Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 74 Aku Kangen Kamu


__ADS_3

"Apa Reyhan masih meeting ya?" gumam Larissa.


Larissa melangkahkan kakinya semakin masuk kedalam ruangan itu. Ia melihat-lihat ruangan yang dulu ditempati oleh daddynya kini sudah banyak yang berubah.


Penataan meja, kursi, lemari sesuai keinginan Reyhan bahkan warna dinding ruangan itu juga berubah sesuai warna yang disukai pria itu.


Larissa melihat dimeja kerja Reyhan ada figura berisi foto pernikahannya dengan pria itu.


Larissa meraih figura tersebut dan memperhatikan wajah suaminya itu.


"Kamu benar-benar tampan Rey" gumam Larissa.


Larissa mengecup sekilas foto pernikahan itu dan kemudian meletakan figura tersebut ketempat asalnya. Ia beralih menduduki kursi kerja Reyhan dan tercium bau parfume suaminya itu.


Ternyata bau parfume tersebut berasal dari jas reyhan yang tersampir dikursi itu.


Larissa beralih menarik jas tersebut kemudian ia peluk dan sesekali mengendus aroma parfume Reyhan dalam-dalam.


Entahlah rasanya ia sangat merindukan suaminya itu hingga tidak menyadari pintu ruangan dibuka oleh Reyhan dan masuklah pria itu kedalam ruangan tersebut.


"Larissa kamu disini?" tanya Reyhan.


Deg.


Larissa terkejut dengan suara Reyhan, ia baru sadar kalau dirinya bertingkah aneh hingga menciumi jas milik pria itu.


"Re-Reyhan" ucap Larissa gugup, ia masih terkejut dengan Reyhan yang masuk keruangan itu dalam hatinya bertanya 'apa Reyhan melihatku menciumi jasnya?'.


Reyhan melihat Larissa yang sedang duduk dikursinya dan ia segera menghampiri istrinya itu.


Sedangkan Larissa yang melihat Reyhan masuk kedalam ruangan segera bangkit dari duduknya.


"Sama siapa kesini?" tanya Reyhan.


"Se-sendiri Rey" ucap Larissa masih gugup.


"Pak Herman tidak mengantarmu?" tanya Reyhan.


"Aku mau pergi sendiri" ucap Larissa.


"Kenapa tidak minta diantar pak Herman?" tanya Reyhan.


"Sudah ku bilang aku mau pergi sendiri Rey!" ucap Larissa sedikit meninggikan suaranya.


Reyhan tak membahas lagi. Pria itu memilih mengalah dari pada nanti berdebat dan semakin panjang urusannya.


"Terus kamu ada apa kesini?" tanya Reyhan.


"A-aku, aku" Larissa mendadak gagu.

__ADS_1


Ia bingung hendak menjawab apa. Padahal dari rumah ia sudah menyiapkan jawabannya yakni ingin melihat kantor daddy.


"Ada apa?" tanya Reyhan lagi.


"Aku kangen kamu Rey" jawab Larissa sepontan kalimat itu yang keluar dari mulutnya.


Menyadari dirinya salah bicara Larissa segera menutup mulutnya. Ia merutuki dirinya sendiri, bisa-bisanya keceplosan seperti itu.


Larissa secepatnya mengelak. Ia tak mau kalau Reyhan mengetahui dirinya merindukan pria itu.


"E-eh bukan Rey, aku cuma mau lihat kantor daddy" elak Larissa menjawab dengan salah tingkah.


Reyhan tak perduli dengan ucapan Larissa yang kedua. Ia hanya terfokus pada ucapan Larissa yang pertama.


Pria itu terus melangkahkan kakinya mendekati Larissa dan kemudian menduduki kursi yang tadi diduduki oleh istrinya.


"Aku tadi mendengar kamu merindukan aku" ucap Reyan sembari menatap Larissa yang berdiri dihadapannya.


"Aku salah bicara Rey" ucap Larissa masih mengelak.


Ucapan Larissa tidak didengarkan oleh Reyhan. Pria itu kemudian menarik pinggang Larissa dan mendudukan tubuh wanita itu dipangkuannya.


Larissa yang terkejut awalnya memberontak, namun lama kelamaan ia pasrah saat Reyhan memeluk pinggangnya.


"Katanya kangen aku. Ayo" ajak Reyhan.


Reyhan kemudian membalikan tubuh Larissa agar menghadapnya dengan kaki wanita itu berada disisi kiri dan kanannya.


Larissa yang menggunakan dress selutut memudahkan dia untuk membuka kakinya. Tanpa aba-aba lagi Reyhan segera menyambar bibir wanita itu.


