Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Kedatangan Buk Rosa


__ADS_3

"Iya. Kamu masih gadis kan. Jangan dekat-dekat sama tuan ya! Nona Alira itu tidak menyukai jika ada seorang wanita yang ingin mendekati suaminya. Bisa-bisa celaka lah itu wanita" Bisik bibi kepada Jijah. Jijah hanya mengangguk pelan seraya mendengarkan ucapan bik Inah.


Hari pun berlalu.


Alira menatap Jijah dengan sangat dalam. Cara Jijah mengurus Keisha anaknya sungguh membuat Alira takjub.


Bagaimana tidak? Jijah begitu telaten dalam mengurus bayi, bahkan Alira yang sebagai ibunya saja masih belajar kepada Jijah untuk melakukan beberapa hal dalam mengurus bayinya. Seperti mengganti popok, serta memandikan bayinya dengan baik dan benar.


Tidak salah jika Alira memilih Jijah sebagai Beby Sitter anaknya. Karena Alira sedikit merasa aman bila meninggalkan Keisha kepada Jijah jika sewaktu-waktu ia pergi keluar bersama Kairo.


Tok


Tok


Tok


"Non. Tuan Kairo sama Nyonya Rosa sudah kembali" Teriak Bik Inah dari liar pintu kamar Alira.


Pintu pun dibuka perlahan oleh Alira. "Mama sudah datang bik?" Tanya Alira memastikan.


"Iya non" Jawab bik Inah sekenanya. Tanpa menjawab lagi, Alira langsung kelantai bawah dengan sedikit mempercepat langkahnya.


"Mama!" Teriak Alira senang. Alira langsung menghamburkan pelukannya kepada mamanya Rosa.


"Alira kangen ma" Lanjut Alira lagi dengan sedikit menyeka air mata harunya.


"Mama juga kangen nak. Gimana kabar kamu? Cucu mama dimana?" Tanya buk Rosa beruntun.

__ADS_1


"Ada ma diatas. Yuk kita kesana!" Ajak Alira.


Mereka berdua pun pergi kelantai atas menuju kamar bayi.


"Wah cucuku" Buk Rosa langsung meraih Keisha yang berada didalam gendongan Jijah.


"Jijah! Kenalkan, ini mamaku" Ucap Alira memperkenalkan mamanya kepada Jijah. Jijah nampak mengangguk, "Buk! Perkenalkan saya Jijah" Sapa Jijah ramah.


"Iya" Jawab Buk Rosa singkat.


"Jijah. Kamu boleh keluar, nanti Keisha biar saya aja yang jagain dulu" Ucap Alira. Jijah mengangguk, lalu berlalu pergi meninggalkan mereka didalam kamar.


"Baby sitter mu cantik juga. Masih gadis ya?" Tanya Buk Rosa penasaran.


"Iya ma. Dia masih gadis" Jawab Alira sekenanya.


"Ahh gak mungkin Ma. Jijah itu anaknya baik kok. Lagi pula Kairo tidak akan mudah tergoda oleh gadis lain" Jawab Alira mantap.


"Mama hanya mengingatkan saja. Dulu mamanya Aliya juga menjadi beby sitter sebelum menikah bersama ayahmu" Ujar Buk Rosa.


Alira sedikit diam, "Ya udah ma. Jijah kan beda. Semoga aja dia gak ada niatan sampai kesitu" Jawab Alira masih dengan pendiriannya.


"Baiklah terserah kamu saja. Oh ya, nama cucu mama ini siapa?" Tanya Buk Rosa.


"Keisha ma" Jawab Alira.


"Masyaallah. Namanya cantik seperti bayinya yang juga cantik" Ucap Buk Rosa kagum.

__ADS_1


Alira tersenyum, "Iya dong ma. Keisha cantik seperti mamanya" Ucap Alira sedikit terkekeh kecil. Keduanya pun tertawa bersamaan disana. Suasana bahagia menyelimuti hati mereka. Sampai tidak terasa ternyata hari sudah mulai gelap.


****


"Alira? Mas pergi dulu ya!" Pamit Kairo yang berada diambang pintu kamar bayinya.


Buk Rosa dan Alira seketika menoleh kepadanya, "Mau kemana?" Tanya Alira cepat. Karena tidak biasanya Kairo akan pergi keluar malam-malam begini.


"Kerumah Reihan. Ada hal penting yang mau mas sampaikan sama Reihan" Jawab Kairo.


"Ohh gitu. Ya udah, hati-hati ya!" Balas Alira.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2