
Kairo masih sibuk didalam pekerjaannya untuk mencari petunjuk lagi, dan benar saja.
Seperti dugaan Kairo.
Itu benar-benar nama sebuah kelompok/Geng.
Kringggg
Suara alarm handphone miliknya berbunyi, Kairo melihat handphone miliknya dan mematikan alarm itu.
"Sudah jam 4 sore" Gumam Kairo sedikit melirik jam yang ada di tangannya.
Kairo mencoba mengetik sebuah pesan singkat dilayar handphone nya.
(Bersiap-siaplah, aku akan menjemputmu sebentar lagi. Aliya dan Reihan mengundang kita untuk makan malam bersama) Bunyi pesan Kairo.
Sementara ditempat lain.
Kringggg
Alira yang masih sibuk didalam pekerjaannya, menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara dering handphone miliknya berbunyi.
Alira nampak menyernyitkan sebelah alisnya, "Aliya selalu saja membuat aku bertemu dengan Kairo" Gerutu Alira, sedikit dengan wajah kesalnya.
Nampak Alira masih tersulut amarah di hatinya, dan itu terlihat jelas diwajahnya.
Walaupun hatinya masih merasa marah kepada Kairo, namun dirinya tidak bisa menolak keinginan Aliya.
(Jemput aku jam 18.30 dirumah) Balas Alira.
Kringggg
Kairo yang mendapatkan pesan singkat dari Alira, nampak melukiskan senyuman manis di bibirnya setelah membaca isi pesan Alira.
Walaupun hanya sedikit kata yang terucap dari bait kata itu, Kairo sudah merasa bahagia.
__ADS_1
"Aliya, kau bagaikan magnet pembawa keberuntungan untuk ku. Kamu selalu tau disaat aku sedang berjauhan dari Alira" Ucap Kairo yang masih menampakan senyuman lebarnya.
"Baik, tunggu aku disana" Balas Kairo.
Kairo berlalu pergi dari sana, dengan perasaan bahagia. Karena sebentar lagi ia akan bertemu sang pujaan hati, walaupun baru sehari berpisah, rasanya sudah seminggu.
Diparkiran mobil, Kairo yang masih berjalan dengan santainya, tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya dan melihat kearah sesuatu yang telah membuatnya penasaran akan apa yang terjadi dipinggir jalan itu.
Kairo berjalan dengan ringannya, menapakkan kakinya dan melangkah mendekati kerumunan.
"Ada apa ini" Tanya Kairo, kesalah satu orang yang ada disana.
"Ibu ini mengalami tabrak lari, sepertinya ibu ini tidak bisa berjalan lagi, karena kakinya terluka dan dia pingsan" Jelas salah satu warga disana.
"Siapapun, tolong ibu saya" Suara tangis wanita muda yang ada disamping ibu itu menangis histeris meminta pertolongan.
Kairo merasa iba, menolong seseorang bukankah salah satu tugas penting bagi seseorang jika kita mampu dalam menolong.
"Tolong angkat kedalam mobil saya, saya akan membawanya kerumah sakit" Perintah Kairo. Orang-orang itu mengangguk mengiyakan, dan mengangkat tubuh wanita paruh baya itu kedalam mobil Kairo.
Kairo melajukan mobilnya setelah ibu itu dimasukan kedalam mobil bagian belakangnya dan wanita muda itu juga ikut kedalam mobil mengikutinya.
Didalam perjalanan, Kairo hanya fokus didalam menyetir, dan memastikan ibu itu tertolong tepat pada waktunya.
Sementara wanita muda itu masih menangis terisak memikirkan ibunya yang terluka itu.
Setelah sampai kerumah sakit, Kairo langsung menggendong tubuh ibu itu dan memanggil seorang Dokter untuk segera menolong wanita itu.
Ibu itu sudah masuk kedalam ruangan UGD, dengan tindakan super yang Dokter itu lakukan. Karena itu adalah salah satu rumah sakit yang terkenal di kotanya, dengan segala perlengkapan medis yang lengkap dan tercanggih.
Tidak beberapa lama, seorang Dokter pun keluar dari ruangan UGD.
"Dok, bagaimana keadaan ibu saya" Tanya wanita muda itu dengan sigap.
"Tenang ya deg, ibu kamu sekarang baik-baik saja. Adeg bisa melihatnya nanti, setelah ibunya dipindahkan keruang rawat. Sebaiknya Adeg uruskan dulu administrasi nya ya" Ucap Dokter itu dengan ramah.
__ADS_1
Wanita muda itu terlihat sedikit murung, dengan menundukan kepalanya setelah Dokter menyuruhnya mengurus administrasi.
"Kamu baik-baik saja" Tanya Kairo.
"Saya baik-baik saja kak" Balas wanita itu.
"Kamu tidak ada biaya ya, kamu jangan hawatir. Ambil ini, dan bayar semua administrasi ibu kamu" Balas Kairo dengan senyuman ramahnya.
Wanita itu nampak menatap wajah Kairo dengan mata berbinar-binar, "Terimakasih kak" Wanita itu memeluk tubuh Kairo, Kairo yang merasa kasihan juga membalas pelukannya.
"Sekarang kamu pergi keruang Administrasi ya, oh ya nama kamu siapa" Tanya Kairo, yang sudah melepaskan pelukannya.
"Nama saya Tika kak" Balasnya.
"Ya sudah, panggil saya Kairo ya. Saya pergi dulu" Kairo berpamitan untuk pergi.
"Baik kak, sekali lagi terimakasih" Ucapnya, Kairo hanya mengangguk seraya membalas senyuman manis Tika.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca 🌺...