
Rupanya Marcell datang kebutik Riris tidak hanya seorang diri melainkan bersama anak buahnya.
Larissa yang melihat banyaknya anak buah Marcell segera menarik tangan Reyhan untuk menjauh.
"Rey, sudah jangan herani dia, kita acuhkan saja dia, ayo kita masuk saja" pinta Larissa sembari menarik-narik tangan Reyhan.
Reyhan melihat kekhawatiran terlihat diwajah Larissa, ia tidak tega memperlihatkan perkelahian didepan gadis itu sehingga Reyhan menurut, ia melangkah mengikuti tangannya yang ditarik oleh Larissa namun secepatnya dihadang oleh anak buah Marcell.
Reyhan dikepung dari segala arah oleh para preman tersebut, tidak ada yang memisahkan mereka pasalnya butik Riris sedang tutup untuk tiga hari kedepan karena akan dilakukan sedikit renovasi sedangkan Risty ia izin akan masuk siang karena kelelahan menghandle pekerjaan Larissa beberapa hari yang lalu.
Srakk.
Salah satu dari preman tersebut berhasil menarik baju Reyhan hingga sobek.
"Tolong! Tolong! Tolong!" teriak Larissa minta tolong pada siapapun namun tidak ada satupun orang yang mendengarnya, ia justru dibekap oleh Marcell dan ditariknya menjauh dari Reyhan.
Reyhan hendak menolong Larissa namun secepatnya di hadang oleh anak buah Marcell.
Bugh. Bugh. Bugh.
Reyhan terus melayangkan pukulannya membabi buta pada setiap preman yang menghalanginya dan membuat beberapa preman tersebut mundur.
"Ayo kemari lawan aku, aku tidak takut sama sekali dengan kalian" ucap Reyhan.
"Ck! Nggak ada takut-takutnya ya lo, sadar dong lihat lo itu sendirian" ucap salah satu preman tersebut.
"Ayo kita buktikan siapa pria yang benar-benar gantle" ucap Reyhan sembari menyeringai.
Reyhan memang sejak kecil dilatih oleh ayahnya ilmu bela diri, sejak kecil juga ia sudah biasa menghadapi puluhan orang sekaligus sehingga ia tidak takut sama sekali saat berhadapan dengan anak buah Marcell saat ini.
Bugh. Bugh.
Pukulan demi pukulan mengarah pada Reyhan namun tidak ada satupun pukulan yang mengenai pria itu. Reyhan kemudian membalas pukulan-pukulan itu dan akhirnya delapan orang tumbang, tinggal lah dua orang lagi yang masih harus Reyhan kalahkan.
Disisi lain Larissa yang ditarik oleh Marcell segera dibawa masuk kedalam mobil pria itu yang salah satu kaca jendelanya pecah.
"Marcell lepaskan aku" pinta Larissa.
"Tidak akan Rissa!" ucap Marcell tegas.
Marcell kemudian melajukan mobilnya meninggalkan butik Riris, ia berencana membawa Larissa kerumah lama pria itu agar tidak ada yang tahu keberadaannya.
"Marcell turunkan aku sekarang atau aku akan lompat" ancam Larissa.
Marcell tersenyum mengejek.
"Coba saja kalaubkamu mau lompat" ucap Marcell.
Larissa terperangah, ternyata Marcell tidak bisa ia ancam seperti itu. Gadis itu segera membuka pintu mobil disebelahnya namun terkunci. Ia kemudian melepas heelsnya dan memukul-mukulkan kekaca jendela.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu lakukan Rissa?" tanya Marcell dengan geram namun tidak diherani oleh Larissa, gadis itu terus saja memukul-mukul kaca tersebut.
Pyarr.
Kaca mobil Marcell disebelah Larissa pecah dan gadis itu hendak mencoba memasukan tubuhnya ke jendela tersebut.
"Cobalah saja kamu melompat" ucap Marcell kemudian menambahkan laju mobilnya.
Melihat Marcell yang menambahkan laju mobilnya, Larissa mengurungkan niatnya untuk melompat. Ia justru memukuli Marcell menggunakan heelsnya.
Tuk tuk tuk
"Akkh!" teriak Marcell karena kesakitan dipukuli oleh Larissa.
Fokus Marcell terpecah, mobil yang sedang ia kemudikan hilang kendali berbelok kekanan dan kekiri hingga dari arah depan ada mobil truk sedang melaju.
Tit tit tit.
Suara kelaksonan dari mobil truk didepan tetap tidak membuat Larissa dan Marcell berhenti.
Ckitt.
