
Keesokan harinya.
Larissa ragu hedak pergi menemui Marcell karena mengingat perkatan Reyhan semalam, tapi ia juga ingin membuktikan perkataan Marcell apa benar dulu sebelum amnesia ia mencintai Marcell.
"Pergi nggak yah?" gumam Larissa bertanya pada dirinya sendiri.
Lama Larissa menimbang dan akhirnya ia memutuskan untuk menemui Marcell makan siang direstorant Cempaka.
Larissa tiba direstorant itu lima belas menit lebih awal dari jam makan siang tapi rupanya ia sudah ditunggu Marcell dan kawan-kawan sejak setengah jam yang lalu.
Larissa melangkahkan kakinya masuk kedalam restorant dan ia melihat pintu ruangan private, ia terus melangkahkan kakinya masuk kedalam restorant dan berdiri tepat didepan pintu ruangan private tersebut. Selintas bayangan dirinya yang menampar Marcell teringat tapi hanya itu yang muncul diingatannya.
"Kenapa aku menampar Marcell diruangan itu?" gumam Larissa.
Kepala wanita itu terasa sakit bila ia memaksakan untuk mengingat. Melihat ada seseorang yang hanya berdiri didepan pintu ruangan private pelayan segera menghampiri Larissa.
"Maaf nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan.
"Eh, emm saya" ucap Larissa.
Ia tergagap pasalnya ia tadi melamun berusaha untuk mengingat sesuatu tapi ia justru dikejutkan dengan sapaan pelayan yang mendatanginya.
"Reservasi atas nama siapa?" tanya pelayan itu lagi.
"Marcell" jawab Larissa.
"Ooh. Mari saya antar" ucap pelayan tersebut.
Larissa mengangguk, ia kemudian diantar oleh pelayan untuk menghampiri Marcell. Wanita itu mendekati sebuah meja yang berisi empat pria disana, namun belum sempat tiba dimeja itu Marcell yang melihat Larissa datang segera bangkit.
"Kita duduk disini aja" ucap Marcell.
Pria itu menarikan kursi yang berada di meja nomor 21 sedangkan tadi ia duduk bersama temannya adalah meja nomor 23. Larissa tak menolak ia kemudian duduk dikursi yang sudah disiapkan oleh Marcell.
"Baru datang?" tanya Marcell yang diangguki oleh Larissa.
Marcell kemudian memesan makanan. Sembari menunggu makanan datang Larissa ingin membuktikan perkataan Marcell tadi malam yang mengatakan ia sangat mencintai pria itu.
Larissa menatap Marcell dengan lekat untuk membuktikannya.
'Jantungku tidak berdebar saat menatapnya. Tidak seperti aku menatap Reyhan yang selalu membuat jantungku berdebar. Hatiku juga tidak merasa bahagia bertemu dengannya justru aku merasa seperti aku dulu membencinya' batin Larissa.
"Ehemm" deheman dari Marcell mampu membuyarkan lamunan Larissa.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Larissa? Apa yang kamu rasakan saat bertemu denganku?" tanya Marcell.
"Aku, aku tidak tahu Marcell" ucap Larissa.
Ditempat yang berbeda tepatnya dikantor Darwin Properties.
Reyhan diajak oleh ketiga temannya untuk makan siang bersama pasalnya mereka sudah jarang sekali berkumpul bersama apa lagi makan bersama. Pria itu menyetujuinya karena kebetulan siang ini tidak ada jadwal makan siang dengan klien dan pekerjaannya juga tidak banyak.
"Mau makan siang dimana?" tanya Reyhan pada ketiga temannya.
Saat ini mereka tengah berkumpul diruangan staff marketing tempat Reyhan bekerja sebelumnya.
"Gimana kalau kita makan direstorant Cempaka Rey. Restorantnya nggak jauh dari sini ko" ucap Edwin.
Mendengar Edwin menyebut restorant cempaka, Reyhan jadi teringat dengan Larissa yang memilik janji dengan Marcell untuk makan siang disana. Tanpa pikir panjang Reyhan langsung menyetujuinya. Ia juga ingin memastikan apakah Larissa mendengarkan perkataannya atau tidak.
"Oke kalau begitu kita makan disana aja" ucap Reyhan dan disetujui oleh yang lainnya.
Mereka pergi kerestorant dengan menggunakan motor untuk sedikit mengenang masa-masa kebersamaan mereka.
