Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Penyelidikan


__ADS_3

Kairo langsung memeluk tubuh Alira dengan erat, "Aku masih disini, bersamamu selamanya" Balas Kairo dengan sedikit mengecup lembut kening Alira.


Kairo mengantar Alira untuk pulang, setelah Alira merasa tenang.


Setelah beberapa hari, setelah Kairo mengetahui bahwa Tika tidak memiliki niat baik padanya, Kairo sengaja untuk tidak masuk kekantor dan memberikan kepercayaan kepada Sekertaris nya untuk mengurus semuanya di kantor.


Sementara itu, Tika terus masuk bekerja di kantor seperti biasanya. Namun dirinya nampak tidak terlalu fokus bekerja. Dan dia selalu menanyakan keberadaan Kairo kepada Sekertaris Wahyu.


"Maaf nona, saya tidak bisa mengatakan dimana tuan Kairo sekarang. Jika nona tidak memiliki kepentingan lain, silahkan pergi dari sini" Ucap Sekertaris Wahyu dengan tegas. Tika nampak tidak suka atas perkataan Sekertaris Wahyu, yang menurutnya begitu lancang kepadanya.


Didapur,


Tika berjalan dengan tidak semangatnya menuju dapur. Bahkan satu pekerjaan pun tidak ia kerjakan disana.


"Hei, OB. Buatkan minuman untuk ku" Ucap Salah satu pegawai pria disana.


"Bikin saja sendiri. Enak saja, aku tidak bekerja untukmu" Jawab Tika ketus.


Nampak pria itu terkekeh mendengar perkataan Tika, "Jika tidak bekerja disini lalu untuk apa kamu memakai baju OB itu?" Tanyanya dengan sedikit mengejek.


"Aku hanya bekerja untuk Kairo, tidak siapapun" Jawabnya dengan tidak tahu malunya.


"Tuan Kairo maksudmu? Jangan terlalu terobsesi kepadanya. Dia sudah punya istri yang sempurna. Gak ada bandingnya dengan kamu hanya seorang OB" Ucap pria itu.


Pria itu kembali terkekeh mengingat perkataan Tika yang hanya ingin bekerja untuk tuan Kairo.

__ADS_1


Tika begitu kesal mendengar ucapan pria tadi, ia segera pergi dari sana sebelum amarahnya benar-benar tidak terkendali.


"Ayo kita ikuti dia" Titah Haikal kepada Angela.


Ternyata sejak tadi mereka sudah melihat perbincangan antar karyawan itu dan Tika.


Tika keluar dari kantor itu, dengan sudah mengganti pakaian nya.


Haikal dan Angela terus mengikuti kemanapun Tika pergi. Mereka berdua sempat kesal melihat Tika yang sepertinya tidak menghormati tata tertib di kantor ini, dan main pergi sesuka hati dari kantor.


Tika nampak menaiki sebuah mobil hitam, dan didalamnya seperti ada seseorang.


Karena kaca jendela mobil itu juga memilik warna hitam pekat, jadi mereka tidak melihat dengan jelas siapa yang sedang bersama Tika.


Kini Haikal dan Angela juga menaiki mobil, sebelum mereka kehilangan jejak Tika dan seseorang itu, Haikal dengan cepat melajukan mobilnya mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Tika.


Sesampainya disebuah rumah,


Rumah itu terlihat tidak terurus, dengan banyak barang-barang yang sudah tidak layak pakai berjejer diluar rumah.


"Apakah ini tempat persembunyian mereka?" Ucap Angela yang juga merasa penasaran.


"Aku tidak tau, kita lihat saja dulu" Balas Haikal yang juga masih fokus melihat kedepan.


Tika dan seseorang itu nampak masuk kedalam rumah, seseorang yang bersama Tika memakai baju hitam serta penutup wajah.

__ADS_1


Sangat sulit untuk Haikal dan Angela mengambil gambar seseorang yang bersama Tika itu.


"Kita keluar saja, dan lihat apa yang mereka lakukan" Ajak Angela.


"Baiklah" Balas Haikal menyetujui.


"Kenapa kamu begitu lama, hanya untuk menggoda Kairo" Ucap seseorang itu.


Haikal memberi kode kepada Angela dengan meletakan jari telunjuknya didepan bibirnya, menandakan untuk tidak mengeluarkan suara apapun disana.


Suara yang mereka dengar seperti suara seorang wanita, apa dia bekerja sama dengan seorang wanita? Begitulah pikir mereka.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2