Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Malam pertama yang sempat tertunda


__ADS_3

Mulai dari mengganti baju, hingga Alira menggunakan berbagai macam jenis bahan kecantikan untuk tubuhnya agar selalu fress dan wangi.


Alira mengolesi seluruh tubuhnya dengan handbody, yang dapat membuat tubuhnya wangi sepanjang hari dengan sedikit menjinjing bajunya keatas paha.


Kairo sedikit menelan salivanya, ketika melihat paha mulus Alira.


Setelah selesai, Alira berjalan untuk pergi kekasur dan merebahkan tubuh cantiknya itu di atas kasur, tepat di samping Kairo.


Kairo merasakan wangi tubuh Alira masuk melewati rongga hidungnya, lalu langsung masuk kehatinya.


Ia merasakan detak jantungnya yang semakin kencang, wangi tubuh Alira seakan sangat menggoda, ditambah lagi baju tidur yang Alira pakai terlihat begitu seksi.


Kairo berbaring dengan menyamping kekanan sembari menatapi Alira dengan wajah penuh gairah.


"Sayang" Kairo memanggil Alira dengan lirih.


Alira menoleh ke arah Kairo dengan tubuh yang masih pada posisinya telentang.


"Iya, kenapa" Tanya Alira.


"Bolehkah aku, meminta sesuatu malam ini" Tanya Kairo penuh harap, didalam celananya yang bergejolak, serasa tidak mau lagi menunggu lama.


"Apa?" Tanya Alira.


"Bolehkah kita melanjutkan malam pertama kita yang sempat tertunda kemarin" Ucap Kairo.


Seketika Alira terkekeh geli, permintaan Kairo menurutnya begitu lucu.


"Bukankah aku ini istri mu? Jika kau mau, kamu tinggal lakukan saja" Ucap Alira sembari tertawa disana.


"Benarkah?" Kairo tertawa dengan girang, tanpa menunggu lama, Kairo langsung melancarkan aksinya. Dengan menyalurkan hasratnya yang sejak tadi ia tahan.


Kini dua sejoli itu hanyut didalam malam yang panjang, penuh dengan desahan serta hasrat yang memuncak yang sempat tertunda itu.

__ADS_1


Keesokan harinya,


Alira menggosok pelupuk matanya pelan, ia melihat jam dinding yang menunjukan jam 6 pagi.


Alira bangun dari tidurnya, dan mengambil baju-baju mereka semalam yang berserakan.


Alira nampak tersenyum tipis, mengingat kejadian semalam.


Semalam Kairo begitu agresif, sehingga Alira kewalahan dan begitu kelelahan pagi ini. Walaupun ini pertama kalinya bagi Kairo, namun patut di acungi jempol dalam masalah ranjang.


Setelah mengemasi baju-bajunya, Alira pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Krekkkk


Suara pintu kamar mandi terbuka


"Ternyata tidak dikunci"


"Akhhhhhhhhh" Alira yang masih mandi tanpa menggunakan sehelai benang pun, seketika berteriak dengan keras, kala merasakan seseorang memeluknya erat dari belakang.


"Hei tenanglah, ini aku" Ucap Kairo, dengan masih melingkarkan tangannya di pinggang Alira.


"Iiiiiihh, kamu mengagetkan aku" Alira cemberut dengan perasaan yang sangat kesal.


"Maaf" Kairo menempelkan dagunya tepat di bahu Alira, meresapi keharuman tubuh Alira.


Kairo kembali terhanyut dengan wangi tubuh Alira, tangannya yang nakal mulai meraba ke area terlarang.


Alira yang selalu saja tidak tahan akan sentuhan Kairo yang lembut, telah membuatnya juga terhanyut didalamnya.


Dan benar saja, Kairo melakukannya lagi bersama Alira dikamar mandi hingga memakan waktu 1 jam setengah.


Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.

__ADS_1


Hari ini begitu melelahkan bagi Alira dan juga Kairo.


"Sayang kamu istirahat saja dirumah ya, masalah kantor nanti aku akan menghubungi Asisten mu" Ucap Kairo, yang masih bersiap-siap untuk pergi.


"Sayang, kamu mau kemana" Tanya Alira, harusnya Kairo dirumah bersamanya hari ini, begitulah yang Alira pikirkan.


"Hari ini aku akan mengungkapkan semua kebusukan wanita itu, kamu tenang ya dan tetap dirumah" Kairo mengecup lembut kening Alira dan berlalu pergi dengan terburu-buru.


Alira hanya tersenyum tipis melihat kepergian Kairo. Jujur, prosesi Kairo sebagai detektif sungguh membuat Alira selalu hawatir kepadanya.


Bagaimana tidak? sebagai Detektif, pasti akan selalu berhubungan dengan kriminal dan kejahatan diluar sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2