Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 69 Larissa pingsan


__ADS_3

Reyhan pulang kerumah sudah larut malam. Ia tadi lama berbincang dengan Satria dirumah kost lamamnya membicarakan hubungannya dan Larissa serta Satria juga menceritakan hubungannya dengan anak SMA itu.


Ceklek.


Reyhan membuka pintu kamar dan melihat Larissa yang belum tidur dan masih duduk bersandar disandaran sofa sembari membaca buku.


"Kamu baru pulang Rey?" tanya Larissa.


"Iya" jawab Reyhan singkat.


Reyhan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam ruang ganti untuk berpakaian. Pria itu kemudian berjalan kearah pintu kamar hendak keluar lagi dari kamar.


"Kamu mau kemana Rey?" tanya Larissa sesaat Reyhan suda tiba didepan pintu kamar.


"Aku masih ada pekerjaan" jawab Reyhan.


Pria itu kemudian membuka pintu kamar dan keluar menuju ruang kerjanya yang berada disebelah kamar itu.


"Kamu marah padaku Rey?" tanya Larissa sesaat pintu kamar tertutup.


Reyhan mengerjakan pekerjaan yang tertunda tadi siang. Memeriksa berkas dan menanda tanganinya. Pria itu membuka satu persatu berkas yang hendak diperiksanya hingga ia menemukan berkas berjudul Pengalihan kepemimpinan Royal Darwin.


"Apa ini?" gumam Reyhan bertanya pada dirinya sendiri.


Pria itu membuka dan dibacanya berkas itu yang berisi Jhonatan Darwin menyatakan bahwa mulai tanggal satu bulan depan perusahaan Royal Darwin resmi berada dibawah pimpinan Darwin Properties dan menyerahkan kepemimpinannya pada CEO PT. DARWIN PROPERTIES yakni Reyhan Anggara.


"Jadi daddy benar-benar menyerahkan Royal Darwin padaku" gumam Reyhan sembari menganggukan kepalanya mengerti.


Pria itu kemudian menanda tangani berkas tersebut tanda ia setuju dengan keputusan itu.


Reyhan melanjutkan pekerjaannya hingga pukul 1 malam dan kemudian ia kembali kekamar.


Ceklek.


Pintu kamar dibuka lagi oleh Reyhan dan pria itu melihat Larissa sudah terlelap. Ia kemudian membenahkan selimut yang dipakai oleh wanita itu hingga bagian dada.


"Kamu ada disini nak, sehat-sehat ya" ucap Reyhan.


Pria itu berucap sembari mengusap perut Larissa ya masih rata dan tertutup selimut. Reyhan kemudian membaringkan tubuhnya disebelah wanita itu dan ikut terlelap.


Mengetahui tidak ada pergerakan lagi dari Reyhan dan deruh nafas pria itu teratur Larissa segera membuka matanya. Ternyata wanita itu tidak tidur melainkan pura-pura tidur.


"Aku lapar" lirih Larissa pelan.


Wanita itu kemudian mendudukan tubuhnya diranjang dan melirik kearah Reyhan yang sudah terlelap.


"Rey anakmu lapar" lirih Larissa sembari mengusap perutnya yang rata.

__ADS_1


Reyhan yang sudah terlelap tidak bisa mendengar perkataan Larissa. Wanita itu kemudian menuruni ranjang dan keluar dari kamar untuk menuju balkon. Ia tidak ingin makan makanan didapur, ia ingin makan mangga muda tapi yang dipetik langsung oleh Reyhan dari pohonnya.


"Huhh, apa aku harus bangunin Reyhan y?" tanya Larissa pada dirinya sendiri.


Tapi wanita itu enggan untuk membangunkan Reyhan ia memilih masuk kedalam kamar dan merebahkan lagi tubuhnya diatas ranjang.


Larissa memaksakan diri untuk terlelap namun cukup lama ia terjaga dan pukul tiga pagi baru bisa terlelap.


Keesokan harinya.


Hoeekk. Hoeekk.


Baru beberapa jam Larissa terlelap ia sudah terbangun karena merasakan perutnya yang mual.


"Kamu muntah lagi, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Reyhan.


Pria itu baru saja bangun tidur karena mendengar suara Larissa muntah.


"Aku tidak apa-apa" jawab Larissa.


