
Sungguh, cinta memang selalu bisa menghipnotis seseorang dengan daya tariknya sendiri. Walaupun hanya mendengarkan suaranya saja, rasa bahagia yang menggebu-gebu hadir begitu saja.
Tidak berapa lama setelah mematikan teleponnya, Kairo berlalu pergi dari markasnya. Tentunya untuk pulang menemui istri tercintanya.
Dirumah, Kairo berjalan dengan sedikit mempercepat langkahnya.
Sesampainya didepan pintu kamarnya, Kairo membuka pintu dengan sedikit pelan.
Kini ia sudah berada dibalik pintu, matanya menatap istrinya yang sedang berbaring ditempat tidurnya dengan membelakangi dirinya dan ditutupi selimut tebalnya yang hanya memperlihatkan rambutnya.
Ia berjalan sedikit mengendap-endap, berharap istrinya tidak mendengar suara sepatunya saat berjalan.
"Kamu sudah pulang" Suara Alira tiba-tiba saja terdengar. Kairo menghentikan langkahnya dengan wajah sedikit terkejut.
Kairo sedikit menyipitkan matanya, menatap heran akan suara istrinya namun tubuh istri nya yang tidak bergerak sedikit pun.
Ia mendekati tubuh istrinya, namun tiba-tiba saja seseorang dari belakang melingkarkan tangannya memeluk tubuh nya dengan erat.
Kairo terkejut dan langsung berbalik badan, namun matanya terbelalak menatap bingung seseorang yang ada didepannya ini.
"Sayang, ini kamu. Terus itu siapa?" Tanya Kairo dengan wajah bingung nya.
Alira tersenyum manis, ia berjalan mendekati tempat tidurnya.
"Ini adalah bantal, hahah" Alira tertawa geli disana.
"Kamu ngerjain aku ya, dasar ya" Kairo nampak gemas akan kelakuan istrinya itu. Ia mengejar Alira kesana kemari dengan tawa bahagia yang terdengar dari keduanya.
"Lari kemana kamu" Kairo terus saja mengejar Alira yang sejak tadi berlari dengan tawanya yang khas.
"Ha, aku mendapatkan kamu" Kairo memeluk tubuh Alira dari belakang dengan tawa serta nafas yang terdengar masih ngos-ngosan.
Mereka tertawa puas disana, hingga keduanya benar-benar lelah karenanya.
__ADS_1
"Sayang" Alira berbalik badan menghadap Kairo dengan tangannya yang melingkar di leher Kairo.
"Hmm" Balas Kairo.
"Kenapa kamu begitu mencintai aku?" Tanya Alira.
Kairo mengerutkan dahinya, menatap heran akan pertanyaan Alira.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Kairo balik
"Ah, tidak. Aku hanya ingin tahu saja" Balas Alira.
"Apa kamu meragukan cintaku" Tanya Kairo lagi.
"Aku tidak meragukan kamu, hanya saja, aku takut rasa cinta mu itu akan membuat kamu menderita" Balas Alira.
"Maksud kamu?" Tanya Kairo bingung.
"Kenapa berbicara seperti itu, aku tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita" Balas Kairo dengan lantang.
"Aku tau, suamiku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Tetapi, takdir hanya allah yang tau. Aku menyadari bahwa takdir itu ada, dan kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. Seperti halnya dulu sewaktu aku kehilangan Heru" Jelas Alira yang sudah berdiri dengan membelakangi Kairo.
"Hardi adalah orang yang sangat berbahaya, aku takut jika dia mencelakai kamu nantinya. Dan aku kenal betul, dia adalah orang yang sangat kejam kepada setiap musuhnya" Sambung Alira lagi.
Kairo yang mendengarkan perkataan Alira, dengan sedikit suara seraknya ia berkata.
"Sayang, kamu jangan khawatir. Aku pasti bisa menangkap Hardi dan menghukumnya atas kesalahan yang ia perbuat" Ucap Kairo, dengan memeluk erat tubuh Alira.
"Sebuah hukuman tidak akan cukup membuat dia sadar akan kesalahannya sayang" Balas Alira.
"Maksud kamu, aku harus memberinya hukuman seperti apa" Tanya Kairo.
"Dari sisi kegelapan, pasti ada cahaya yang dulu pernah ada didalam diri seseorang. Buatlah setitik cahaya itu kembali, sehingga orang itu bisa mengingat dan sadar akan adanya cahaya yang selalu mengikutinya kemana pun dan selalu melindunginya" Jelas Alira lagi.
__ADS_1
Kairo nampak diam, dengan pikiran yang masih melayang.
"Aku pernah mendengar" Kairo yang terdiam, seketika menoleh kearah Alira yang berbicara.
"Dulu, Hardi pernah menikahi seorang gadis. Dan gadis itu hamil anaknya, namun entah kenapa gadis itu menghilang entah kemana, lalu setelah itu Hardi menjadi seperti ini" Sambung Alira lagi.
"Jadi maksud kamu, aku harus membantu dia untuk sadar kembali dengan mencari keberadaan wanita yang dia cintai itu?" Tanya Kairo
"Iya, hanya itu jalan satu-satunya. Jika tidak maka aku tidak akan lama lagi bersama dengan dirimu. Kau sudah tau semua masalah yang terjadi akhir-akhir ini, walaupun kamu selalu menutupi nya dariku" Balas Alira.
"Jadi kau tau semuanya, apa kematian Tiara kamu juga mengetahuinya" Tanya Kairo lagi.
"Aku mengetahui semuanya, dan lebih parahnya lagi. Pembunuhnya adalah Hardi, dan aku mengetahuinya dari Hardi sendiri" Balas Alira
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...
__ADS_1