
"Maaf tuan, Jaka tidak ada disini" Ucap Haikal.
"Dia menghilang?" Tanya Kairo lagi.
"Sepertinya tidak tuan, 2 jam yang lalu sebelum tuan datang kesini. Saya sempat melihat Jaka masih berada disini" Ucap salah satu pengawalnya. Dan Kairo mendengarkan dengan seksama.
"Maaf tuan, apa saya boleh mengetahui. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kematian Tiara ada hubungannya dengan Jaka" Tanya Haikal, yang memang sejak tadi merasa penasaran akan rencana serta pikiran Kairo yang sulit ditebak.
"Kalian berdua boleh pergi sekarang, nanti kalian akan aku panggil lagi" perintah Kairo kepada kedua pengawalnya yang ada disana, sebelum menceritakan yang sebenarnya kepada Haikal.
"Belum bisa dipastikan Haikal, coba kamu lihat rekaman cctv ini. Bukankah aku melarang setiap pengawal untuk memakai topi disini. Tiara nampak aneh, setelah dia masuk kesana" Ucap Kairo setelah kedua pengawalnya pergi, Kairo menunjukan rekaman cctv yang memperlihatkan seorang pria yang masuk ke dalam ruangan Tiara, terlihat tidak terlalu mencurigakan karena pria itu hanya mengantar makanan ke hadapan Tiara. Namun Kairo melihat kejanggalan, wajah Tiara yang ketakutan membuatnya bertanya-tanya.
"Tuan benar. Setau saya, Tidak ada yang memakai topi disini, hanya satu kemungkinan tuan" Haikal menggantung kata-katanya sendiri.
"Kemungkinan apa" Tanya Kairo penasaran.
"Ada penghianat di markas kita" Ucap Haikal.
Kairo nampak terkejut, karena markasnya yang terkenal akan sistem keamanannya yang ketat bisa kemasukan orang asing.
"Kamu benar, Haikal. Aku pikir apa yang kamu katakan masuk akal, ditambah lagi akan masalah yang sering terjadi akhir-akhir ini" Ucap Kairo membenarkan.
"Lalu, apa langkah kita selanjutnya tuan" Tanya Haikal.
"Kita ikuti saja permainan mereka, untuk sementara ini. Dan untuk masalah Jaka, kamu harus menyelidiki dia secara diam-diam. Pastikan dia tidak tau, kalau kita mencurigai dia" Ucap Kairo dengan wajah serius.
"Maksud tuan, pelakunya adalah Jaka?" Tanya Haikal.
"Bisa jadi dia pelakunya, namun kita tidak boleh gegabah. Itu sebabnya kamu harus mencari taunya sekarang, dan apa tujuan dia sebenarnya" Ucap Kairo.
__ADS_1
"Baik tuan saya mengerti" Balas Haikal.
"Baiklah, kamu boleh pergi. Pastikan markas ini tetap aman, lakukan semuanya sesuai apa yang saya perintahkan" Ucap Kairo sedikit memberikan penekanan.
"Baik tuan" Balas nya dengan mengangguk pelan.
Haikal berlalu pergi dari sana.
Sementara Kairo masih duduk di meja kerjanya, sembari memandang foto Alira yang terbingkai indah di meja kerjanya.
"Aku akan selalu menjagamu sayang, dan aku tidak akan memberikan kesempatan sedikitpun kepada Hardi untuk merebut dirimu dariku. Dan aku akan memberikan pelajaran kepadanya, karena sudah membuat kekacauan ini" Ucap Kairo dengan lirih. Nampak senyuman manisnya mengembang di bibirnya.
Kring
Kairo terkejut, suara dering handphone miliknya berbunyi.
"Halo sayang" Sapa Kairo lebih dulu, kalau mengangkat teleponnya.
"Kamu dimana? Kenapa tidak memberitahuku kamu akan pergi, ini sudah tengah malam loh. Aku khawatir sama kamu sayang" Tanya Alira yang terdengar begitu khawatir.
"Maaf ya sayang, kamu jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja sekarang, tadi ada urusan mendadak makanya aku pergi gak bilang kamu. Kenapa belum tidur?" Tanya Kairo balik.
"Aku gak bisa tidur kalo kamu belum pulang" Rengek Alira manja.
"Kamu ini ya, apa kamu ingin melanjutkan malam pertama kita, makanya gak bisa tidur kalo gak ada aku" Kairo menggoda istrinya, Alira terdengar tertawa geli disana.
"Kamu ini ya, pikirannya mesum aja. Aku itu beneran khawatir sama kamu sayang, soalnya tadi sekertaris Wahyu bilang kamu itu nampak sangat marah. Apa ada masalah lagi?" Tanya Alira penasaran.
"Nanti aku ceritain dirumah aja ya, sekarang kamu tidur aja dulu. Sebentar lagi aku pulang" Ucap kairo.
__ADS_1
"Tapi aku mau nya nungguin kamu sayang" Alira kembali merengek dengan manja. Hal itu membuat Kairo begitu gemas padanya.
"Aku gigit baru tau rasa ya. Sudah, kamu tidur aja dulu. Aku janji, setelah ini aku akan pulang" Ucap kairo.
"Baiklah, hati-hati dijalan ya. Emuuaaacchh"
"Iya sayang, bye" Kairo mematikan teleponnya, dengan senyuman bahagianya.
Sungguh, cinta memang selalu bisa menghipnotis seseorang dengan daya tariknya sendiri. Walaupun hanya mendengarkan suaranya saja, rasa bahagia yang menggebu-gebu hadir begitu saja.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...
__ADS_1