Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Ditangkap Polisi


__ADS_3

Hening. 10 menit sudah berlalu.


"Kairo"


"Ibu"


Mereka saling menyeru dengan serempak. Lalu kemudian mereka diam lagi.


"Kairo, ibu mau bicara" Ucap Buk Rosa kemudian.


Kairo nampak masih diam, buk Rosa menatap anaknya Alira dengan ragu. Lalu Alira mengangguk meyakinkan ibunya untuk terus berbicara.


"Kairo, ibu menyesal. Ibu khilaf dan ibu tidak tau bahwa tindakan ibu akan membuat masalah besar untukmu. Ibu benar-benar menyesal Kairo. Maafkan ibu" Ucap Buk Rosa tulus.


"Kenapa ibu melakukan itu?" Kairo membuka suara.


"Itu karena ibunya Aliya. Ibu tidak ingin Wati masuk kembali ke keluarga ibu lagi. Ibu sakit hati karena dia mengingkari janjinya untuk menjauhi Aliya" Jelas Buk Rosa disana.


"Aliya adalah anaknya, kenapa ibu melarang mereka untuk hidup bersama" Tanya Kairo lagi.


Buk Rosa terdiam, "Buk, Aliya sama seperti Alira yang ingin berkumpul dengan ibu kandungnya. Jika saja Alira yang ada diposisi Aliya, bagaimana perasaan ibu? Dan ibu berpisah dengan anak kandung ibu selama puluhan tahun, bagaimana perasaan ibu?" Ucap Kairo meninggi.


"I-ibu minta maaf nak Kairo. Ibu menyesal telah memisahkan Aliya dengan ibunya selama ini" Ucap Buk Rosa yang sudah menangis disana. Menyesali segala perbuatannya selama ini.


"Kairo sudah memaafkan ibu. Tapi, segala perbuatan harus dipertanggung jawabkan buk"

__ADS_1


"Maksud kamu ibu akan ditangkap polisi?" Tanya buk Rosa, menatap nanar wajah Kairo.


Kairo menghela nafas berat, "Para preman itu pasti akan bersaksi bahwa ibu lah yang memerintahkan mereka. Jika Kairo mencabut tuntutan itu, maka preman itu juga akan terlepas dari penjara" Jelas Kairo.


"Jadi tidak ada pilihan lain?" tanya Buk Rosa, berharap satu kesempatan bisa dia dapatkan lagi.


"Maaf buk, Kairo tidak bisa melakukan hal lain lagi. Hanya itu satu-satunya pilihan untuk mendekam para preman itu disana" Jelas Kairo berat.


"Mas, apa ibu juga harus dipenjara? Tidak bisakah kamu tidak membuat ibu dipenjara?" Tanya Alira yang mulai khawatir.


"Tidak bisa Alira" Jawab Kairo singkat.


"Tidak apa nak. ibu akan mempertanggung jawabkan perbuatan ibu" Jawab Buk Rosa mantap.


Perbincangan pun selesai.


Alira hanya bisa meneteskan air mata kesedihan, melihat ibunya pergi dan akan mendekam dipenjara dalam waktu yang lama.


Kairo merangkul tubuh istrinya, membawanya kedalam dekapan hangat nya. "Jangan sedih sayang. Biarkanlah ibu bertanggung jawab atas perbuatannya. Ini akan membuat efek jera untuknya agar tidak melakukan hal yang salah lagi" Ucap Kairo. Nampak Alira masih sensegukan.


"Apa ibu akan baik-baik saja disana?" Tanya Alira kemudian.


"Dia akan baik-baik saja. Ibu akan selalu dalam pengawasan yang aman disana. Tenanglah" Ucap Kairo lagi menenangkan istrinya.


Dirumah besar Reihan.

__ADS_1


Kabar mengenai Buk Rosa ditangkap polisi serta masalah yang terjadi akhir-akhir ini pun terdengar ditelinga Aliya dan Ibunya.


"Buk, sebenarnya apa masalah ibu dengan mama Rosa?" Tanya Aliya kemudian setelah larut didalam keheningan.


"Itu hanya masalah masalalu Aliya. Ibu tidak ingin menceritakannya atau mengingatnya lagi. Sebaiknya kamu fokus saja dengan rumah tangga mu saja ya. Ibu tidak ingin masalah ibu, nanti menjadi masalah baru buat kalian" Ucap Buk Wati mantap. Menatap Aliya dengan senyuman manisnya.


Aliya hanya diam, mencerna apa yang ibunya katakan. Lalu kemudian ia membalas senyuman ibunya.


"Baiklah buk jika itu sudah menjadi keputusan ibu" Jawab Aliya kemudian.


Hari pun berlalu. Sudah beberapa bulan ini, semenjak kepergian Buk Rosa, Alira seringkali murung. Ia begitu takut jika ibunya kenapa-kenapa disana, walaupun sudah sekian kalinya Kairo meyakinkan Alira, namun Alira masih saja mengkhawatirkan ibunya itu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2