Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 67 Nasehat bi Lia


__ADS_3

Melihat Marcell yang dipukul oleh Reyhan ketiga teman Marcell segera bangkit untuk membantunya.


"Lo nggak papa Cell?" tanya Andre pada Marcell namun tidak ditanggapi oleh pria itu.


Disisi lain Larissa merasa takut akan terjadi keributan yang lebih besar lagi, ia terus saja menarik tangang Reyhan untuk mengajaknya pulang.


"Rey" panggil Larissa lagi namun tidak didengarkan oleh pria itu.


Melihat temannya dihampiri oleh empat pria, ketiga teman Reyhan yang sejak tadi mengikutinya memutuskan untuk mendekat. Kini Marcell didampingi oleh ketiga temannya dan Reyhan juga, padahal tanpa dibantu juga Reyhan bisa mengalahkan Marcell dan kawan-kawan.


Brakk.


Marcell yang tidak terima mendapatkan pukulan menendang kursi yang langsung melayang kearah Reyhan namun bisa dihindari oleh pria itu.


"Rey mending kamu pulang aja lihat tuh Larissa sepertinya dia ketakutan" ucap Satria memberikan saran pada Reyhan.


Pria itu beralih menoleh pada Larissa yang wajahnya sudah terlihat pucat sembari memegangi perutnya yang keram.


Reyhan tak menjawabi perkataan Satria tapi ia justru menggendong wanita itu dan pergi dari restorant.


Brakk.


Melihat Larissa yang digendong Reyhan untuk pergi dari situ Marcell segera mencegahnya ia hendak menendang Reyhan dibagian kaki namun secepatnya kaki Marcell yang baru sembuh ditendang oleh Satria.


"Akkhh" ucap Marcell kesakitan dan sedikit mundur.


Kini keributan direstoran itu semakin memanas pasalnya Marcell dan kawan-kawan saling melayangkan pukulan dan tendangannya pada ketiga teman Reyhan yang membalasnya.


Disisi lain Reyhan membawa Larissa pulang kerumah dengan menggunakan mobil wanita itu


"Sebelum kita pulang aku mau kita periksakan kandunganmu dulu" ucap Reyhan.


"Tidak perlu Rey kemarin baru aku periksakan" ucap Larissa.


"Kamu memeriksakan kandungan tanpa didampingi aku? Kamu juga bahkan tidak memberitahukan kehamilanmu padaku. Kamu itu benar-benar tidak menghargai aku sebagai suamimu Larissa" ucap Reyhan sembari tersenyum kecut.


"Cukup Reyhan! Kamu tidak bisa seperti itu seolah-olah kamu adalah suami sungguhan. Ingat Reyhan kita itu hanya menikah kontrak!" ucap Larissa dengan tegas.


Dada Reyhan berdenyut nyeri mendengar perkataan dari Larissa. Pria itu tidak menanggapi lagi perkataan wanita itu, ia memilih diam dan fokus pada jalanan yang sedang ia lewati hingga akhirnya mereka tiba dirumah.

__ADS_1


"Masuklah dan istirahatlah" titah Reyhan setelah mereka turun dari mobil.


Larissa mengangguk kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Sedangkan Reyhan ia berjalan menuju mobilnya yang baru saja selesai diservice. Pria itu masuk kedalam mobil dan segera mengemudikannya keluar dari pagar rumah itu.


Larissa yang sudah masuk kedalam rumah memperhatikan dari balik gorden jendela ruang tamu, ia melihat Reyhan yang pergi dari rumah menggunakan mobilnya.


"Kamu mau kemana Rey?" gumam Larissa bertanya pada dirinya sendiri hingga ia dikejutkan dengan panggilan seseorang.


"Non" panggil bi Lia.


"Iya bi" ucap Larissa.


Larissa kemudian mendekat pada bi Lia dan duduk di sofa ruang tamu.


"Ayo bi duduk aja, ada apa?" tanya Larissa.


"Bibi tadi membersihkan kamar non Rissa dan bibi menemukan ini. Apa non Rissa lagi hamil?" ucap bi Lia.


Wanita paruh baya itu menunjukan tespek bekas Larissa pakai. Tadi pagi saat membersihkan kamar Larissa ia menemukan tespek itu berada disaku baju kotor wanita itu.


"Iya bi aku lagi hamil" ucap Larissa sembari menundukan kepalanya.


"Belum bi, tapi Reyhan sudah tahu karena tidak sengaja" ucap Larissa.