Wanita itu telah selesai dengan muntahnya, ia kemudian berjalan meninggalkan Reyhan didalam kamar mandi.


Brukk.


Larissa jatuh pingsan setelah keluar dari kamar mandi.


"Larissa!" panggil Reyhan karena terkejut.


Pria itu segera mengangkat tubuh Larissa ketempat tidur dan membaringkannya disana.


"Larissa" panggil Reyhan.


Pria itu menepuk pipi Larissa namun tidak ada reaksi apa-apa dari wanita itu.


"Ya ampun Larissa kamu pucat sekali" ucap Reyhan.


Pria itu segera menghubungi Herman untuk menyiapkan mobil dan mengantarkan mereka kerumah sakit.


Mengetahui Larissa pingsan, bi Lia segera menghubungi Karina yang berada dijepang untuk memberi tahukan kabar Larissa.


"Hallo bu" ucap bi Lia sesaat panggilan telepon terhubung.


"Iya bi ada apa?" tanya Karina.


"Maaf bu kalau saya yang memberitahu ibu. Non Larissa pingsan dan baru saja dibawa kerumah sakit oleh den Reyhan" ucap bi Lia.


"Pingsan bi? Apa Larissa sakit?" tanya Karina.

__ADS_1


"Tidak bu, tapi non Larissa lagi hamil" jawab bi Lia.


Mendengar kabar Larissa hamil tentu saja membuat Karina tersenyum senang. Ia bahagia sekali karena akan mendapatkan cucu. Sangat berbeda sekali dengan dirinya yang harus menunggu lama untuk memiliki keturunan.


"Bi tolong jaga Larissa selama dia dirumah ya" pinta Karina.


"Siap bu. Apa ibu dan bapak tidak pulang?" tanya bi Lia.


"Tidak bi, kami mempercayakan sepenuhnya pada Reyhan" ucap Karina.


Panggilan telepon akhirnya terputus.


Ditempat yang berbeda Reyhan baru saja tiba dirumah sakit, ia segera membopong Larissa untuk masuk kedalam rumah sakit. Wanita itu segera mendapatkan penanganan dari dokter kandungan yakni dokter Anne.


"Ibu dan janinnya baik-baik saja pak, hanya saja bu Larissa mengalami dehidrasi yang disebabkan karena mual dan muntah yang berlebihan membuatnya tidak berselera makan atau minum dan akhirnya ia pingsan. Saya sarankan bu Larissa agar diinfus untuk dua hari kedepan dirumah sakit" ucap doktet Anne.


"Lakukan saja dok" ucap Reyhan.


"Baik pak" ucap dokter Anne kemudian pergi.


Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar karena melihat Larissa yang seperti itu membuatnya khawatir terjadi apa-apa pada istri dan anaknya. Tapi untung saja kedua orang yang ia sayangi itu baik-baik saja.


Larissa sudah dipindahkan keruang rawat dan Reyhan segera masuk kedalamnya. Ia ikut duduk dibranker dimana Larissa tengah tertidur. Tidak lama kemudian wanita itu membuka matanya dan dilihatnya Reyhan sedang duduk dibrankernya.


"Rey" panggil Larissa pelan.


Mendengar suara seseorang yang memanggilnya Reyhan segera menoleh dan ia melihat Larissa yang sudah sadar.


"Kamu sudah sadar?" tanya Reyhan namun dijawab dengan pertanyaan lagi oleh Larissa.


"Aku kenapa disini?" tanya Larissa.


"Kamu dehidrasi Rissa, kamu juga harus diinfus selama dua hari dirumah sakit" jawab Reyhan.


Larissa mengangguk tanda mengerti dengan ucapan Reyhan.


Hening diruangan itu tidak ada yang berbicara hingga akhirnya Reyhan lebih dulu membuka suara.


"Kamu mau makan apa?" tanya Reyhan.


Wanita itu tidak langsung menjawab dan hanya diam saja.


"Larissa aku ini suami kamu, anak yang kamu kandung itu anakku juga jadi ayo katakan kamu ingin apa aku tidak ingin kamu dan calon anak kita kelaparan" ucap Reyhan.


Mendengar penuturan dari Reyhan, Larissa segera membuka suaranya ia kemudian mengatakan apa yang ingin ia makan.


"Aku ingin makan mangga muda tapi kamu sendiri yang metik dari pohon" ucap Larissa.

__ADS_1


__ADS_2