Suara rem dari mobil truk terdengar namun mobil Marcell terus melaju.
Brakk.
Mobil Marcell menabrak truk didepannya yang sedang perlahan berhenti. Meski mobil truk perlahan berhenti namun Mobil Marcell yang melaju kencang membuat tabrakan itu cukup hebat.
Reyhan bergegas keluar dari mobil dan menghampiri mobil Marcell.
Dilihatnya oleh Reyhan Larissa sudah terluka parah dengan darah yang mengalir dari kepalanya
"Ri-Rissa!" panggil Reyhan terbata, tubuh Reyhan gemetar hebat ia jadi teringat Nayla saat kecelakaan tiga tahun yang lalu.
Reyhan menguatkan dirinya, ia tepis semua ingatan-ingatan tentang kecelakaan yang menimpa Nayla.
'Aku harus kuat! Larissa sedang membutuhkanku' batin pria itu.
Reyhan perlahan menolong Larissa yang pintu mobilnya sudah dibuka oleh beberapa orang yang membantunya.
Pria itu menggendong Larissa kemudian berlari menuju mobilnya dan melaju menuju rumah sakit. Sedangkan Marcell, ia dibantu oleh orang-orang yang menolongnya dan dilarikan kerumah sakit menggunakan ambulan.
"Larissa kumohon bertahanlah" lirih Reyhan sembari menyetir, ia meletakan Larissa duduk disebelah kemudi yang kursinya direbahkan kebelakang dan memakaikan gadis itu sabuk pengaman.
"Larissa kumohon bertahanlah" lirih Reyhan lagi. Kalimat itu terus saja diucapkan oleh Reyhan mengiringi perjalan membawa kerumah sakit.
Reyhan tiba lebih dulu dari mobil ambulan yang membawa Marcell, pria itu kemudian membopong Larissa menuju ruang ICU.
"Dokter tolong selamatkan calon istri saya" pinta Reyhan pada dokter yang akan menangani Larissa.
__ADS_1
"Baik mas, akan kami usahakan silahkan anda tunggu saja disini" ucap dokter tersebut kemudian masuk kedalam ruangan tersebut untuk segera menangai Larissa.
Tidak lama kemudian mobil ambulan yang membawa Marcell tiba dirumah sakit itu. Marcell segera ditangani oleh pihak rumah sakit.
Reyhan terduduk dikursi tunggu depan ruang ICU dimana Larissa sedang ditangani didalam ruangan itu.
"Larissa kumohon bertahanlah, kamu harus selamat" ucap Reyhan terlihat frustasi.
Pria itu terduduk cukup lama dan ia teringat belum mengabari orang tua Larissa.
Reyhan kemudian mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Cristian.
"Iya Rey" jawab Cristian.
"Daddy segeralah datang bersama mommy kerumah sakit, Larissa kecelakaan dan sekarang sedang diruang ICU" ucap Reyhan.
"Apa Rey, Larissa kecelakaan?" tanya Cristian terkejut.
"Iya dad" jawab Reyhan.
"Kami akan segera kesana" ucap Cristian.
"Iya dad" ucap Reyhan.
Panggilan telepon kemudian terputus dan Cristian segera kerumah sakit bersama dengan Karina.
Satu jam perjalanan yang ditempuh oleh Cristian dan Karina, kini mereka sudah tiba diruang ICU dimana ada Reyhan yang sedang duduk dikursi tunggu dan Larissa masih sedang ditangani oleh dokter didalam ruangan tersebut.
"Bagaimana Rey keadaan Larissa?" tanya Karina dengan wajah yang panik.
"Reyhan belum tahu mom karena dokter belum selesai memeriksa Larissa" jawab Reyhan.
"Semoga saja dia baik-baik saja" ucap Karina.
"Iya mom" ucap Reyhan.
"Bagaimana ceritanya Larissa bisa kecelakaan Rey?" tanya Cristian.
Reyhan kemudian menceritakan semuanya pada Cristian dan Karina.
"Benar-benar keterlaluan itu si Marcell mas, tindakannya itu bisa menyebabkan seseorang kehilangan nyawa" ucap Karina dengan emosi.
"Tenang mom, saat ini Marcell juga masih ditangani oleh dokter diruang ICU" ucap Reyhan.
"Apa kamu baik-baik saja setelah menghadapi sepuluh orang preman?" tanya Cristian pada Reyhan.
"Aku baik-baik aja dad" jawab Reyhan.
Pintu ruangan Larissa dibuka dan keluarlah dokter yang tadi menangani Larissa.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan calon istri saya dokter?" tanya Reyhan.
...****************...