Bi Lia kemudian membuka suara untuk menanggapinya, ia juga memberikan nasehat pada Larissa agar bisa mencoba menerima kehadiran Reyhan sebagai suaminya. Bi Lia memperingatkan Larissa jangan sampai majikannya itu menyesal saat sudah kehilangan Reyhan.


"Non Rissa sekarang bisa saja mengatakan tidak mencintai den Reyhan tapi nanti setelah non Rissa kehilangannya barulah sadar kalau non Rissa selama ini mencintai den Reyhan" ucap bi Lia.


Meski bi Lia hanya seorang pelayan namun keluarga Cristian sudah menganggapnya sebagai keluarganya juga jadi bi Lia tidak sungkan untuk memberikan nasehat pada Larissa.


Larissa tak menjawab lagi perkataan bi Lia ia hanya terdiam memikirkan nasehat dari wanita paruh baya itu hingga ia ditinggal bi Lia untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Apa aku harus melakukannya? Tapi aku sudah pernah mencobanya dan hasilnya aku tidak bisa" gumam Larissa seorang diri.


Ditempat yang berbeda rupanya tadi Reyhan pergi dari rumah untuk mendatangi restorant yang tadi ia buat keributan disana. Ternyata ketujuh orang yang terlibat keributan itu dilaporkan kepolisi oleh pihak restoran dan sekarang ditahan disana. Pihak restorant juga menuntut mereka atas kerugian yang dialaminya.


"Permisi pak saya mau mengunjungi tiga teman saya yang terlibat keributan direstorant cempaka" ucap Reyhan.


Saat ini Reyhan sedang berada dipolsek dimana ketujuh orang itu ditahan.

__ADS_1


"Siapa namanya?" tanya polisi itu.


"Adam, Edwin dan Satria" jawab Reyhan.


"Sebentar saya panggilkan, anda tunggu saja disini" ucap polisi tersebut.


"Baik pak" jawab Reyhan.


Reyhan menunggu teman-temannya yang sedang dipanggil dikursi tunggu yang ada disana dan tidak lama kemudian ketiga temannya itu datang dengan masih dikawal polisi.


"Maaf ya karena membantuku kalian jadi ditahan" ucap Reyhan.


"Nggak apa-apa Rey kami ikhlas membantu kamu. Bagaimana apa kamu dan Larissa sudah baikan?" ucap Adam dan kemudian bertanya.


"Belum Dam. Kalian sabar ya aku akan segera membebaskan kalian dan bantu membayar kerugian restorant" ucap Reyhan segera mengalihkan pembicaraan.


"Iya Rey" ucap ketiganya bersamaan.


Keempat pria itu saling berbincang hingga jam besuk habis dan ketiga teman Reyhan itu dimasukan kembali dalam Sel sedangkan Reyhan segera menemui polisi yang menangani kasus tersebut.


Reyhan sudah berhasil mengurus kasus tersebut dan ketiga temannya itu diperbolehkan untuk pulang karena Reyhan juga sudah membayar kerugiannya. Pria itu mengantarkan ketiga temannya kerestorant tadi untuk mengambil sepeda motor. Reyhan juga ikut pulang kerumah kost lamanya untuk makan malam bersama teman-temannya.


"Kamu tidak pulang Rey?" tanya Satria sembari menghampiri Reyhan yang sedang duduk diteras seorang diri.


"Entahlah Sat, aku pulang atau tidak Larissa bahkan tidak akan perduli" ucap Reyhan.


"Apa Larissa belum bisa mencintai kamu Rey?" tanya Satria lagi.


"Belum Sat, sekarang ini justru Larissa sedang hamil anakku tapi ia dengan sengaja tidak memberi tahu aku" ucap Reyhan.


"Mungkin dia punya alasan untuk tidak memberitahu kamu Rey" ucap Satria.


Kedua pria itu saling bercerita satu sama lain sedangkan Edwin dan Adam mereka sedang main PS. Satria juga menceritakan tentang dirinya pada Reyhan kalau dia sedang dekat dengan anak SMA. Hal itu tentu saja membuat Reyhan tertawa dan sejenak melupakan masalah rumah tangganya.


"Anak SMA mana yang kamu dekati Sat?" tanya Reyhan setelah berhenti tertawa.


"Bukan orang jakarta Rey, tadinya dia mau pindah kejakarta tapi tidak bisa karena sekarang sudah kelas dua SMA semester 2" jawab Satria yang diangguki oleh Reyhan.


Reyhan jadi teringat dengan adik kembarnya dan ibunya yang hendak pindah kejakarta tapi tidak jadi karena Alena dan Elena sudah kelas dua SMA semester 2.

__ADS_1


__ADS_2