Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Proyek Baru


__ADS_3

"Pergi saja sana bersama perempuan itu" Ucap Alira, spontan membuat Kairo menautkan kedua alisnya, menatap Alira dengan heran.


"Kau cemburu kepada Tika?" Tanya Kairo, namun masih dengan suara yang begitu lembut.


Alira tidak menjawab, namun masih menunjukan wajah kesalnya.


"Kau cemburu?" Kairo mengalungkan kedua tangannya di pinggang ramping Alira, sembari memeluk manja tubuh Alira dengan menempelkan dagunya di bahu Alira.


"Pikir saja sendiri, peluk saja wanita itu jangan aku" Jawab Alira yang masih terdengar ketus.


"Hmm, jadi kamu cemburu. Cemburu itu tandanya cinta loh, kalo cinta itu artinya takut kehilangan" Goda Kairo.


"Sini, sini" Kairo melepaskan pelukannya dan mengubah posisi Alira dengan memutar tubuh Alira untuk menghadap kepadanya.


"Kamu denger baik-baik ya. Tidak ada wanita manapun yang bisa mencuri hatiku ini dari kamu. Selamanya aku hanya milik kamu, dan kamu ingat beberapa hari yang lalu? Bagaimana aku memperjuangkan kamu dengan mempertaruhkan segala hidupku demi kamu? Bagaimana aku menjaga rumah tangga kita agar tidak seorang pun yang masuk kedalamnya dan menghancurkannya? Bagiamana aku,,,,," Kairo menghentikan kata-kata nya kala Alira menutup mulutnya dengan membentangkan jari manisnya dibibir Kairo.


"Husssst, sekarang aku tidak marah lagi" Ucap Alira.


Kairo tersenyum senang, mendengar perkataan Alira. "Aku senang melihat kamu cemburu, walaupun sempat membuatku kebingungan tapi melihatmu seperti ini, aku menjadi semakin cinta padamu" Ucap Kairo.


Alira memeluk erat tubuh Kairo, membenamkan wajahnya di dada bidang milik Kairo.


"Aku hanya tidak menyukai jika ada wanita yang menyentuh tubuhmu" Ucap Alira.


"Baiklah, aku akan berhati-hati. Kedepannya aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyentuh tubuhku" Balas Kairo.

__ADS_1


Alira nampak tersenyum senang, dengan semakin mempererat pelukannya kepada Kairo.


"Sekarang beristirahatlah, kamu harus menjaga kesehatan" Ucap Kairo lagi dengan mengusap lembut pucuk kepala Alira, dan Alira hanya mengangguk dengan memejamkan matanya sembari memeluk tubuh Kairo.


Kairo terus mengusap lembut pucuk kepala Alira, hingga Alira benar-benar tertidur.


Setelah merasa Alira sudah tertidur pulas, Kairo sedikit mengangkat tangan Alira dari tubuhnya dengan hati-hati.


Kairo bangun dari tempat tidur, tidak lupa ia menyelimuti tubuh Alira dengan baik dan rapi disana.


Kairo berlalu pergi dari kamar itu, setelah Alira benar-benar beristirahat disana.


Ia pergi keruang kerjanya, dan disana sudah ada sekertaris nya yang sejak tadi menunggu kedatangan Kairo.


Sekertaris Wahyu sedikit menunduk memberi hormat setelah kedatangan Kairo.


"Ini tuan, berkas yang tuan inginkan" Ucap Sekertaris Wahyu dengan sopan. Memberikan beberapa proposal sebuah proyek kepada Kairo.


Kairo mengambil berkas itu tanpa menjawab perkataan Sekertaris nya, dan membuka lembaran demi lembaran berkas itu serta membacanya.


"Siapa yang membuat proposal ini?" Tanya Kairo kepada Sekertaris nya dengan menunjukan sebuah berkas dengan map bewarna kuning.


"Itu adalah berkas milik Junardi tuan, apa tuan tertarik dengan proyeknya" Tanya Sekertaris Wahyu balik.


"Sepertinya begitu, besok kamu hubungi dia dan katakan padanya untuk menemui ku di kantor besok jam 10 pagi" Ucap Kairo.

__ADS_1


"Baik tuan" Balas Sekertaris Wahyu.


"Kamu boleh pergi sekarang" Ucap Kairo, Sekertaris Wahyu pun sedikit menunduk memberikan hormat sebelum pergi meninggalkan Kairo disana.


Kairo kembali melihat berkas itu lagi, dengan sedikit senyuman manis dibibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2