Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 70 Ngidam


__ADS_3

Reyhan menaikan sebelah alisnya. Ia heran dengan permintaan Larissa yang menurutnya aneh namun ia paham jika permintaan Larissa itu karena keingginan dari anak yang dikandung wanita itu alias ngidam.


"Kamu ngidam?" tanya Reyhan yang dijawab anggukan kepala oleh Larissa.


"Aku akan turuti permintaanmu tapi sebaiknya kamu makan dulu" ucap Reyhan.


"Aku tidak mau nasi Rey, aku juga tidak mau makanan yang banyak bumbunya. Aku cuma mau makan mangga muda" ucap Larissa.


Reyhan tak mau kalah, ia kemudian meminta Larissa untuk memilih mau makan mangga muda tapi harus makan lebih dulu atau tidak sama sekali. Pada akhirnya Larissa menurut. Ia memakan makanan yang disediakan dari rumah sakit dan disuapi oleh Reyhan.


Hoeekk Hoeekk.


Baru dua suap makanan yang masuk kedalam mulutnya namun sudah dikeluarkannya oleh Larissa. Reyhan kemudian membersihkan muntahan Larissa yang bercecer dilantai.


"Tuh kamu lihat sendirikan aku jadi muntah. Sudahlah aku tidak mau makan aku juga tidak mau mangga muda" ucap Larissa.


"Tidak boleh seperti itu Rissa, kamu harus makan" bujuk Reyhan setelah selesai membersihkan lantai.


"Sudahlah Rey kamu benar-benar tidak bisa mengerti aku" ucap Larissa.


Huhh.


Reyhan menghela nafasnya pelan, ia harus benar-benar sabar menghadapi Larissa, pasalnya apapun yang ia lakukan selalu saja salah dimata wanita itu.


"Lalu kamu inginnya seperti apa?" tanya Reyhan pelan.


Larissa tak menjawab ia justru mengalihkan wajahnya agar tidak menghadap Reyhan.


Mendapati tidak ada tanggapan dari Larissa, Reyhan beralih mendekatkan wajahnya pada perut Larissa.


"Hai anak daddy, kamu baik-baik ya didalam perut mommy. Kalau kamu lapar dan ingin makan sesuatu katakan saja pada daddy ya" ucap Reyhan berbicara pada janin yang berada diperut Larissa.


Larissa yang mendengar Reyhan berbicara pada janin yang ada diperutnya merasa tersanjung, dada wanita itupun berdebar cepat namun ia tetap mempertahankan sikap angkuhnya.


Reyhan beralih memegang tangan Larissa dan menggenggamnya.


"Larissa, apa kamu tidak merasa kasihan pada anak kita kalau kamu tidak makan?" tanya Reyhan namun tidak mendapatkan jawaban dari Larissa.


"Sayang_" ucap Reyhan namun terputus karena Larissa berbicara lebih dulu.


"Cukup Reyhan jangan panggil aku sayang! aku seperti ini juga karena anak kamu" ucap Larissa.

__ADS_1


Wanita itu kemudian melepas tangannya dari genggaman tangan Reyhan. Melihat Larissa yang semakin keras kepala Reyhan tidak tinggal diam, ia ingin menegaskan bagaimanapun mereka adalah suami istri dan dia kepala rumah tangganya dan Larissa harus bisa menghargainya.


"Meski kamu tidak menginginkan anak itu, tapi bagaimanapun juga dia adalah anakmu Larissa, kamu adalah ibunya, kamu harus menyayanginya walaupun kamu membenci ayahnya!" ucap Reyhan dengan tegas.


Larissa terdiam tidak bisa berkata-kata, apa yang dikatakan Reyhan adalah benar dan ia tidak bisa mengelaknya.


Reyhan kembali meraih tangan Larissa.


"Ayolah Larissa dengarkan aku kali ini saja" ucap Reyhan.


Larissa kemudian membalikan wajahnya agar menghadap Reyhan, ia menatap pria didepannya dan mengangguk.


Reyhan tersenyum senang karena Larissa mau menurut padanya. Pria itu kemudian mengambil lagi makanan tadi dan menyuapi Larissa lagi. Makanan tersebut dimakannya oleh wanita itu, meski ingin memuntahkannya lagi namun sekuat tenaga Larissa tahan agar tidak muntah.


Cup.


Reyhan mengecup kening Larissa.


"Terimakasih kamu sudah mau mendengarkankku" ucap Reyhan.