Tidak lama waktu yang mereka butuhkan untuk tiba direstorant cempaka. Saat ini mereka telah tiba diparkiran restoran dan hrndak berjalan masuk kedalam restorant itu.
"Inikan mobil Larissa" gumam Reyhan pelan.
"Ayo masuk" ajak Adam dan keempat pria itu masuk kerestorant.
Reyhan mengedarkan pandangannya menyusuri setiap sudut restorant itu, dan benar saja Larissa sedang makan siang bersama dengan Marcell.
"Kamu nyari siapa sih Rey?" tanya Satria.
"Iya Rey, ko matanya jelalatan kayak gitu. Ingat Rey kamu sudah punya istri" ucap Adam.
"Hush, kamu nih Dam bisa nggak jangan bercanda terus" tegur Edwin.
Reyhan tidak menanggapi pertanyaan dan perkataan teman-temannya, ia memilih berjalan menghampiri Larissa dan Marcell yang sedang makan.
Melihat Reyhan yang berjalan lebih dulu kearah Larissa yang sedang makan dengan pria lain ketiga temannya itu saling pandang, mereka baru menyadari kalau sejak tadi Reyhan mengedarkan pandangannya itu untuk mencari istrinya.
"Ayo kita ikutin Reyhan jangan sampai ada keributan direstoran ini" ajak Edwin yang diangguki oleh Adam dan Satria.
Dimeja makan no 21 Larissa dipesankan makanan oleh Marcell namun tidak dimakannya, ia beralih meminta fooding mangga dan saat ini sedang dimakannya bersama dengan Marcell yang sedang makan siang.
"Begitu ya kalau orang lagi hamil muda tidak suka makan nasi dan masakan seperti ini" ucap Marcell.
__ADS_1
Larissa terperangah ia tak habis fikir bagaimana bisa Marcell tahu kalau dirinya sedang hamil muda.
"Kamu tahu dari mana kalau aku sedang hamil?" tanya Larissa.
"Dari sepupumu Dion, dia kemarin melihat kamu periksa kedokter kandungan" ucap Marcell.
Wajah Larissa berubah pias ia tak menyangka kalau sudah ada orang lain yang mengetahui kehamilannya.
"Cell tolong rahasiakan kehamilanku ini pada siapapun ya, aku belum bisa memberi tahukan Reyhan dan orang tuaku" pinta Larissa.
Belum sempat Marcell menanggapi perkataan Larissa, Reyhan sudah tiba disana dan mendengarkan permintaan Larissa pada Marcell untuk merahasiakan kehamilannya.
"Jadi kamu hamil Larissa?" tanya Reyhan.
Deg.
Mendengar suara seseorang yang ia kenali membuat Larissa terkejut.
"Rey" panggil Larissa setelah menolehkan kepalanya dan melihat Reyhan sudah berdiri disisi mejanya.
"Sejak kapan kamu disana?" tanya Larissa.
"Sejak kamu meminta Marcell agar tidak memberi tahukan kehamilanmu padaku dan pada orang tuamu. Kenapa kamu memberitahu dia tapi kamu justru merahasiakannya dariku?" ucap Reyhan kemudian bertanya.
"Bukan seperti itu Rey, aku bisa jelaskan semuanya" ucap Larissa.
"Kalau begitu ayo jelaskan dirumah" ucap Reyhan kemudian mencekal tangan Larissa dan mengajaknya pulang.
Sepasang suami istri itu sudah melangkah dan hendak pulang namun segera dicegah oleh Marcell.
"Heh Reyhan, sadar diri dong lo. Sudah jelas-jelas Larissa merahasiakan kehamilannya dari lo itu berarti dia nggak nganggap lo dan nggak menginginkan anak lo" ucap Marcell.
Bugh.
Reyhan tak terima dengan perkataan yang dilontarkan Marcell sehingga Reyhan meninjunya dan membuat pria itu mundur beberapa langkah.
"Sudah Rey ayo kita pulang" ucap Larissa.
Larissa menarik tangan Reyhan dan mengajak suaminya untuk pulang, namun melihat ketiga teman Marcell yang mendekat kearahnya membuat Reyhan mengurungkan niatnya untuk pulang.
"Rey" panggil Larissa lagi namun tidak didengarkan oleh pria itu.
Melihat temannya dihampiri oleh empat pria, ketiga teman Reyhan yang sejak tadi mengikuti memutuskan untuk mendekat.
__ADS_1