
"Baiklah, ayo sayang, ayo ma kita makan bersama dulu" Balas Kairo dengan mengajak Alira dan mama mertuanya untuk mengikuti saja.
Mereka berdua pun mengikuti ajakan Reihan, walaupun mereka sudah kenyang namun setidaknya menghargai ajakan seseorang apalagi ini menyangkut rejeki makanan yang sulit untuk ditolak.
Di meja makan, mereka masih berbincang-bincang mengenai kehidupan sehari-hari.
Reihan dan Kairo sengaja membicarakan hal lain kehidupan mereka, seperti halnya masalah kantor dan lain-lain.
Namun tidak pada propesi lain yang selalu mereka lewati dengan bertaruh nyawa untuk melindungi wanita dan orang-orang yang mereka sayangi.
Karena mereka laki-laki yang tidak ingin membuat pasangannya merasa khawatir. Terlebih lagi Aliya, Aliya merupakan tipe wanita yang cenderung memiliki kekawatiran yang berlebihan. Apalagi menyangkut orang yang dia sayang.
Setelah selesai makan, Aliya pergi ke Kamar Aldo dan Alvin untuk menidurkan mereka terlebih dahulu sebelum ia berkumpul bersama saudaranya Alira diruang keluarga.
"Sayang apa kamu perlu bantuan?" Tanya Reihan yang berada diambang pintu kamar si kembar.
"Tidak kok mas, bentar lagi mereka tidur kok. Ada bik Ina yang menemani aku, kamu temenin aja dulu Kairo sama Alira dibawah" Ucap Aliya.
"Baiklah, jika anak-anak sudah tidur kamu langsung kebawah ya. Kasian Alira sendirian" Ucap Reihan.
"Loh, mama kemana" Tanya Aliya.
"Mama udah tidur, sepertinya dia kelelahan habis dari perjalanan yang jauh" Balas Reihan.
"Ohh, begitu. Mas turun aja dulu nanti aku nyusul" Balas Aliya.
Reihan pun berlalu pergi dari sana.
Diruang keluarga.
__ADS_1
Alira dan juga Kairo masih asik menonton film kesukaan mereka. Reihan yang baru ingin menuruni anak tangga, menghentikan langkahnya.
"Sepertinya aku kembali ke kamar anak-anak saja. Mereka memang perlu waktu berdua saat ini, kasihan sekali nasib mu Kairo baru menikah tapi sudah ditimpa banyak masalah" Ucap Reihan dengan lirih.
"Mas, kok kembali lagi" Tanya Aliya bingung ketika suaminya Reihan masuk kedalam kamar lagi.
"Bik, sini gantian sama aku. Bibik boleh pergi sekarang" Reihan mengambil Alvin yang berada digendongan bik Ina sebelum menjawab pertanyaan Aliya.
Setelah bik Ina keluar, Reihan duduk tepat disamping Aliya dengan sedikit melirik genit.
"Kamu kenapa sih mas, genit amat" Ucap Aliya.
"Kamu berani ya sekarang ngatain aku genit" Ucap Reihan, dan Aliya hanya tertawa geli melihat tingkah Reihan yang seakan tidak terima dikatai genit oleh Aliya.
"Ya memang kamu genit sekarang" Balas Aliya masih dengan tawanya yang ringan.
"Mas kamu kenapa sih kesini lagi, terus Kairo sama Alira kemana?" Sambung Aliya lagi.
"Kamu ya ada-ada aja. Mana berani mereka peluk-pelukan didepan kamu" Balas Aliya tidak percaya.
"Ya udah kalo gak percaya. Alvin dah tidur nih, aku letakkin ke kasur ya" Tanpa menunggu persetujuan Aliya, Reihan sudah lebih dulu meletakan Alvin di kasur.
Aliya hanya tergeleng.
Setelah menidurkan si kembar, mereka pun menyusul Alira dan Kairo ke lantai bawah.
"Belum tidur" Ucap Aliya yang baru sampai.
"Eh kamu Aliya, bentar lagi tidur kok. Aldo sama Alvin udah tidur" Tanya Alira.
__ADS_1
"Udah kok" Balas Aliya.
Setelah berbincang-bincang agak lama, Aliya dan Alira pun sudah mulai mengantuk.
Reihan dan Kairo mengantar istri mereka masing-masing kedalam kamar. Dan juga ikut tertidur disana.
Keesokan harinya.
Seperti biasa, Aliya bangun sangat awal. Bahkan sebelum sholat subuh ia sudah lebih dulu bangun.
Tepat jam 5.30 pagi, Aliya membangunkan suaminya. Karena Reihan berpesan kepada Aliya semalam untuk membangunkannya lebih awal.
Begitu juga dengan Kairo, namun bedanya Kairo bangun sendiri karena Alira masih tertidur.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...