Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Keadaan menjadi lebih baik


__ADS_3

Namun jawabannya ternyata menambah kekesalan Alira, "Kamu bilang hanya kesalahan kecil? Preman itu hampir membunuhmu" Ucap Alira dengan kesal.


Alira kembali menangis kala mengingat kejadian tadi.


Aliya yang melihat itu mendekati kakaknya dan membawa Alira untuk duduk, sejenak menetralkan perasaan nya.


Ya, begitulah ibu hamil. Perasaan nya begitu sulit ditebak. Terkadang, kekhawatiran nya bisa membuatnya menangis tanpa tujuan yang jelas. Dan itu diluar kendali Kairo, Kairo begitu tidak mengerti disaat Alira tiba-tiba menangis hanya karena kesalahan kecil nya. Dan dia hanya memilih untuk diam saja.


"Mas, kata Dokter keadaan Kairo bagaimana?" Tanya Aliya kala kakaknya sudah mulai tenang. Alira juga ingin mendengarkan keadaan suaminya saat ini dari Reihan.


"Kata Dokter, Kairo sudah jauh lebih baik sekarang. Masa kritisnya sudah dilewati, dan racun didalam tubuhnya sudah dikeluarkan. Untuk saja kita bisa membawa Kairo dengan cepat, jika terlambat setengah jam saja kita bisa kehilangan Kairo" Jelas Reihan.


Nampak Aliya dan Alira menganga, mereka tidak habis pikir kenapa preman itu tega meracuni Kairo. Namun mereka sedikit bersyukur karena Allah masih menyelamatkan Kairo dan memberikan kesembuhan kepada nya.


"Lalu, racun apa yang mereka gunakan?" Tanya Alira kemudian, setelah tersadar dari keheningan.


"Batrachotoxin" Jawab Reihan.


"Racun ini berasal dari kulit katak yang ditemukan suku Indian di Kolombia barat. Katak yang menghasilkan racun ini adalah Phyllobates terribilis berwarna emas dan Phyllobates bicolor yang beraneka warna. Biasanya racun ini dioleskan ke anak panah atau belati mereka untuk memberi racun pada lawan tanpa kita sadari. Cukup dengan seukuran dua butir garam meja, batrachotoxin bisa merenggut nyawa orang. Namun, untung saja Kairo dapat mengelak dan hanya terkena sedikit goresan saja. Batrachotoxin bekerja dengan menghambat saluran ion natrium di sel-sel otot dan saraf, hingga menyebabkan gagal jantung. Tapi untungnya, kita cepat membawa Kairo kerumah sakit, sehingga Kairo dapat tertolong" Jelas Reihan panjang lebar mengenai racun yang preman itu gunakan untuk membunuh Kairo.


Alira dan Aliya kembali dibuat terkejut, mereka menganga tidak menyangka. Apa semematikan itu racun yang mereka gunakan untuk Kairo?.


Alira kembali melihat suaminya yang berbaring di ranjang itu, "Maafkan aku, karena aku terlalu cerewet dan selalu merepotkan kamu. Demi melindungi aku, kamu menjadi terluka separah ini. Sebenarnya siapa mereka? Kenapa begitu banyak yang tidak menyukai Kairo di dunia ini" Batin Alira menggeram.

__ADS_1


"Rei" Seru Alira kembali.


"Apa kamu sudah mendengar kabar dari polisi? Sebenarnya siapa preman itu? Kenapa mereka ingin mencelakai Kairo?" Tanya Alira beruntun.


"Aku belum menelpon mereka, nanti akan aku tanyakan. Sekarang kita harus fokus pada Kairo dulu" Balas Reihan.


Alira mengangguk mengiyakan, "Nanti tolong kabari aku jika sudah ada kabar dari sana" Ucap Alira lagi.


"Jangan khawatirkan itu Alira, aku akan memberitahu mu nanti" Jawab Reihan.


Keesokan harinya,


Kairo sudah jauh lebih baik.


Pengobatan yang terhitung canggih, sungguh membuat Kairo dengan cepat pulih.


Apalagi penangan Dokter yang cepat dan akurat dengan bantuan alat tentunya.


"Mau makan buah?" Tanya Alira pada Kairo.


Kairo menggeleng, dengan wajah sedikit manyun.


"Mau makan? Atau mau minum?" Tanya Alira lagi. Alira begitu bingung, suaminya Kairo sejak tadi hanya menyun dan tidak ingin memakan apapun.

__ADS_1


Kairo kembali menggeleng.


"Lalu mau apa?" Tanya Alira sedikit kesal.


"Mau cium, sejak kemarin kau belum mencium ku" Jawab Kairo dengan begitu manjanya.


Seketika, Alira tertawa disana. Menurutnya keinginan Kairo begitu lucu. Hanya karena belum dicium, dia sampai tidak mau makan seperti ini.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2