Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 55 Bulan Madu


__ADS_3

"Eh mba, maaf ya jadi terganggu sama anak saya yang rewel" ucap ibu tersebut.


"Tidak apa-apa bu, tapi sepertinya anak ibu ingin ikut dengan saya" ucap Larissa.


"Sepertinya iya mba" ucap ibu itu.


"Kalau begitu boleh saya menggendongnya?" tanya Larissa.


Ibu tersebut mengangguk kemudian memberikan anak perempuannya pada Larissa yang langsung memangkunya. Untuk pertama kali ia memangku anak kecil ada perasaan tenang dan bahagia dihatinya saat memangku balita tersebut.


Ia kemudian melirik pada Reyhan yang masih terlelap disebelah kanannya. Ia jadi berfikir semua pasangan yang sudah menikah pasti menginginkan kehadiran buah hati diantara mereka, namun ia berfikir lagi itu bila mereka saling mencintai.


Ibu tersebut memperhatikan Larissa yang sedang menatap Reyhan seperti banyak hal yang sedang difikirkan oleh wanita disebelahnya. Ia menduga pasti pria disebelah wanita yang sedang menggendong anaknya itu adalah suami dari wanita itu.


Larissa kemudian beralih fokus dengan balita itu yang sudah nyaman duduk dipangkuannya.


"Hai namanya siapa?" tanya Larissa pada balita itu namun yang menjawab justru ibu dari balita tersebut.


"Namanya Erlyta tante" jawab ibu dari anak tersebut.


"Wah nama yang cantik seperti orangnya" ucap Larissa.


Wanita itu mengatakannya pada Erlyta sembari menggelitiki perut balita itu dan membuatnya tertawa kencang.


"Hahaha" tawa Erlyta lepas.


Reyhan yang sedang terlelap disebelah Larissa mendengar tawa seseorang yang mengganggu tidurnya. Ia kemudian perlahan membuka matanya dan melihat istrinya sedang memangku balita perempuan. Dilihat olehnya Larissa sangat senang bermain dengan anak kecil.


Ia terus memperhatikan interaksi keduanya yang membuat hatinya berdenyut, ia kemudian mendekatkan wajahnya ketelinga Larissa dan membisikan sesuatu.


"Sudah cocok tuh jadi ibu, cepat hamil ya" bisik Reyhan ditelinga Larissa.


Larissa mendelik menghadap kearah Reyhan. Pria itu masih saja terus menggodanya hanya diam saat ia sedang terlelap. Larissa tak menanghapinya, bila terus ia tanggapi makan Reyhan akan terus-terusan mengoda dirinya.


Mendapati Larissa yang mengacuhkannya, Reyhan kemudian membisikan sesuatu lagi ketelinga istrinya itu.

__ADS_1


"Aku mau punya anak 5 supaya bisa buat tim basket dirumah daddy" bisik Reyhan.


Larissa tak menanggapi suaminya itu, ia terus asyik berbicara dan bermain dengan Erlyta ditempat duduknya.


Reyhan beralih berbicara pada balita yang sedang dipangku istrinya itu.


"Hai adik, do'ain ya buat tante yang sedang menggendong kamu agar cepat hamil" ucap Reyhan sembari mengelus puncak kepala balita itu.


"Amin, semoga cepat hamil ya mba mas" ucap Ibunya Erlyta.


Larissa hanya mengangguk, ia kemudian memberikan Erlyta pada ibunya karena anak tersebut rewel ingin tidur.


Wanita itu beralih menegur Reyhan yang seharian ini benar-benar membuatnya sakit kepala, namun tentu saja teguran dari Larissa tidak mempan pada Reyhan karena ia sudah bertekad untuk membuat istrinya jatuh cinta dan membatalkan nikah kontraknya dengan kemauannya sendiri.


Keduanya memilih memejamkan matanya masing-masing dan terlelap dengan sendirinya. Mereka terbangun pukul tujuh pagi dan masih membutuhkan waktu empat jam lagi untuk pesawat mendarat di Bern Swiss.


Pukul sebelas siang akhirnya mereka tiba di Bern Swiss dan mereka langsung menuju hotel dimana mereka akan menginap disana.


Ceklek.


