
Sesekali Alira nampak tergeleng-geleng, "Apa aku terlalu berlebihan kepada Kairo, tapi aku begitu sakit disaat dia didekati oleh wanita lain" Batin Alira.
"Nah, lihat ini. Aku sudah menemukannya" Kairo nampak menunjukan sebuah rekaman, dan dia ingin aku melihatnya agar tidak mencurigai dirinya.
Alira dan Kairo pun melihat rekaman itu secara bersamaan. Namun tidak berapa lama, tatapan Kairo nampak berubah tajam. Matanya yang melotot menandakan keterkejutan yang sulit ia sembunyikan.
Wajah Alira juga menampakan hal yang sama, kini keduanya saling berpandangan satu sama lain dengan tatapan yang tidak biasa.
"Kurang ajar, ternyata dia sengaja menarik ku agar jatuh di dalam pelukannya" Ucap Kairo geram.
Sebuah rekaman cctv yang menunjukan bagaimana kejadian yang sebenarnya. Tanpa Kairo sadari, ternyata dirinya sudah terperdaya oleh kepolosan Tika.
Kairo hendak pergi untuk menemui Tika, namun belum sempat ia melewati Alira, dirinya sudah lebih dulu dihentikan oleh Alira.
Kairo sedikit menoleh kearah Alira yang memegang sebelah tangannya.
"Jangan pergi dulu, aku masih ingin melihat kegiatan apa saja yang dia lakukan di kantor ini" Ucap Alira.
Dengan menghela nafas panjang, Kairo menuruti permintaan Alira.
Kini pekerjaan Kairo menjadi bertambah, ia harus melihat bagaimana Tika bekerja selama satu hari ini dan apa saja yang ia lakukan.
Sudah setengah jam Kairo memperhatikan setiap gerakan Tika di dapur yang ada di kantor dengan mode cepat.
Namun, matanya terhenti disaat ia melihat seseorang manusia dengan pakaian serba hitam serta wajahnya yang tidak terlihat mendekati Tika dengan gerakan mencurigakan.
__ADS_1
Kairo memperlambat rekaman cctv itu, agar ia dapat melihat dengan jeli, siapa yang sedang berbicara dengan Tika.
Namun masih tidak ia temukan siapa orang itu, menurut prediksi yang Kairo lihat dari poster tubuh nya, orang itu adalah perempuan.
Kairo masih melihat gerakan Tika, nampak Tika menuangkan sebuah obat kedalam minuman. Setelah merasa cukup, Tika membawa minuman yang dia buat itu kedalam ruangan Kairo.
Kairo sedikit mengangkat sebelah alisnya, "Ternyata dia ingin menjebak ku dengan obat" Batin Kairo.
"Kamu lihatkan, wanita itu bukan wanita baik-baik. Aku sudah memperingati kamu untuk tidak mempercayai wanita itu" Gerutu Alira kesal.
Namun Kairo masih diam, dia tidak menggubrisnya dan masih fokus melihat cctv. Alira nampak kesal, dengan kembali duduk dibangku miliknya sembari menunggu Kairo.
Sekarang, Kairo mendapatkan apa yang dia mau. Tika bukanlah wanita yang memiliki niat baik, namun Kairo penasaran, sebenarnya apa motif Tika mendekati dirinya dan siapa seseorang yang bersamanya tadi? Itulah pertanyaan yang muncul di dalam pikiran Kairo.
Kairo mulai beraksi, wanita seperti Tika yang Kairo pikir adalah wanita baik-baik, ternyata sudah bermain dibelakang nya dengan niat yang tidak baik.
Kairo menelpon salah satu anak buahnya, yang tidak lain adalah seorang detektif handal yang mang Kairo percayai sepenuhnya.
"Halo, Haikal"
"Iya, tuan" Balas nya dari seberang sana.
"Cepat ke kantorku, bawa Angela juga kesini. Ada pekerjaan untuk kalian berdua" Ucap Kairo.
"Baik tuan, kami segera kesana"
__ADS_1
Kairo langsung mematikan telepon nya, dengan tatapan tajam penuh amarah yang membara.
Kairo sedikit berbalik badan, ingin mengajak Istrinya pergi dari sana.
Namun amarahnya mereda, disaat melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas disana.
"Hanya dirimu lah yang bisa membuat ku berpikir sedikit jernih" Ucap Kairo sembari membelai lembut pucuk kepala Alira dengan penuh kasih sayang.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...
__ADS_1