
"Pembukaannya sudah lengkap Pak, bu Larissa sudah bisa melahirkan sekarang," ucap dokter Anne.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok," ucap Reyhan.
Dokter Anne mengangguk, ia kemudian mengambil berkas persetujuan persalinan lalu memberikan pada Reyhan untuk ditanda tangani.
Setelah berkas itu ditanda tangani, dokter Anne memulai proses persalinan pada Larissa.
Larissa terus didampingi Reyhan, digenggamlah tangan istrinya itu.
"Kamu kuat sayang, kamu pasti bisa," ucap Reyhan.
Pria itu mengusap kepala Larissa yang sudah penuh dengan keringat.
Diciumi juga kening istrinya itu.
"Massh, ini sakit sekali," ucap Larissa mencengkram kuat tangan Reyhan, bahkan kuku-kukunya juga menancap pada tangan suaminya.
Meski tangannya terluka oleh kuku Larissa, tapi Reyhan tidak mengeluh sama sekali.
Rasa sakit ditangannya, tidak sebanding dengan rasa sakit yang istrinya rasakan.
Ia tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu.
Sungguh, kalau bisa Reyhan ingin menggantikan Larissa.
Biar dia saja yang merasakan sakit itu.
Ia juga jadi tidak ingin lagi memilik anak.
Cukup dua bayi kembar ini saja.
"Sedikit lagi sayang. Ayo sedikit lagi," ucap Reyhan.
Pria itu mengikuti apa yang diucapkan dokter Anne yang mengarahkan Larissa untuk mengejan.
Larissa terus mengikuti arahan-arahan tersebut hingga ia mengejan kuat, dan keluarlah anak pertama mereka.
Oek.. Oek..
Mendengar tangis bayi tersebut, seketika hilang rasa sakit yang sejak tadi Larissa rasakan.
Dokter Anne segera mengambil bayi pertama Larissa.
"Anak pertama anda laki-laki, pak, bu" ucap dokter Anne.
Larisa dan Reyhan tersenyum bahagia mendengar ucapan dokter Anne.
Dokter Anne kemudian menyerahkan anak pertama Larissa pada perawat.
Dua menit setelah bayi pertama keluar, perut Larissa terasa sakit lagi.
"Perut sayah sakith lagii dok," ucap Larissa menahan sakit.
"Itu kabar baik bu, berarti anak kedua anda akan segera lahir," ucap dokter Anne.
Larissa diarahkan lagi oleh dokter Anne untuk melahirkan anak keduanya.
Hingga tidak lama kemudian bayi kedua mereka lahir.
Oek.. Oek..
Suara-suara tangisan bayi didalam ruang bersalin itu sungguh menenangkan kedua orang tuanya yang sejak tadi merasa tegang.
Suara bayi itu bahkan terdengar hingga keluar ruang bersalin dan membuat semua orang yang menunggu kelahiran anak Larissa dan Reyhan turut merasa bahagia.
__ADS_1
"Bu, anaknya mas Reyhan sudah lahir," ucap Alena senang.
"Suara bayinya ada dua bu, mereka kembar kayak aku dan Alena," ucap Elena.
"Ia nak, keponakan kembar kalian sudah lahir," ucap Mayang.
Cristian dan Karina juga sama bahagianya dengan ibu dan adik kembar Reyhan.
"Mass, kita sekarang punya cucu," ucap Karina.
"Iya sayang, syukurlah cucu-cucu kita sudah lahir," ucap Cristian.
Dion dan Risty yang hadir disana juga turut bahagia mendengar suara tangisan bayi kembar Larissa dan Reyhan.
Didalam ruang bersalin.
Bayi kembar tersebut segera dibersihkan oleh perawat, barulah nnti diserahkan pada orang tuanya.
Larissa juga saat ini sedang dibersihkan oleh dokter Anne.
"Anak kedua kami, jenis kelaminnya apa ya dok?," tanya Larissa.
"Jenis kelaminnya perempuan bu," jawab dokter Anne.
Larissa beralih menatap Reyhan yang setia berada disebelah Larissa sejak tadi.
"Feeling kamu benar mas, anak kita laki-laki dan perempuan," ucap Larissa.
"Tentu saja sayang, akukan ayahnya," ucap Reyhan percaya diri yang membuat Larissa terkekeh.
Saat ia masih hamil, mendengar ucapan suaminya seperti itu ia merasa kesal, tapi sekarang rasanya ia bahagia sekali.
Iya. Larissa merasa bahagia.
Bahagia memiliki suami yang nyaris sempurna dan memiliki dua anak yang lucu-lucu.
"Terimakasih sayang, kamu sudah melahirkan anak-anakku," ucap Reyhan dengan tulus.
