Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 58 Aku akan mencobanya


__ADS_3

Tok tok tok


Pintu kamar hotel Larissa dan Reyhan diketuk oleh seseorang yang membuat keduanya terbangun dari tidurnya. Tidak terasa mereka tertidur cukup lama hingga jam makan malam tiba dan pintu kamarnya diketuk oleh seseorang yang mengantarkan makan malam.


"Biar aku saja yang buka Rey" cegah Larissa karena melihat Reyhan yang sudah akan bangkit untuk membuka pintu.


Wanita itu kemudian bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.


Ceklek.


Dilihat olehnya ada petugas hotel yang mengantarkan makanan dan minuman dengan berbicara menggunakan bahasa inggris kalau itu adalah pesanan Reyhan. Larissa mengangguk kemudian menerimanya lalu ia bawa masuk kedalam kamar dan meletakannya dimeja.


"Kamu tadi pesan makanan Rey?" tanya Larissa.


"Iya sayang" jawab Reyhan.


Larissa mendelik karena dipanggil sayang oleh Reyhan, namun ia memilih tidak menanggapinya.


Wanita itu kemudian masuk kekamar mandi untuk membasuh muka dan keluar lagi.


"Kenapa belum dimakan?" tanya Larissa.


"Nunggu kamu" jawab Reyhan.


Larissa duduk disofa bersisian dengan Reyhan yang lebih dulu duduk disana. Wanita itu kemudian menyendokan makanan dan diletakannya kepiring.


"Ayo kita makan Rey" ajak Larissa sembari memberikan piring pada Reyhan.


Reyhan menerima piring tersebut kemudian memakan makanannya dan sesekali menggoda istrinya. Sekarang Reyhan memiliki hobi baru yakni menggoda istrinya. Ia paling suka melihat wajah Larissa yang kesal olehnya maka dari itu ia kerap kali menggoda istrinya itu.


Tidak lama kemudian makan malam mereka selesai dan keduanya telah menghabiskan semua makanannya.


"Mau keluar jalan-jalan?" tanya Reyhan.


"Kemana?" tanya Larissa balik.


"Kemanapun yang kamu inginkan" jawab Reyhan.


"Eemmm, besok sajalah Rey malam ini aku ingin melihat pemandangan kota saat malam hari dari balkon kamar" ucap Larissa.


"Oke aku akan menemanimu" ucap Reyhan.


Reyhan kemudian berjalan kearah balkon membuka gorden dan pintu balkon kamar.

__ADS_1


Setelah itu kembali menghampiri Larissa yang masih terduduk disofa. Reyhan beralih mengambil pakaian hangat untuk Larissa dan untuknya juga.


"Ayo" ajak Reyhan.


Pria itu mengulurkan tangannya pada Larissa dan disambut ragu-ragu oleh wanita itu. Reyhan tersenyum melihat Larissa yang ragu-ragu tapi ia tak menolaknya, ia kemudian menggandeng tangan istrinya menuju balkon kamar.


Disana mereka bisa melihat kota Bern dimalam hari. Kota tersebut sangat ramai meski tadi siang diguyur hujan. Lampu yang menyala disepanjang jalan dan dibangunan-bangunan lainnya membuat keindahan kota tersebut semakin terlihat.


"Besok mau jalan-jalan kemana?" tanya Reyhan.


"Ke Rosengarten bagaimana?" tanya Larissa balik.


"Oke sayang besok kita kesana" ucap Reyhan.


Keduanya saling terdiam sembari menikmati keindahan kota tersebut. Hingga angin malam menerjang mereka.


Beerrr.


Mereka kedinginan namun berat untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar, karena masih menikmati pemandangan kota itu.


Merasakan dirinya dan Larissa kedinginan Reyhan berinisiatif memeluk Larissa dari belakang.


"Rey" ucap Larissa.


Larissa tak menjawab namun ia juga tak menolak pelukan dari Reyhan, ia justru merasakan nyaman dipeluk seperti itu. Bila tidak mengingat mereka menikah kontrak rasanya ia ingin berlama-lama. seperti itu.


"Kalau seperti ini?" tanya Reyhan.


Pria itu mengusap perut Larissa yang masih rata, entah kenapa ia ingin istrinya itu segera hamil dan berharap mau membatalkan perjanjian nikah kontrak dengannya. Wanita itu tidak menjawab ia memegang tangan Reyhan yang mengusap perutnya, ada gelenjar-gelenjar aneh yang ia rasakan saat pria itu mengusap perutnya.


