Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 48 Menikah


__ADS_3

Hari pernikahan tiba.


Larissa sudah didandani oleh MUA sejak tadi pagi, kini gadis itu terlihat begitu cantik yang mampu menyihir semua laki-laki.


Larissa dibantu oleh tiga orang gadis sebagai pengiring pengantin. Tiga gadis itu yakni Risty, Alena dan Elena. Larissa mengenakan gaun putih yang menjuntai dilantai sedangkan ketiga pengiring pengantin mengenakan gaun merah muda.


Bukan hanya Larissa yang didampingi oleh pengiring pengantin melainkan Reyhan juga. Reyhan didampingi pengiring pengantin pria oleh ketiga sahabatnya yakni Edwin, Adam dan Satria.


Pernikahan Larissa dan Reyhan akhirnya berlangsung, mereka melewati serangkaian acara pernikahan yang dibawakan oleh pemandu acara. Kini mereka sudah menjadi pasangan suami dan istri yang sah, cincin pernikahanpun disematkan dengan Reyhan yang menyematkan kejari manis Larissa dan Larissa menyematkan kejari manis Reyhan. Larissa kemudian diminta untuk mencium tangan Reyhan dan Reyhan mengecup kening Larissa.


Pernikahan itu dihadiri oleh banyak pihak yakni kolega bisnis Cristian serta kerabat kedua keluarga turut hadir termasuk keluarga Jhonatan juga


"Apa kita tidak bisa membatalkan pernikahan mereka saat ini juga mas?" bisik Marisha bertanya pada Jhonatan.


"Tidak bisa, itu sangat beresiko. Untuk sekarang biarlah mereka menikah lalu setelahnya kita cari cara untuk memisahkan mereka, jangan sampai aku kalah lagi dengan Cristian" ucap Jhonatan.


Jhonatan dan Marisha tetap saja tidak menyukai Larissa menikah dengan Reyhan pasalnya Jhonatan khawatir perusahaan Cristian semakin maju dan para investor menginginkan perusahaannya dikelola juga oleh kakaknya itu.


Tidak seperti Jhonatan dan Marisha yang tidak menyukai pernikahan Larissa dan Reyhan, Dion justru kagum dengan pria yang kini telah menjadi suami Larissa. Dion sudah mencari tahu sendiri tentang Reyhan, ia mengakui bahwa pria itu benar-benar genius. Dion ingin menjadi seperti Reyhan yang mampu menyelesaikan masalah diperusahaan bukan seperti dirinya yang justru membuat masalah.


"Di, ayo kita beri ucapan selamat untuk Larissa dan suaminya" ajak Marisha pada putranya.


"Iya mom" ucap Dion.


Jhonatan beserta anak dan istrinya menghampiri Larissa dan Reyhan yang duduk dipelaminan. Karina sengaja meminta WO untuk menyediakan pelaminan agar pengantin tidak kelelahan harus menyapa satu persatu para tamu undangan.


Jhonatan terlebih dahulu menyalami Cristian.


"Selamat ya mas" ucap Jhonatan sedikit basa basi.


Cristian tersenyum kecil ia tidak menyahutinya namun tetap ia jabat tangan adiknya itu bagaimanapun mereka berdua itu saudara.

__ADS_1


Jhonatan kemudian beralih menyalimi Karina yang berada diantara Cristian dan Reyhan, setelahnya ia menyalimi sepasang pengantin baru itu.


"Selamat ya Rey sekarang ini kita sudah menjadi keluarga" ucap Jhonatan pada Reyhan dengan menahan kesal didadanya.


"Terimakasih pak" ucap Reyhan seperlunya.


"Selamat ya Larissa semoga kalian menjadi keluarga SAMAWA" ucap Jhonatan pada Larissa.


"Terimakasih om" ucap Larissa juga seperlunya.


Marisha dan Dion juga ikut menyalami mereka dengan raut wajah senyum terpaksa.


Bukan hanya keluarga Jhonatan saja yang memberi ucapan selamat untuk pengantin baru itu melainkan seluruh para tamu undangan dari berbagai kalangan pasalnya banyak juga tetangga Reyhan disemarang yang turut hadir dipesta pernikahan itu selain itu Reyhan juga mengundang mang Agus dan Rani karena memang sudah saling mengenal sebagai pedagang dan pelanggan.