Larissa tak pernah menolak saat Reyhan mengajaknya seperti itu. Entah karena tak mau menolak atau tak kuasa untuk menolak. Yang jelas Larissa menyadari kalau dirinya juga menginginkan pria itu.


Meski hubungan mereka tidak baik dan terasa dingin, namun berbeda saat diranjang. Saat diranjang mereka sama-sama menghangatkan tubuh pasangannya satu sama lain.


Larissa membalas ciuman Reyhan yang semakin menuntut. Awalnya hanya ciuman namun beralih menjadi cumbuan dan terus berlanjut.


Menyadari kegiatan mereka tidak bisa hanya sebatas itu, Reyhan segera membopong Larissa kekamar yang berada diruangan itu.


Keduanya sama-sama menikmati pergulatan disiang hari itu tidak perduli mereka sedang berada dikantor.


Ceklek.


Gunawan membuka pintu ruangan Reyhan seperti biasanya. Ia membawa berkas yang diminta bosnya itu.


"Pak Rey, ini berkas yang anda minta" ucap Gunawan masuk kedalam ruang kerja Reyhan.


"Loh, pak Rey? Bapak kemana?" tanya Gunawan bingung, pasalnya pria itu tadi melihat Reyhan masuk kedalam ruangannya dan belum kembali keluar.


Gunawan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tersebut untuk mencari Reyhan hingga pandangan Gunawan jatuh tas wanita yang ada dimeja kerja bosnya.

__ADS_1


Gunawan sudah bisa menduga kalau istri bosnya itu tadi datang kekantor.


Pada akhirnya pria itu meletakan berkas yang diminta Reyhan dimeja, lalu kemudian kembali ketempatnya.


Didalam kamar tersebut Larissa benar-benar merindukan Reyhan.


Bukan hanya Reyhan saja yang berperan dalam kegiatan itu melainkan Larissa juga. Larissa bahkan seolah-olah lupa bila sedang mengandung. Ia terus memimpin permainan hingga merasakan tubuhnya lemas karena kelelahan.


Keduannya cukup lama menghabiskan waktu didalam kamar tersebut hingga jam istirahat berakhir dan saatnya untuk masuk kerja lagi.


"Istirahatlah" ucap Reyhan setelah selesai dengan kegiatannya.


Deruh nafas keduanya masih terengah. Reyhan juga melihat kalau istrinya kelelahan.


"Aku lapar Rey" ucap Larissa.


"Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan meminta Gunawan menyiapkan makanan" ucap Reyhan yang dijawab anggukan kepala oleh Larissa.


Reyhan merogoh saku jasnya, mengambil ponsel dan kemudian menghubungi Gunawan, meminta antarkan makan siang untuk dua orang.


Tanpa banyak tanya ingin makanan apa, Gunawan langsung memesankan makanan untuk bosnya itu.


"Mandilah dulu, dilemari itu ada beberapa pakaian wanita untukmu kamu bisa pakai itu" ucap Reyhan pada Larissa setelah mengakhiri sambungan teleponnya dengan Gunawan.


"Pakaian wanita? Kamu menyimpan pakaian wanita dikantor ini?!" tanya Larissa dengan menaikan nada bicaranya.


Ia mencurigai Reyhan kalau selama ini suka mendatangkan wanita lain keruangannya.


"Pakaiannya baru, itu semua aku siapkan untukmu sudah sejak lama tapi kamu tidak pernah datang kekantor" ucap Reyhan.


Larissa tersenyum kecil sembari menggaruk tengkuknya. Ia jadi malu sendiri sudah mencurigai Reyhan.


Reyhan kemudian memutuskan untuk mandi lebih dulu dan masuk kedalam kamar mandi yang ada diruangan kerjanya itu.


Kamar mandi tersebut berada didalam ruangan kerja namun berada diluar kamar tadi tepatnya kedua ruangan itu bersebelahan.


Reyhan telah selesai dengan mandinya kemudian mengenakan handuk sepinggang dan keluar dari kamar mandi.


Saat Reyhan keluar bertepatan dengan Gunawan yang masuk mengantarkan makan siang.


"Lain kali ketuk pintu dulu sebelum masuk ya Gun" ucap Reyhan.


"Ba-baik pak" ucap Gunawan.


Pria itu melirik pada Reyhan sejenak kemudian keluar dari ruangan tersebut.


Gunawan bisa melihat tubuh kekar Reyhan yang banyak dihiasi tanda merah dibagian leher, dada dan perut.


"Hiih, ngeri juga bu bos" ucap Gunawan bergidik ngeri sembari berjalan ketempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2