Reyhan membuka pintu hotel dan mempersilahkana Larissa masuk lebih dulu kekamar itu lalu setelahnya ia masuk dengan menggeret dua koper ditangannya.


"Aku mau mandi" ucap Larissa.


"Mandilah nanti aku siapkan baju untuk mu" ucap Reyhan.


Larissa mengangguk ia menurut saja pada apa yang Reyhan perintahkan dari pada ia menolak dan justru mereka akan berdebat.


Wanita itu kemudain masuk kedalam kamar mandi, ia merendamkan tubuhnya didalam bathtub berukuran besar yang muat untuk dua orang.


Setelah kepergian Larissa kekamar mandi, Reyhan segera membuka koper milik istrinya, ia hendak menyiapkan pakaian untuk istrinya itu.


"Apa ini?" tanya Reyhan sesaat setelah membuka koper Larissa.


Ia melihat didalam koper itu terdapat pakaian sexy, seperti lingerie dan lainnya. Ia sudah menduganya kalau itu adalah ulah dari ibu mertuanya dan juga Risty karena merekalah yang menyiapkan keperluannya dan sang istri.

__ADS_1


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka dan dilihatnya Larissa yang sudah selesai dengan mandinya karena sudah menghabiskan waktu dua puluh menit. Larissa beralih mendekati kopernya yang ada dihadapan Reyhan.


"Kemarikan koperku" pinta Larissa.


Reyhan tak menjawab ia kemudian menggeserkan koper Larissa yang sudah terbuka itu kedekat istrinya.


"Aku bingung mau menyiapkan baju untukmu karena isinya seperti ini semua" ucap Reyhan.


Larissa bergegas melihat isi kopernya dan seketika matanya membelalak, bisa-bisanya mommynya menyiapkan dia pakaian seperti itu. Ia menumpahkan isinya kelantai dan mencari pakaian yang seperti biasanya ia pakai namun tidak ada.


Reyhan juga melihat pakaian Larissa yang tidak ada satupun pakaian yang pantas dipakai untuk keluar kamar. Ia beralih membuka kopernya dan melihat isinya, didalam koper itu pakaian Reyhan penuh dengan pakaian yang sesuai dengan seleranya. Ia kemudian mengambilkan satu baju kaos berwarna hitam dan akan diberikan pada Larissa agar bisa dikenakan oleh wanita itu.


"Baju yang dikopermu dipakai nanti saja saat malam, kamu sekarang pakai ini saja" ucap Reyhan.


Ia memberikan baju kaosnya pada Larissa. Wanita itu dengan ragu menerima baju yang diberikan Reyhan tapi apa boleh buat dari pada ia harus memakai lingerie disiang hari ia memilih memakai baju Reyhan.


"Setelah ini kita makan siang, aku mau mandi dulu" ucap Reyhan.


Tanpa menunggu jawaban dari Larissa, Reyhan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Pria itu mengguyur tubuhnya dibawah air shower, ia akan mengajak Larissa jalan-jalan dan berbelanja setelah makan siang nanti.


Reyhan telah selesai dengan mandinya ia sudah mengenakan pakaiannya dari kamar mandi karena tadi ia sekalian membawanya.


Sepasang pengantin baru itu keluar dari kamar hotel dengan Larissa yang memakai baju kaos milik Reyhan dan bawahan mengenakan celana panjanh yang dipakainya tadi. Warna hitam pada baju kaos itu sangat kontras dengan warna kulit Larissa yang putih.


Keduanya memilih mencari makan siang diluar hotel yakni direstorant yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel. Mereka menikmati makan siangnya dengan tenang hingga makanan tersebut habis.


"Ayo kita beli baju kamu" ajak Reyhan.


"Dimana?" tanya Larissa.


"Entahlah, kita cari saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan" ucap Reyhan.


Larissa mengangguk. Keduanya menyusuri jalanan kota itu dengan melihat kekanan dan kirinya banyak bangunan indah yang menjulang.

__ADS_1


Baru beberapa jam mereka berada dikota itu sudah bisa merasakan keindahan kota tersebut.


Akhirnya mereka melihat ada bangunan yang menjual banyak pakaian disana. Keduanya kemudian menghampiri toko tersebut


__ADS_2