"Larissa, aku mencintaimu" ucap Reyhan.


"Hentikan Rey!" ucap Larissa.


"Aku serius mencintai kamu Larissa, kamu adalah cinta pertamaku" ucap Reyhan.


"Rey, berapa kali sudah aku bilang kalau kita ini hanya menikah kontrak. Jadi jangan mengatakan cinta diantara kita karena kita pasti akan berpisah setelah kontrak itu berakhir" Ucap Larissa.


"Tidak bisa kah kamu batalkan saja perjanjian kontrak itu? Aku ingin menikah sekali seumur hidup Rissa, apa kamu tidak menginginkan seperti itu juga?" tanya Reyhan.


Larissa terdiam ia tidak mampu menjawabnya namun ia beralih mengajak Reyhan masuk kedalam kamar dengan alasan diluar sangat dingin.


Reyhan yang diajak masuk oleh Larissa segera melepaskan pelukannya, ia beralih melangkah masuk mengikuti sang istri yang lebih dulu masuk kedalam kamar. Pria itu mengunci pintu balkon dan juga menutup gordennya lagi barulah menyusul Larissa yang sudah terbaring diatas ranjang.

__ADS_1


Keduanya saling terdiam, baik Larissa maupun Reyhan tidak ada yang memulai pembicaraan lebih dulu mereka masih memikirkan suatu hal yang mengganggu dipikiran masing-masing hingga kesunyian itu terpecahkan oleh dering ponsel Larissa.


Kring. Kring.


Larissa segera mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, dilihat olehnya kalau Karina yang menghubungi melalu panggilan vidio. Wanita itu segera mengangkat panggilan vidio itu karena sudah sangat merindukan sang mommy.


"Hallo mommy" sapa Larissa lebih dulu.


"Hallo juga sayang" sapa Karina.


"Baru sehari nggak ketemu mommy rasanya Rissa udah kangen" ucap Larissa.


"Iya sayang mommy tahu kamu pasti kangen dengan mommy, mana Reyhan?" ucap Karina kemudian menanyai menantunya.


Larissa menjawa kalau Reyhan ada disebelahnya dan kemudian ponsel wanita itu diberikan pada suaminya. Reyhan yang diberi ponsel Larissa karena Karina menanyainya segera menerimanya.


"Ya mom ada apa?" tanya Reyhan.


"Tidak apa-apa Rey mommy hanya ingin melihat kalian, syukurlah kalau kalian baik-baik saja" jawab Karina.


Tidak lama Karina berbicara dengan Larissa dan Reyhan hingga akhirnya panggilan telepon berakhir karena dijakarta sudah larut malam.


Sewaktu tadi berbicara dengan Karina melalui panggian vidio, wanita paruh baya itu berpesan pada keduanya untuk saling belajar mencintai satu sama lain karena bulan madu ini adalah kesempatan untuk mereka. Hal itu tentu saja membuat Larissa merasa keberatan tapi dia akan mencobanya.


"Rey" panggil Larissa lagi saat keduanya saling terdiam.


"Aku akan mencobanya" ucap Larissa.


"Mencoba apa?" tanya Reyhan tak mengerti.


"Mencoba untuk mencintaimu, jadi berusahalah buat aku jatuh cinta padamu maka aku akan membatalkan perjanjian nikah kontrak kita" ucap Larissa.


Pria itu sangat bahagia mendengarkan penuturan dari istrinya itu, ia tak menyangka kalau Larissa akan mau mencobanya bukan malah menutup diri.


"Terimakasih sayang" ucap Reyhan kemudian memeluk Larissa.


Pria itu juga mencium kening Larissa, turun mencium mata, hidung, pipi dan bibirnya tidak hanya itu Reyhan bahkan melanjutkan aksinya hingga mereka melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri.


Larissa tidak menolaknya karena ia mengingat isi perjanjian nikah kontrak itu dan juga ia sudah mau mencoba untuk mencintai suaminya.


Sepasang pengantin baru itu melewati malam panas mereka dikamar hotel sepanjang malam hingga dini hari barulah keduanya menyudahi kegiatan itu untuk beristirahat karena besok akan pergi kesuatu tempat wisata dikota itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2