
Sementara itu, Reihan, Aliya, Alira dan Kairo kembali kerumah Reihan untuk membahas masalah ini disana.
Setelah beberapa saat, kini mobil mereka sudah terparkir didepan rumah Reihan.
Mereka keluar dengan mobil yang berbeda, karena sejak pergi dari rumah Buk Wati, mereka membawa mobil masing-masing yang disiapkan oleh para pengawalnya.
Didalam rumah,
Aliya pergi ke dapur untuk mengambil minuman. Sementara itu, Reihan dan Kairo pergi keruangan kerja Reihan dan Alira pergi keruang keluarga untuk menonton TV.
Aliya membawa nampan minuman segar dan beberapa cemilan keatas, dengan ditemani Alira disampingnya. Mereka menuju ruangan kerja Reihan untuk membahas masalah yang mereka hadapi sekarang.
Bukan tidak memungkinkan, karena seringkali akhir-akhir ini mereka ditipu oleh orang-orang yang bersikap baik namun akhirnya mereka melakukan kejahatan dan memiliki niat lain.
Kali ini mereka tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali, mereka tidak ingin ada kebohongan lagi dan akan memakan korban lagi setelah kematian Tika dan Sarah beberapa hari yang lalu.
Kini 4 orang itu sudah berkumpul dengan duduk di bangkunya masing-masing.
"Aliya, bagaimana perasaan mu setelah mengetahui bahwa buk Wati adalah ibumu?" Tanya Kairo dengan serius.
Aliya sedikit menoleh, "Aku tidak tau, dan aku belum bisa memutuskan untuk percaya atau tidak kepada buk Wati. Tapi jujur, aku senang jika ibu ku benar-benar masih hidup saat ini" Balas Aliya.
__ADS_1
"Kairo, aku rasa buk Wati memang ibunya Aliya. Melihat dari kondisi dia sekarang, tidak mungkin jika dia mampu membohongi kita dan berani mengambil tindakan untuk tes DNA bersama Aliya" Ucap Reihan.
Kairo diam dan mulai berpikir, "Jangan mudah percaya dulu Reihan, kita tidak tau apakah buk Wati memiliki seseorang atau tidak yang dapat membantu dia. Jika ada seseorang yang membantunya, kita akan masuk kedalam jebakannya" Balas Kairo kemudian menjelaskan.
Kami bertiga manggut-manggut, mendengar penjelasan Kairo yang nampak masuk akal jika dipikirkan.
"Lalu, kita harus bagaimana?" Tanya Alira yang nampak khawatir kepada Aliya jika ada seseorang lagi yang mau mencelakainya.
"Kita harus tenang, dan bersikaplah seperti biasa. Jangan membuat siapapun curiga, bahwa kita juga menyelidiki hal ini secara diam-diam. Selama dua hari ini, aku akan turun tangan untuk memastikan semuanya aman tanpa gangguan. Dengan begitu, hasil tes DNA akan aman bersama ku" Balas Kairo serius.
"Ku percayakan semuanya kepadamu Kairo, aku tidak tau harus mengandalkan siapa saat ini. Tidak mudah mempercayai siapapun saat ini" Balas Reihan.
Alira nampak tersenyum malu mendengar perkataan Kairo.
"Kau benar Kairo, aku tidak ingin istriku ini terluka" Balas Reihan mengiyakan.
Aliya juga tersipu malu disana, dengan sedikit mencubit perut Reihan.
Reihan sedikit meringis, dengan diiringi tawa bahagianya.
Ya, begitulah mereka. Disela-sela keseriusan, mereka akan menyempatkan diri untuk menambah kecintaan mereka kepada istrinya dengan sedikit gurauan dan gombalan disana. Namun, apapun yang mereka ucapkan, itulah yang akan mereka lakukan untuk pasangannya, walaupun hanya terdengar seperti candaan saja oleh istrinya.
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang dan menentukan tugas, kini mereka keluar dari ruangan dan menuju halaman rumah.
Ya, kini Kairo dan Alira akan berpamitan pulang. Karena matahari sudah meninggalkan tempatnya, Kairo mengajak Alira untuk pulang, takut istrinya kelelahan karena sejak pagi mereka tidak berhenti melakukan kegiatan sejak buk Wati mengaku sebagai ibunya Aliya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...
__ADS_1