Makanan habis dimakan oleh Larissa dan pria itu segera membereskan peralatan makannya. Setelahnya Reyhan bertanya pada Larissa apa ia jadi ingin mangga muda yang Reyhan panjat sendiri dari pohonnya.


"Iya Rey aku ingin sekali makan mangga muda yang dipetik langsung olehmu dari pohonnya" ucap Larissa.


Larissa mengangguk dan Reyhan segera menghubungi bi Lia untuk datang kerumah sakit menemani Larissa. Satu jam menunggu akhirnya bi Lia datang dan Reyhan segera pulang kerumah.


Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan akhirnya ia tiba dirumah. Dilihatnya pohon mangga yang berada dihalaman depan dan belakang rumah lagi sedang tidak berbuah.


"Pak Herman, pohon mangganya tidak ada yang berbuah ya?" tanya Reyhan.


"Tidak ada den. Kenapa den mau buah mangga ya, mendingan beli aja" ucap Herman.


"Masalahnya Larissa maunya mangga muda yang dipetik langsung dari pohonnya oleh saya" ucap Reyhan.


"Ooh kalau begitu mending minta tetangga aja den, dirumah sebelah pohon mangganya pak Arrash sedang berbuah" ucap Herman.


Reyhan berfikir sejenak dan akhirnya ia setuju dengan saran Herman. Pria itu kemudian mendatangi rumah tetangganya itu dan meminta izin oleh sang pemilik rumah untuk meminta buah mangga mudanya.


"Larissa lagi hamil ya?" tanya Arrash tetangga sebelah rumah Reyhan.


"Iya mas Lagi ngidam-ngidamnya" jawab Reyhan.

__ADS_1


"Ambil aja yang banyak Rey, ibu hamil itu sukanya sama yang asam-asam" ucap Arrash.


Reyhan akhirnya mulai menaiki pohon mangga dan ia memetik buah tersebut secukupnya yakni dua buah mangga muda dan dua buah mangga muda setengah matang.


Untung saja Reyhan bisa memanjat pohon sehingga dia bisa menuruti apa yang diinginkan istrinya itu.


"Terimakasih mangganya mas" ucap Reyhan setelah berhasil mendapatkan buah mangga dan turun dari pohon.


"Sama-sama Rey" ucap Arrash bersamaan.


Reyhan kemudian kembali kerumah untuk membasuh mangga tersebut dan membersihkan diri karena sejak bangun tidur tadi ia mengurusi Larissa jadi ia belum sempat mandi.


Reyhan kembali kerumah sakit dengan membawakan buah mangga muda pesanan Larissa.


Ceklek.


Pria itu membuka pintu kamar rawat istrinya dan dilihatnya disana ada Marisha juga sedang duduk disofa. Reyhan sekilas menyapa wanita itu hanya untuk menghargai kedatangannya.


"Mana mangga mudanya?" tanya Larissa.


"Ini" jawab Reyhan sembari menganggkat plastik yang ada ditangannya.


Larissa buru-buru mengambil plastik tersebut dan dibukanya. Benar saja disana ada mangga muda pesanan dia. Ia langsung mengambil pisau yang memang Reyhan bawakan dari rumah.


Wanita itu mengupas mangga tersebut dan memakannya.


Kraukk. Kraukk.


"Emm, enaknya Rey. Ini terasa sekali kalau kamu yang metik langsung dari pohonnya" ucap Larissa.


"Pohon mangga yang dirumah tidak ada yang berbuah jadi aku minta mangganya mas Arrash" ucap Reyhan.


Larissa mengangguk, ia baru teringat kalau dirumah pohon mangganya tidak berbuah dan untung saja Reyhan bisa mendapatkan apa yang ia mau.


"Terimakasih ya Rey" ucap Larissa.


Reyhan tidak menjawab namun ia menanggapi dengan mengangguk dan tersenyum.


Marisha yang sejak tadi berada diruangan itu terus memperhatikan interaksi keduanya. Tadinya Marisha datang kerumah sakit untuk membesuk Larissa sekaligus menjalankan rencananya yang semalam ia bisikan pada Jhonatan namun sayangnya gagal.


"Tante pulang dulu ya Rissa, kamu cepat sembuh" ucap Marisha.

__ADS_1


"Iya tante, terimakasih sudah membesukku" ucap Larissa.


Marisha mengangguk, ia kemudian keluar dari ruangan Larissa dan pergi dari rumah sakit.


__ADS_2