Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Amarah Yang Membara


__ADS_3

Begitupun dengan Aliya dan Reihan, baginya bik Ina merupakan sosok seorang ibu yang begitu sempurna.


Keesokan harinya, Alira dan Kairo kembali bersiap-siap untuk pulang ke rumah mereka yang sudah beberapa hari ini mereka tinggalkan.


Kairo begitu bersyukur, setelah masalahnya selesai bersama Hardi, ia mendapatkan kabar bahagia yaitu istrinya Alira yang sedang hamil muda.


Kairo dan Alira masuk kedalam mobil setelah berpamitan kepada Reihan dan Aliya.


Mereka berangkat dengan 3 buah mobil mewah. Satu buah mobil pribadi milik Kairo dan dua diantaranya adalah pengawalnya.


Didalam mobil,


Kairo masih mendekap tubuh Alira dengan erat dan membelainya dengan manja.


Alira terus saja merasa mual sejak kemarin, sehingga tubuhnya menjadi sangat lemah karena kurangnya asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya.


Bukan karena tidak ingin makan, hanya saja Alira begitu berbeda dari ibu hamil pada umumnya.


Morning Sickness yang Alira alami semasa hamil begitu berlebihan, setiap kali ia memakan sesuatu, ia akan langsung merasa mual dan muntah.


Sesekali Kairo mengecup lembut kening Alira, dengan pelukan yang semakin erat.


Sesampainya di rumah,


Kairo membawa Alira dengan menggendong tubuh Alira ala bridal style.


"Sayang, aku masih bisa berjalan kok" Ucap Alira.


"Aku gak mau kamu kelelahan, kamu tenang aja aku kuat kok menggendong bayi dan juga istriku ini" Balas Kairo dengan masih menggendong tubuh Alira. Alira hanya terkekeh kecil dengan masih merangkul kan tangannya kepada leher Kairo.


Sesampainya di dalam kamar, Kairo meletakan tubuh istrinya di atas kasur tempat tidur.

__ADS_1


"Sayang apa ada yang sakit, sini apa perlu aku memijit" Kairo duduk di samping Alira dengan memijit kaki Alira.


"Aku hanya merasa pusing" Balas Alira lirih.


"Sekarang beristirahatlah" Kairo membelai pucuk rambut Alira, lalu kemudian mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang.


Kairo berdiri dengan sedikit membungkuk, menarik selimut yang ada dibawah kaki Alira dan menyelimuti Alira hingga keatas dadanya.


Kairo berlalu pergi dari sana, meninggalkan Alira seorang diri didalam kamar.


"Tuan" Seru sekertaris pribadi nya Wahyu.


"Iya kenapa?" Balas Kairo sembari menutup pintu kamar.


"Ada seorang wanita yang mengaku mengenali tuan dibawah, dan dia ingin bertemu dengan tuan" Ucap Sekertaris Wahyu lagi.


Kairo menautkan kedua alisnya, "Seorang wanita? Siapa?" Tanya Kairo dengan wajah penuh tanya.


"Jika tidak salah, dia menyebutkan namanya adalah Tika" Balas Sekertaris Wahyu.


Kairo berjalan dengan menuruni anak tangga, sembari melihat kesisi sebuah ruang tamu.


Seorang wanita berambut panjang lurus sedang duduk dengan membelakangi dirinya.


Sesampainya disana, "Ada yang bisa saya bantu" Tanya Kairo.


Tika seketika menoleh kepada Kairo.


Senyuman sumringahnya menggambarkan bahwa ia begitu senang bertemu dengan Kairo.


Kairo seketika tertegun, pasalnya Tika tiba-tiba saja memeluk dirinya dengan begitu eratnya.

__ADS_1


Tanpa Kairo sadari, sepasang mata sedang melihat dari lantai atas dengan amarah yang membara.


Kairo melepaskan pelukan Tika, "Kamu siap" Tanya Kairo, masih dengan wajah bingungnya.


"Apa kamu melupakan aku? Aku Tika, anak seorang ibu yang kamu selamatkan karena kecelakaan itu" Jawab Tika, membantu Kairo untuk mengingat dirinya.


Kairo nampak berpikir, dengan masih mengingat-ingat.


"Ohh, iya aku mengingatmu sekarang" Balas Kairo.


"Dari mana kamu tau rumahku?" Tanya Kairo lagi.


"Ini" Tika menunjukan sebuah kertas kecil berbentuk persegi panjang, dengan tertera nama Kairo berserta alamatnya disana.


Kairo menautkan kedua alisnya, "Kartu nama? Aku tidak memberikannya padamu waktu itu" Balas Kairo


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2