Rani menatap nanar pada pasangan pengantin yang duduk di pelaminan, selama ini ia menyukai Reyhan namun pria itu justru menikah dengan wanita lain.


"Sudahlah Ran kamu sebaiknya cari laki-laki lain saja, Reyhan itu bukan jodohmu dan dia memang cocoknya dengan neng Rissa" ucap mang Agus.


Pesta pernikahan berlangsung hingga malam hari, meski tubuh kedua pengantin itu sudah lelah tetapi mereka tetap berada diacara tersebut karena memang acaranya itu untuk merayakan pernikahan mereka.


"Sebaiknya kamu istirahat Rissa" ucap Reyhan.


"Tidak Rey aku tidak enak dengan yang lainnya" ucap Larissa.


"Kalau begitu kamu duduk saja" ucap Reyhan kemudian menarikan kursi untuk Larissa.


Kedua pengantin itu sudah tidak duduk dipelaminan, mereka memilih ikut berbaur dengan para tamu undangan. Larissa dan Reyhan juga sudah berganti pakaian dan mengenakan pakaian pengantin untuk pesta malam hari.


Dilihat oleh keduanya diatas panggung sedang ada penyanyi yang menyanyikan lagu romantis dan benar-benar cocok untuk suasana saat itu.


"Selamat atas pernikahannya Larissa dan Reyhan" ucap penyanyi tersebut setelah selesai menyanyikan lagu romantis.

__ADS_1


"Hadirin yang berbahagia, untuk meriahkan acara pesta pernikahan malam hari ini kita akan melakukan dansa secara serentak dengan pasangan pengantin baru yang akan menjadi pemandunya berdansa diatas panggung. Silahkan pasangan pengantin untuk naik keatas panggung" ucap pemandu acara.


Larissa dan Reyhan tentu saja terkejut mereka tidak pernah dansa bersama, dan Larissa bahkan tidak mengingat kalau dirinya bisa berdansa lalu bagaimana bisa mereka diminta untuk memandu semua orang yang hadir diacara itu. Namun mereka tidak punya pilihan lain selain mengikuti arahan pemandu acara.


"Ayo kita naik keatas panggung" ajak Reyhan kemudian mengulurkan tangannya pada Larissa.


Dengan terpaksa Larissa menyambut uluran tangan Reyhan dan keduanya kemudian berjalan bersama naik keatas panggung.


"Oke, pengantin sudah siap untuk memandu dansa mari kita berdansa bersama" ucap pemandu acara.


Lantunan musik dansa mulai terdengar Reyhan dan Larissa mulai menari dengan naluri keduanya. Reyhan pernah belajar tentang seni tari jadi ia tinggal memperagakannya saja sedangkan Larissa ia sering menari apalagi diacara-acara romantis seperti ini dan pasangan menarinya yaitu dengan sang daddy meski ia tidak mengingatnya namun nalurinya yang menuntun ia melakukan gerakan dansa.


"Ada yang ingin aku tanyakan Rey?" tanya Larissa sembari mereka terus menari.


"Tanyakan saja" titah Reyhan.


"Apa kita menikah ini karena saling mencintai?" tanya Larissa


Reyhan tersenyum kecut, rupanya pertanyaan pertama yang gadis itu ajukan padanya ialah tentang cinta masing-masing diantara mereka.


"Apa yang kamu ingat?" tanya Reyhan bukannya menjawab pertanyaan Larissa.


"Aku sedikit mengingat saat daddy membicarakan pernikahan kita dan aku dengan tegas menolaknya" ucap Larissa.


"Iya memang benar dari awal kamu memang menolaknya, kamu berkali-kali memintaku untuk menolak lamaran daddy namun aku justru menerimanya. Kamu dengan terpaksa menerimanya juga tapi kamu mengajukan nikah kontrak denganku, awalnya aku menolak namun pada akhirnya aku menyetujuinya" ucap Reyhan.


Mendengar penjelasan dari Reyhan membuat Larissa yakin kalau dirinya memang menikah dengan Reyhan karena terpaksa dan tidak menginginkan pernikahan itu.


Karena menari sembari berbincang, Larissa dan Reyham tidak mendengar kalau musik dansa sudah berhenti, mereka dikejutkan dengan pemandu acara yang berbicara.


"Wahh sepertinya kedua pengantin kita ini sangat menikmatinya ya" ucap pemandu acara tersebut dan disambut gelak tawa semua orang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2