Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Penangkapan 4


__ADS_3

"Apa kamu tidak ingin mendengarkan ceritaku lebih lanjut?" Tanya Kairo sedikit dengan senyuman tipisnya.


Karena tidak mendapat jawaban dari Hardi, Kairo langsung berbicara saja.


"Melisa, atau sebut saja nama aslinya adalah Tiara. Dia adalah seorang wanita yang sudah tidak memiliki ibu. Karena cintanya kepadaku, Tiara menjadi wanita yang berbeda dari sebelumnya. Dan pada akhirnya dia bekerja di sebuah organisasi ilegal demi memenuhi keinginannya untuk merubah wajahnya agar terlihat cantik. Namun sayangnya, dia telah bekerja pada orang yang salah. Dia dibunuh oleh tuannya sendiri alias ayah kandungnya sendiri" Ucap Kairo dengan melangkah kecil berjalan mengelilingi Hardi yang berdiri mematung disana. Kairo sungguh luar biasa, dia dengan sangat mudah mempermainkan perasaan lawannya, dengan mengingatkan kembali kenangan lama pada Hardi.


"Ayah kandungnya?" Tanya Hardi lirih, Hardi masih belum mengerti dengan perkataan Kairo.


"Iya betul, kamulah ayah kandungnya" Balas Kairo dengan senyuman liciknya.


"Apa?"


Hardi memegang kerah baju Kairo dengan keras, bulir air mata yang menetes di mata Hardi seakan membuktikan bahwa dirinya masih mengingat masa lalunya beserta anak yang selama ini ia cari.


"Jangan membuat omong kosong Kairo, Melisa bukanlah anak kandungku" Balas Hardi geram.


"Hahahah, ayah sepertimu memang tidak pantas disebut ayah, Hardi" Ucap Kairo dengan tertawa kecil disana.


"Kairo" Hardi benar-benar sudah tidak tahan lagi dan akan mendaratkan sebuah pukulan diwajah Kairo.


Namun belum sempat ia memukul Kairo, Reihan dan juga anak buahnya masuk kedalam ruangan dan mengepung Hardi.


"Berhenti" Teriak Reihan yang memekikkan telinga.

__ADS_1


Hardi menghentikan tangannya, kala melihat sekumpulan orang masuk kedalam ruangannya.


"Bagaimana kalian bisa masuk" Tanya Hardi dengan wajah bingungnya. Seingatnya, terakhir ia mendapatkan laporan dari bawahannya sebelum Kairo datang, bahwa seluruh pasukan Kairo sudah dikepung dan dibekukan, termasuk Reihan.


"Sebaiknya kau bertanya kepadaku Hardi" Kairo tersenyum puas disana melihat ekspresi wajah Hardi.


Hardi menoleh kearah Kairo dengan wajah yang masih bingung.


"Menyerah saja Hardi, kamu sudah dikepung" Ucap Reihan.


Hardi melihat daerah sekitar ruangan itu. Ia berlari dengan langkah cepat.


"Jangan mendekat, jika tidak wanita ini akan mati" Hardi sudah melingkarkan tangannya dileher wanita sudah ia sandera sejak tadi, dengan menodongkan senjatanya tepat di kepala wanita itu.


Bik Warsih adalah pengasuh Kairo sejak kecil, Bik Warsih sudah seperti ibu bagi Kairo. Namun setau Kairo bahwa Bik Warsih telah pergi ke kampung halamannya setelah Kairo pindah keluar negeri.


"Jangan mendekat, atau aku bunuh wanita ini" Ancam Hardi lagi.


Kairo nampak cemas dengan pikiran yang terus ia paksa untuk bekerja memikirkan solusi menyelamatkan Bik Warsih.


"Jangan melukai dia, tenanglah Hardi. Jangan membuat kesalahan lagi, tangkap saja aku dan jangan dia" Kairo mencoba membujuk Hardi.


"Kairo apa yang kamu lakukan" Reihan meneriaki Kairo agar tidak melakukan hal yang konyol.

__ADS_1


Hardi tersenyum tipis, "Baiklah, kemarilah"


"Kairo, jangan lakukan itu" Teriak Reihan yang mencoba menghentikan Kairo, namun Kairo tidak menghiraukannya.


Kairo mendekati Hardi dengan menarik tangan bik Warsih agar menjauh dari Hardi, dan sebagai gantinya adalah dirinya yang sekarang berada ditangan Hardi.


"Jika aku tau kamu selemah ini, sudah sejak tadi aku lakukan trik ini" Ucap Hardi sedikit berbisik ditelinga Kairo.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


🌺 Selamat membaca🌺


__ADS_2