Larissa membalas ucapan Reyhan dengan senyumannya, mata keduanya masih saling bertatapan.
Hingga tidak lama kemudian, dokter Anne telah selesai dengan kegiatannya.
Dokter Anne meminta Reyhan untuk membantu Larissa memakaikan baju.
Lalu setelahnya Larissa dan kedua bayi kembarnya dipindahkan keruang rawat.
Keluarga yang sejak tadi menunggu dirumah sakit, ikut juga masuk keruang rawat Larissa.
"Anak kalian lucu sekali nak," ucap Karina yang menggendong bayi laki-laki anaknya.
Padahal kedua bayi itu memiliki wajah yang sama serta keduanya sama-sama dibalut bedong.
Meski begitu, Karina tetap bisa melihat mana bayi laki-laki dan mana bayi perempuan.
Mayang juga tidak mau ketinggalan. Ia menggendong juga bayi satunya.
"Siapa nama anak kalian, nak?," tanya Mayang.
"Brian dan Briana" jawab Reyhan.
"Wahh, babby B ya mas" ucap Alena.
"Jangan mas, panggilan babby B itu jelek. Panggil Ian dan Anna aja," ucap Elena.
"Aisshh, kalian ini. Namanya itu Brian dan Briana masa ia mau diganti babby B terus Ian dan Anna, kan beda dengan nama aslinya" ucap Mayang.
__ADS_1
Ia juga tidak terima bila nama cucunya diganti-ganti oleh anak kembarnya.
Sedangkan Reyhan dan Larissa hanya tersenyum mendengarkan perdebatan ketiga wanita beda usia itu.
Dua hari berlalu.
Larissa akhirnya diperbolehkan pulang kerumah bersama dengan kedua bayi kembarnya.
Larissa tidak kembali kerumah Cristian, melainkan kerumah barunya.
Disana kedatangan mereka sudah disambut oleh seluruh keluarganya.
"Welcome babby B," ucap Alena sesaat Larisaa dan Reyhan masuk kedalam rumah dengan menggendong bayi masing-masing satu.
Alena bahkan sudah menyiapkan ucapan selamat datang untuk babby B nya.
Elena juga tidak mau kalah dengan Alena, ia juga membuat ucapan selamat datang untuk babby Ian dan babby Anna.
Kedua gadis itu masih tetap mempertahankan julukan masing-masing untuk keponakannya.
"Kalian ini ya, sudah berapa kali ibu bilang, panggil Brian dan Briana," ucap Mayang sembari menjewer sebelah telinga kedua anak gadisnya.
"Aku maunya panggil Babby B bu," ucap Alena.
"Aku juga maunya panggil Ian dan Anna," ucap Elena tidak mau kalah.
Larissa dan yang lainnya justru tergelak melihat ketiga wanita beda usia itu memperebutkan panggilan nama untuk anak kembar Reyhan.
Bagi Reyhan tak masalah anaknya akan dipanggil babby B atau Ian dan Anna, yang jelas kehadiran kedua anaknya mendatangkan kebahagiaan untuk keluarganya.
Oek. Oek.
Babby Brian yang ada digendongan Larissa menangis.
"Cup. Cup. Cup. Sayang kamu haus ya," ucap Larissa.
Wanita itu kemudian berjalan menuju sofa dan mendudukan bokongnya disana.
Baru saja Larissa hendak menyusui babby Brian, tapi sudah terdengar lagi suara tangis babby Briana yang ada digendongan Reyhan.
Oek. Oek.
Karena mendengar saudaranya menangis, babby Briana ikut menangis.
"Briana nangis juga sayang," ucap Reyhan.
Pria itu mengikuti Larissa duduk juga disofa sebelah istrinya.
"Sebentar mas, aku nyusui babby Brian dulu," ucap Larissa.
Oek. Oek.
Tapi babby Briana tidak mau menunggu, ia menangis lebih kencang.
"Aduh-aduh anak daddy haus ya. Sabar ya, kan gantian dulu sama kakak," ucap Reyhan bicara pada babby Briana.
Oek. Oek.
Babby Briana tetap menangis kencang, ia sudah ingin menyusu.
Pada akhirnya Reyhan menyerahkan babby Briana pada Larissa untuk disusui juga oleh istrinya.
Larissa kini memangku dua bayi disisi kiri dan kanannya. Ia menyusui babby Brian dan Briana bersamaan.
Melihat pemandangan itu, Reyhan jadi teringat pada awal-awal pernikahannya dengan Larissa yang membutuhkan kesabaran dirinya.
__ADS_1
Ia tak menyangka, pada akhirnya dirinya bahagia bersama Putri Kaya yang ia nikahi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=TAMAT\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=