tau bahwa preman itu juga memiliki dendam kepada tuan. Tuan ingat beberapa tahun yang lalu sewaktu kita menangkap bandar narkoba besar-besaran itu?" Haikal mencoba mengingatkan Kairo akan aksi mereka beberapa tahun yang lalu, mengenai penangkapan bandar narkoba itu.
Kairo nampak manggut-manggut setelah mengingat apa yang Haikal bicarakan.
"Mereka adalah anak buah bandar narkoba itu yang masih berkeliaran bebas, dan mereka merencanakan balas dendam dengan membunuh Tuan waktu itu. Kami sudah mengintrogasi buk Rosa mengenai ini. Dia sangat menyesal telah melakukan ini semua, ada alasan lain dibalik rencana yang ia buat waktu itu" Haikal menggantung perkataan nya.
"Apa alasan itu Haikal?" Tanya Kairo cepat. Ia sangat ingin tau alasan mertuanya melakukan ini semua. Baginya, ini semua terasa mustahil, karena mertuanya tidak pernah menunjukan rasa tidak sukanya terhadap dirinya.
"Ini semua karena nona Aliya" Balas Haikal singkat.
"Aliya?" Ucap Kairo dan Reihan serempak.
Mereka berdua semakin tidak mengerti, sebenarnya apa hubungannya dengan Aliya tentang masalah ini?.
"Iya ini semua karena nona Aliya. Buk Rosa tidak ingin jika Buk Wati, yang sekarang adalah ibu kandung nona Aliya itu kembali lagi masuk kedalam keluarga besarnya. Lebih tepatnya, buk Rosa tidak ingin buk Wati kembali lagi" Jelas Haikal.
"Kenapa tidak ingin?" Tanya Reihan yang semakin dibuat penasaran akan hal ini.
"Karena buk Wati dulu adalah istri kedua pak Hendra, dan Buk Wati juga sudah diusir dari keluarga mereka, dengan perjanjian hidup Nona Aliya akan terjamin waktu itu. Buk Rosa sangat membenci Buk Wati, karena buk Wati sempat merebut suaminya waktu itu. Jadi buk Rosa tidak ingin Tuan Kairo membantu dalam pengungkapan ibu kandung nona Aliya, itulah sebabnya ia menyuruh para preman itu untuk menghalangi Tuan" Jelas Haikal lagi.
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan Haikal, Kairo dan Reihan baru mengerti tentang masalah ini. Buk Rosa yang tersulut oleh api kebencian masalalu, serta preman yang juga memiliki dendam. Sungguh, benar-benar kebetulan yang sempurna.
"Jadi apa langkah selanjutnya tuan?" Tanya Haikal lagi.
"Aku perlu bicara dulu dengan ibu. Selebihnya, kesalahan harus tetao dipertanggung jawabkan" Ucap Kairo tegas.
Rapat pun selesai, mereka semua pulang kerumah masing-masing.
Dirumah. Lebih tepatnya rumah Kairo dan Alira.
Sebelum kedatangan Kairo, buk Rosa sudah lebih dulu duduk di kursi tamu untuk menunggu kedatangan Kairo.
Sebelum itu, Buk Rosa juga sudah berbicara dengan Detektif Haikal, yang tidak lain adalah anak buahnya Kairo.
Kairo berjalan masuk dengan tatapan dingin. Alira yang sedari tadi menemani ibu nya, ia dengan cepat menggenggam tangan ibunya untuk melonggarkan ketegangan yang ia rasakan.
Kairo langsung duduk didepan mertua dan istrinya tanpa berbicara sepatah katapun.
Suasana menjadi hening. Tidak ada satupun dari mereka yang mau bicara disana.
Hening. 10 menit sudah berlalu.
__ADS_1
"Kairo"
"Ibu"
Mereka saling menyeru dengan serempak. Lalu kemudian mereka diam lagi.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...